Australia Krisis Alat Antigen, Harga Tes Covid Naik hingga Rp5,1 Juta

pwn | CNN Indonesia
Selasa, 18 Jan 2022 08:52 WIB
Australia mengalami kekurangan pasokan alat antigen Covid-19 hingga membuat kenaikan biaya tes virus corona hingga 10 kali lipat. Australia mengalami kekurangan pasokan alat antigen Covid-19 hingga membuat kenaikan biaya tes virus corona hingga 10 kali lipat. (Foto: REUTERS/CARLO ALLEGRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Australia tengah mengalami kekurangan pasokan alat tes antigen Covid-19 yang juga dialami sebagian besar negara lain di dunia.

Akibat krisis pasokan alat tes antigen mandiri, harga tes Covid-19 cepat antigen di seluruh negeri pun melonjak hingga 10 kali lipat.

"Tes antigen cepat kekurangan pasokan di seluruh dunia. Ini bukan sesuatu yang hanya dialami Australia saja. Ini bagian dari berurusan dengan ancaman penyebaran varian Omicron. Omicron telah mengacaukan segalanya," kata Morrison kepada stasiun radio Australia, 2GB, pada Senin (17/1).


Regulator perdagangan Australia menerima laporan alat tes rapid antigen Covid-19 dijual dengan harga yang terlalu tinggi. Pihak berwenang tengah mencari informasi lebih lanjut kepada pemasok, pengencer, dan rantai apotek.

"Saat penyebaran wabah Covid-19 terjadi secara signifikan kala pandemi, harga tes rapid antigen yang terlalu mahal menjadi sesuatu yang dikhawatirkan, mengingat tes ini dibutuhkan untuk mendeteksi penyakit dan melindungi masyarakat lain," kata Kepala Komisi Perdagangan dan Konsumen Australia (ACCC), Rod Sims, dikutip dari Reuters.

Sims mendapat laporan alat tes antigen mandiri naik hingga 500 dolar Australia (Rp5,1 juta) di market place dan e-commerce, serta sekitar 70 dolar (Rp723 ribu) di toko.

Padahal, harga alat antigen dan tes Covid-19 cepat ini biasanya hanya sebesar A$10 (Rp103 ribu) di apotek pada pekan lalu.

"Ini jelas keterlaluan,"ujar Sims.

Lonjakan harga alat dan tes cepat antigen ini berlangsung setelah sebelumnya pemerintah Australia mengimbau masyarakat yang sempat melakukan kontak erat dengan kasus Covid-19 tanpa gejala, untuk melakukan tes virus corona secara mandiri.

Namun, kebijakan ini membuat Australia mengalami kekurangan alat tes cepat antigen di rumah dalam waktu singkat.

Sebelumnya, Morrison juga setuju untuk memberikan sepuluh alat tes antigen bagi penduduk berpenghasilan rendah pada awal Januari.

Namun, Morrison menolak usulan para dokter dan serikat pekerja yang meminta tes antigen diberikan secara gratis. Ia mengatakan pemerintah tak akan menutupi biaya tes dan menekankan pada "tanggung jawab pribadi".

Kekurangan pasokan alat antigen ini berlangsung ketika Australia tengah dihadapkan dengan gelombang baru Covid-19 yang paling mematikan akibat penyebaran varian Omicron.

Kondisi ini membuat angka rawat inap meningkat dan sistem pengujian negara itu kewalahan.

Untuk mengurangi beban posko pengujian hingga rumah sakit, negara bagian Victoria mulai memberikan tiga juta alat tes antigen kepada pekerja garis depan dan populasi rentan per Senin (17/1). Di sisi lain, berbagai negara bagian Australia tengah menunggu kedatangan jutaan alat tes.

Di hari yang sama, Australia mencatat penambahan infeksi Covid-19 harian hampir 74.000 kasus. Angka ini turun dibandingkan Kamis (13/1), di mana penambahan kasus harian Covid-19 mencapai 150.000.



(pwn/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER