Xi Jinping Ancam 'Malapetaka' jika Dunia Lawan China

CNN Indonesia
Selasa, 18 Jan 2022 20:00 WIB
Presiden China, Xi Jinping, memperingatkan dunia bahwa konfrontasi dengan negaranya hanya akan menimbulkan konsekuensi malapetaka. Presiden China, Xi Jinping, memperingatkan dunia bahwa konfrontasi dengan negaranya hanya akan menimbulkan konsekuensi malapetaka. (AFP Photo/Lintao Zhang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China, Xi Jinping, memperingatkan dunia bahwa konfrontasi dengan negaranya hanya akan menimbulkan konsekuensi malapetaka.

"Sejarah telah membuktikan dari waktu ke waktu, konfrontasi tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya menimbulkan konsekuensi malapetaka," ujar Xi di Sesi Virtual Forum Ekonomi Dunia 2022, Senin (17/1), sebagaimana dilansir di laman Kementerian Luar Negeri China.

"Perilaku penahanan, pembatasan, atau konfrontasi hanya meningkatkan kerugian, bukannya kebaikan, untuk kedamaian dan keamanan dunia."


Xi juga mengimbau dunia untuk membuang mentalitas Perang Dingin. Ia meminta dunia agar hidup berdampingan secara damai dan mencari hasil yang sama-sama menguntungkan.

China memang tengah menghadapi masalah dengan berbagai negara, khususnya Amerika Serikat. Kedua negara kerap terlibat konflik, mulai dari pemboikotan Olimpiade Musim Dingin di Beijing, adu kekuatan militer, hingga kedaulatan Taiwan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China juga mewanti-wanti Amerika Serikat akan menerima konsekuensi sangat berat karena mendukung niat Taiwan untuk merdeka.

"AS melanggar janji yang dibuat kala China dan AS membangun hubungan diplomatik, membenarkan dan mendukung pasukan 'kemerdekaan Taiwan', juga berusaha mendistorsi dan melubangi prinsip satu-China," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, seperti dikutip AFP.

Di sisi lain, AS tetap terus menjalin relasi dengan Taiwan. Mereka bahkan berencana mengundang Taiwan ke latihan militer pada 2022.

Tak hanya itu, Amerika Serikat dan China juga ribut karena Washington memutuskan memboikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin di Beijing. Denmark, Australia, dan Inggris kemudian mengikuti jejak AS.

China dan AS juga kerap bersaing untuk memperkuat militer mereka. Armada Laut China diklaim memiliki armada laut terbesar di dunia.

Wakil Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal John Hyten, juga sempat menuturkan China akan mengalahkan militer AS jika Pentagon tak segera berbenah.

"Kecepatan mereka bergerak dan proyeksi mereka ke depan akan mengalahkan Rusia dan AS jika kita tidak melakukan sesuatu untuk mencegahnya. Itu akan terjadi, jadi saya pikir kita harus bergerak," ujar Hyten, seperti dikutip CNN.

(pwn/has/bac)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER