Facebook Ancam Hapus Akun Kepala UN Watch karena Dukung Israel

CNN Indonesia
Kamis, 20 Jan 2022 05:19 WIB
Facebook mengancam akan menghapus akun pribadi direktur lembaga pengawas PBB, Hillel Neuer, karena mengunggah konten dukungan terhadap Israel. Pawai para warga Israel. (REUTERS/AMMAR AWAD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook mengancam akan menghapus akun pribadi direktur lembaga pengawas PBB, Hillel Neuer, karena mengunggah konten dukungan terhadap Israel yang disebut melanggar aturan komunitas.

Direktur eksekutif UN Watch Hillel Neuer diperingatkan Facebook atas unggahannya di halaman terkait pemboikotan Israel. Ia juga diberitahu bahwa halamannya telah diberi sanksi berupa penyembunyian unggahan.

"Ternyata, seperti saya duga, Facebook dengan sengaja dan tidak adil menyembunyikan postingan saya dari publik," kata Neuer dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Times of Israel, Selasa (18/1).


"Sekarang mereka sewenang-wenang mengancam untuk menghapus akun saya. Ini situasi Kafkaesque, dan sama sekali tidak masuk akal," sambungnya.

Facebook diketahui mengirim peringatan bahwa halaman Neuer berisiko tidak dipublikasikan karena melanggar Standar Komunitas.

Peringatan itu merujuk pada satu unggahan Neuer yang diunggah pada 17 Agustus 2021 di mana dalam postingan tersebut Neuer menggunakan foto Taliban Afghanistan untuk mengomentari isu pemboikotan Israel.

Unggahan tersebut menunjukkan foto orang-orang bersenjata Taliban di istana kepresidenan di Kabul yang diberi keterangan "Prediksi: Ben & Jerry's tidak akan pernah mengumumkan boikot terhadap Taliban".

Diketahui, unggahan itu diunggah Neuer usai perusahaan es krim Ben & Jerry's memutuskan tak menjual produknya di wilayah Palestina yang kini diduduki Israel.

"Tidak ada penjelasan yang diberikan, Facebook juga tidak menanggapi upaya Neuer untuk mengajukan pembatalan atas keputusan tersebut," kata UN Watch.

UN Watch menyebut mereka terganggu atas ketidakjelasan penerapan Standar Komunitas Facebook. Mereka juga mengatakan Facebook kurang transparan dan sewenang-wenang dalam menerapkan standar tersebut.

"Ada kemungkinan bahwa penyensoran ini disebabkan oleh individu yang menyalahgunakan standar tersebut, bertindak dengan itikad buruk untuk mengatur keluhan sembrono, namun apa pun alasannya, hal itu harus dihentikan," ujar Neuer.

Halaman Facebook Neuer pertama kali didirikan pada Mei 2009 dan memiliki 49 ribu pengikut. Sementara halaman utama UN Watch memiliki lebih dari 168 ribu pengikut.

UN Watch merupakan organisasi non pemerintah yang bertujuan memerangi rasisme, anti semitisme, dan prasangka anti-Israel di PBB. Organisasi itu telah terakreditasi PBB yang memungkinkan anggotanya berpartisipasi di kancah global. Beberapa kali UN Watch menggelar kampanye untuk melawan pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia.

"Kami mengandalkan media sosial untuk membagikan informasi penting kami mengenai hak asasi manusia dan PBB, namun Facebook menahan suara kami dan sekarang mengancam akan menutup kami," kata UN Watch.



(blq/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER