Biden Yakin Putin Akan Luncurkan Serangan ke Ukraina

rds | CNN Indonesia
Kamis, 20 Jan 2022 09:30 WIB
Presiden Joe Biden yakin betul Presiden Vladimir Putin tengah merencanakan menyerang Ukraina dan bersumpah AS akan membalas jika hal itu terjadi. Biden yakin betul Putin tengah merencanakan menyerang Ukraina dan bersumpah AS akan membalas jika hal itu terjadi. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperkirakan Rusia akan melancarkan serangan terhadap Ukraina setelah Moskow mengerahkan sejumlah pasukan dari timur ke Belarus.

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (19/1), Biden bersumpah Amerika akan membalas Rusia jika benar-benar menginvasi Ukraina.

"Dugaan saya adalah dia (Putin) sedang bergerak. Dia harus melakukan sesuatu," kata Biden saat ditanya soal rencana Putin terhadap Ukraina.


"Rusia akan membayar tanggungjawab jika menyerang dan itu tergantung pada apa yang dilakukan (Putin).

Biden mengaskan jika pasukan militer Rusia bergerak melintasi perbatasan Ukraina, itu adalah bentuk invasi baru dan itu akan direspons dengan cepat dan keras oleh Amerika dan sekutu.

Jika mereka (Rusia) benar-benar melakukan apa yang mampu mereka lakukan, itu akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut," papar Biden seperti dikutip Reuters.

Ketegangan AS dan Rusia terus memanas setelah Moskow disebut mengerahkan ratusan ribu pasukan ke dekat Ukraina sebagai persiapan menginvasi negara itu lagi setelah aneksasi Crimea pada 2014 lalu.

Rusia membantah rumor invasi tersebut dan menuding balik AS dan sekutu memicu ketegangan terutama terkait rencana keanggotaan Ukraina di NATO yang selama ini dikecam Moskow.

Terlepas dari bantahan invasi, Rusia dengan terbuka menyatakan telah mengerahkan sejumlah pasukan dari wilayah timur ke Belarus dalam rangka latihan perang bersama, Allied Resolve 2022.

Pengerahan pasukan ini semakin memperumit ketegangan di perbatasan Ukraina.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexander Fomin, mengatakan, latihan bersama dengan Belarus akan melibatkan latihan tanggapan terhadap ancaman eksternal. Latihan itu diperkirakan akan berlangsung pada 10-20 Februari.

Sementara itu, NATO dan sejumlah negara anggota seperti Inggris pun telah mengerahkan bantuan senjata bagi Ukraina.

Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengatakan negaranya telah mengerahkan sejumlah senjata anti-tank dan pasukan ke Kiev untuk melatih tentara Ukraina dalam waktu singkat.



(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER