Pengamat Korut Ungkap Penyebab Kim Jong-un Makin Kurus

CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 10:37 WIB
Pengamat Korea Utara mengungkapkan penyebab pemimpin negara itu, Kim Jong-un, terlihat semakin kurus. Pemimpin Korut Kim Jong-un semakin kurus, pengamat ungkap penyebabnya. (AP/朝鮮通信社)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat Korea Utara mengungkapkan penyebab pemimpin negara itu, Kim Jong-un, terlihat semakin kurus. Ahli studi Korea Utara itu menilai Kim Jong-un tak bisa mendapatkan asupan makan favoritnya akibat pembatasan Covid-19.

Kim Jong-un terkenal menyukai keju Swiss. Ia pernah dilaporkan memakan banyak sekali keju sehingga membuatnya kelebihan berat badan dan melukai pergelangan kakinya.

Kim juga menyukai ayam goreng, vodka Rusia, Hennessy Cognac, dan sampanye.


"Kita tahu dia (Kim) memiliki akses yang baik, ia menyukai keju, ia peminum berat, ia mendapatkan akses ke seluruh makanan cepat saji," kata seorang dosen Institut Studi Korea di University of Central Lancashire, Sojin Lim, kepada Metro.

"Namun karena penutupan perbatasan ini, cara Kim membawa seluruh makanan ini ke Korut harus terputus. Ia tak memiliki variasi yang sama lagi," lanjutnya.

Selain itu, Lim menyinggung Kim tetap kurus demi melindungi citra di masyarakat, mengingat Korut kini menghadapi kelaparan.

"Jika dia mempertahankan tampilan itu (gemuk), itu hanya akan menambah keluhan masyarakat," ungkapnya lagi.

Lim juga menilai penurunan berat badan Kim ini juga menunjukkan ia 'berempati' dengan masyarakat.

"Ini menunjukkan pada warga, 'saya bersama kalian, saya tidak mengambil seluruh makanan ini untuk saya sendiri,' saya seperti kamu, saya juga menderita," tuturnya.

Dalam beberapa foto yang muncul, Kim terlihat semakin kurus. Otoritas Korut mengklaim Kim makan lebih sedikit demi negara, yang kini sedang mengalami kekurangan makan.

Strategi nol-Covid Korut menjadi salah satu penyebab negara ini kekurangan makanan. Jalur perdagangan Korut dengan mitra internasional satu-satunya, yakni China, sempat terputus selama bertahun-tahun.

Akibatnya, warga harus mengalami kekurangan pangan dan produk lain, seperti minyak goreng dan ban.



(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER