PBB Kutuk Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Tewaskan 60 Orang

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 22 Jan 2022 13:50 WIB
PBB mengutuk serangan udara oleh koalisi Saudi di Yaman pada Jumat (21/1) yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 60 orang di pusat penahanan di Saada. PBB mengutuk serangan udara oleh koalisi Saudi di Yaman pada Jumat (21/1) yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 60 orang di pusat penahanan di Saada. (REUTERS/NAIF RAHMA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan udara oleh koalisi Saudi di Yaman pada Jumat (21/1) yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 60 orang di pusat penahanan di Saada yang dikuasai Houthi.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan, beberapa orang, termasuk migran Afrika, tewas dalam serangan itu.

Selama konferensi pers pada Jumat kemarin, Sekjen PBB Antionio Guterres mengatakan bahwa eskalasi harus segera dihentikan. Dia juga telah menyerukan penyelidikan atas serangan mematika ini.


Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric mengatakan serangan udara mematikan lanjutan dilaporkan terjadi di tempat lain di Yaman. Dalam serangan kali ini anak-anak dilaporkan turut jadi korban tewas.

"Serangan udara terhadap fasilitas telekomunikasi di Hodeidah juga secara signifikan mengganggu layanan internet vital di sebagian besar negara," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan.

"Sekretaris Jenderal menyerukan penyelidikan yang cepat, efektif, dan transparan atas insiden-insiden ini untuk memastikan akuntabilitas."

Save the Children menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga anak dilaporkan tewas di Hodeidah, Yaman.

Dujarric kemudian mengungkapkan jika Guterres mengingatkan semua pihak bahwa mereka berkewajiban untuk memastikan bahwa "warga sipil dilindungi dari bahaya yang timbul dari operasi militer, mengikuti prinsip-prinsip proporsionalitas, pembedaan, dan kehati-hatian."

Koalisi militer yang dipimpin Saudi telah memerangi kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sejak 2015. Koalisi menyebut laporan puluhan kematian dalam serangan ini akan diselidiki lewat proses independen yang disetujui secara internasional.

Koalisi Saudi Bantah Serang Pusat Tahanan

Namun, koalisi pimpinan Saudi membantah menargetkan pusat penahanan di Saada, Yaman, dengan mengatakan fasilitas yang diserang bukanlah situs yang dibatasi dari serangan.

"Koalisi akan memberi tahu Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Yaman (OCHA) dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) tentang fakta dan detailnya," kata kantor berita resmi Saudi SPA mengutip juru bicara koalisi, seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan target di Saada tidak termasuk dalam daftar tanpa-target yang disepakati dengan OCHA, tidak dilaporkan oleh ICRC, dan tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Konvensi Jenewa Ketiga untuk Tawanan Perang.

(Reuters/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER