Jakarta, CNN Indonesia -- Mendengar kata Mafia Italia kerap terbayang akan sekelompok pria berjas yang brutal dengan sederet tindak kriminalnya.
Berbeda dengan gangster, aktivitas mafia cenderung lebih terorganisir, rahasia, dan memiliki banyak jaringan dan koneksi orang penting di berbagai negara.
Karena itu, mafia identik dengan kejahatan kelas kakap seperti kartel narkoba, penyelundupan senjata, pemerasan, hingga manipulasi pemilihan umum demi mendapatkan uang dan memperluas 'wilayah kekuasaan'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kelompok mafia turut menjalankan bisnis guna memutar uang dan menambah pundi-pundi organisasi.
Salah satu sindikat mafia terbesar di Italia dan dunia saat ini disebut memiliki pendapatan hingga sekitar Rp863 triliun per tahun atau lebih dari total gabungan pendapatan Deutsche Bank dan McDonald's.
Beberapa klan mafia Italia beroperasi hingga ke berbagai penjuru dunia, bersaing dengan mafia-mafia yang sama kejamnya dari negara lain seperti Rusia, China, hingga Albania.
Dalam beberapa kasus, sejumlah kelompok mafia saling bekerja sama melakukan tindakan kejahatan dan membagi rata hasilnya.
Uni Eropa bahkan mengakui sindikat mafia Italia merupakan ancaman keamanan nyata bagi blok tersebut.
Saat ini, setidaknya ada tiga sindikat mafia terbesar di Italia yakni Cosa Nostra (Mafia Sicilia), Camorra dari Naples, 'Ndrangheta dari Calabria, dan Sacra Corona Unita dari Puglia.
Menurut Badan Uni Eropa untuk urusan Kerja Sama Penegakkan Hukum (Europol), mafia Italia mampu memanipulasi hasil pemilihan umum dan menempatkan orang-orang mereka di posisi penting pemerintahan dan daerah yang jauh dari wilayah kekuasaannya.
"Memanfaatkan celah legislatif dan menggunakan jasa administrator dan profesional yang korup, mereka (mafia) mencuci uang dan mengelolanya," bunyi laporan Europol tahun 2013.
Asal Mula Terbentuk Mafia
Mafia muncul pertama kali dari Sicilia, Italia, sekitar ratusan tahun lalu, tepatnya pertengahan abad ke-19.
Saat itu, Sicilia masih diduduki koloni asing. Warga Sicilia pun bersatu membentuk sebuah kelompok yang disebut "mafioso" untuk membela dan melindungi warga di kawasan tersebut dari penjajah.
Di Sisilia, "mafioso" yang berarti anggota mafia awalnya tak memiliki konotasi kriminal dan biasa digunakan pada seseorang yang curiga terhadap tindak tanduk pemerintah pusat, seperti dikutip History.
Namun, seiring berjalannya waktu, kelompok mafioso ini berubah fungsi menjadi tentara swasta atau "mafie" yang kerap memeras pejabat hingga konglomerat pemilik tanah dengan menuntut uang sebagai jaminan keamanan.
Sejak itu, mafia menjadi organisasi kriminal yang kejam dan sekarang dikenal sebagai Cosa Nostra, sindikat mafia paling terkenal di dunia.
Cosa Nostra (Mafia Sicilia) bisa dibilang pelopor mafia di dunia yang terbentuk berdasarkan klan keluarga.
Karena itu, mafia identik dengan kesetiaan para anggotanya terhadap organisasi. Sanksi berat hingga nyawa jadi taruhan jika ada oknum yang ketahuan membangkang apalagi berkhianat.
Sementara itu, tujuan utama mafia beroperasi adalah uang dan kekuasaan. Mafia kerap didefinisikan sebagai pemberontak atau kelompok yang anti-negara.
Padahal, Mafia pada umumnya beroperasi di dalam sebuah negara dengan pemerintah yang sah.
Mafia kerap berupaya menyusup ke dalam pemerintah daerah untuk melemahkan sistem dan pada akhirnya menyalahgunakan dana publik. Karena itu, mafia kerap dianggap membentuk negara bayangan.
Sebab, di wilayah kekuasaannya, Mafia kerap bertingkah layaknya pemerintah berdaulat mulai dari membuat aturan dan hukum sendiri, menghukum setiap pelanggar, hingga memungut pajak dan cukai terhadap warga hingga pemerasan.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Dari Sicilia hingga Amerika
Sekitar 49 orang diduga anggota Ndrangheta ditangkap polisi Italia pada 2007. (FOTO: AFP/DAMIEN MEYER)
Dari Sicilia hingga Amerika
Sebagai pelopor sindikat mafia di dunia, pengaruh Mafia Sicilia tak bisa diremehkan. Cosa Nostra bisa dianggap cikal bakal aktivitas mafia muncul di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Mengutip laman resmi Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Mafia Sicilia berkembang di Negeri Paman Sam lewat imigrasi beberapa anggotanya di akhir 1800, awal 1900, pertengahan 1960, hingga awal 1970.
Mafiosi bergengsi, Giuseppe Esposito, merupakan anggota Mafia Sicilia pertama yang diketahui bermigrasi ke Amerika. Pada November 1878, Esposito dan enam mafia Sicilia lain tiba di Kota New York dari Palermo melalui Marseilles, Prancis, menggunakan kapal.
Esposito dan enam mafia tersebut terpaksa melarikan diri ke New York karena menjadi buronan atas pembunuhan 11 konglomerat tanah, kanselir, hingga wakil rektor di Sicilia.
Mafia Sicilia pun pertama kali terbentuk dan beroperasi di New Orleans pada 1800-an, dan kemudian di kota New York pada 1920-an. Di tahun yang sama, Perdana Menteri Italia, Benito Mussolini, berkuasa dan melancarkan penangkapan besar-besaran sindikat Mafia Sicilia yang ia lihat sebagai ancaman dari rezim Fasisnya.
Pada 1950, Mafia Sicilia kembali berkembang di tengah pembangunan masif pasca-Perang Dunia II hingga mampu membangun "kerajaannya" hingga beberapa dekade setelahnya.
Di 1970, Mafia Sicilia menjadi pemain besar perdagangan narkotika internasional. Mafia Sicilia yang datang ke AS di pada pertengahan 1960 dan awal 1970 melancarkan kegiatan kriminal mereka dengan menyamar dan menjalankan bisnis sebagai penjual pizza.
Berkedok restoran pizza, Mafia Sicilia dapat menyelundupkan heroin dalam jumlah besar ke Amerika. Di periode 1982 hingga 1983, salah satu klan dari Mafia ini mampu mengimpor satu setengah ton heroin ke New York, yang dinilai memiliki nilai grosir lebih dari US$333 juta (Rp4,7 triliun).
Di periode 1980 sampai 1983, kelompok Mafia Sicilia New York terbukti mengirimkan lebih dari US$40 juta (Rp574 miliar) uang tunai dari New York ke Sicilia lewat Swiss.
Pada 1984, direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menjadikan kasus Mafia Sicilia sebagai prioritas utama badan tersebut. Beberapa agensi lain membantu mereka mengumpulkan informasi intelijen terkait Mafia Sicilia.
Seperti Mafia Sicilia, keluarga Mafia Amerika berhasil menjaga rahasia dan kesuksesan mereka karena kesetiaan, pun juga kemampuan mereka untuk menyuap dan mengintimidasi pejabat publik, pemimpin bisnis, jaksa, hingga hakim.
Saat ini, Mafia Sicilia merupakan organisasi kriminal yang tangguh di Amerika Serikat, mengendalikan jaringan distribusi heroin di seluruh dunia. Beberapa organisasi penegak hukum dunia saling bekerja sama untuk melawan aksi kriminal Mafia Sicilia.
[Gambas:Photo CNN]