Penuturan WNI di Ibu Kota Ukraina, Mulai Bidik Lokasi Bungker
CNN Indonesia
Selasa, 15 Feb 2022 19:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Benni Sitanggang WNI di Kiev Ukraina. (Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Negara Indonesia di Kiev, Benni Sitanggang, berbagi cerita dan informasi situasi di ibu kota Ukraina itu di tengah ancaman serangan Rusia.
Benni mengungkapkan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/2), mulai membidik lokasi bungker atau persembunyian bawah tanah jika benar Rusia melancarkan serangan. Namun, ia mengungkapkan saat ini kondisi di Kiev masih aman.
Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin panas. Ribuan pasukan Rusia disebut berada di perbatasan Ukraina sebagai persiapan untuk menyerang Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Moskow terus membantah klaim ini dan menyatakan penempatan pasukan tersebut dilakukan untuk membela diri seandainya Ukraina masuk ke NATO dan memutuskan menyerang Rusia.
Ketegangan dirasakan di perbatasan kedua negara. Namun, situasi itu tampaknya tidak terlalu dirasakan di ibu kota Ukraina Kiev.
Salah satu WNI di Kiev, Benni, mengungkapkan sedikit informasi terkait keadaan negara itu kala desas-desus perang menerpa.
Menurut Benni yang telah tinggal di Ukraina selama hampir delapan tahun, situasi di Ukraina kini masih tetap tenang. Keadaan di Kiev bahkan menurutnya tak menggambarkan bahwa negara itu tengah dalam kondisi genting darurat perang.
"Kondisi kita di Ukraina khususnya di kota kami tinggal sekarang itu, situasinya masih kondusif dan aman. Kita melakukan aktivitas seperti biasa, sekolah, restoran-restoran masih tetap buka, bar-bar juga masih buka, kendaraan umum, transportasi umum masih tetap berjalan seperti biasanya," kata Benni saat diwawancara CNNIndonesia.com, Selasa (15/2).
Meski demikian, Benni masih tetap bersikap waspada. Benni juga menceritakan bahwa ia telah mendapatkan peta terkait lokasi bunker seandainya hal yang tak diinginkan terjadi.
Saat ditanya kondisi WNI lain yang kini berada di Ukraina, Benni mengatakan semuanya dalam kondisi aman.
"Kalau keadaan kita, warga Indonesia yang tinggal di Ukraina itu, semuanya baik-baik saja, sehat-sehat saja," ujar Benni.
"Kita selalu komunikasi karena kita punya grup warga negara Indonesia di Ukraina, dan di grup itu juga kita tersambung dengan konsuler KBRI dan semua staf KBRI juga. Jadi selalu ada informasi update di situ, dan seruan KBRI untuk kita itu adalah tetap tenang, dan memantau perkembangan situasi," lanjutnya.
Sementara itu, Benni mengungkapkan masih belum ada kemungkinan WNI akan dievakuasi.
"Untuk dievakuasi belum ya. Tapi kita itu udah ada persiapan, persiapan dokumen yang dibutuhkan, jika terjadi apa-apa, di satu tas dan juga pakaian tertentu, jadi nanti pas kalau ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita udah siap," ucap Benni.
Walaupun begitu, Benni menuturkan WNI diberikan kebebasan untuk memilih pulang atau tidak.
Kala ditanya konflik yang terjadi di perbatasan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir, Benni menuturkan meski konflik perbatasan ini sudah terjadi sejak ia menempatkan kaki di Ukraina, yakni pada 2014, situasi di wilayah tersebut memanas akhir-akhir ini.
Merespons kabar potensi konflik antara Rusia dan Ukraina, Benni tetap merasa khawatir. Meski demikian, kekhawatirannya ini masih bisa ditangani selama ia masih tetap memperbarui informasi dari berita dan pemerintah. Benni juga mengaku lebih fokus membaca berita lokal Ukraina.
Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Negara Indonesia di Kiev, Benni Sitanggang, berbagi cerita dan informasi situasi di ibu kota Ukraina itu di tengah ancaman serangan Rusia.
Benni mengungkapkan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/2), mulai membidik lokasi bungker atau persembunyian bawah tanah jika benar Rusia melancarkan serangan. Namun, ia mengungkapkan saat ini kondisi di Kiev masih aman.
Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin panas. Ribuan pasukan Rusia disebut berada di perbatasan Ukraina sebagai persiapan untuk menyerang Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Moskow terus membantah klaim ini dan menyatakan penempatan pasukan tersebut dilakukan untuk membela diri seandainya Ukraina masuk ke NATO dan memutuskan menyerang Rusia.
Ketegangan dirasakan di perbatasan kedua negara. Namun, situasi itu tampaknya tidak terlalu dirasakan di ibu kota Ukraina Kiev.
Salah satu WNI di Kiev, Benni, mengungkapkan sedikit informasi terkait keadaan negara itu kala desas-desus perang menerpa.
Menurut Benni yang telah tinggal di Ukraina selama hampir delapan tahun, situasi di Ukraina kini masih tetap tenang. Keadaan di Kiev bahkan menurutnya tak menggambarkan bahwa negara itu tengah dalam kondisi genting darurat perang.
"Kondisi kita di Ukraina khususnya di kota kami tinggal sekarang itu, situasinya masih kondusif dan aman. Kita melakukan aktivitas seperti biasa, sekolah, restoran-restoran masih tetap buka, bar-bar juga masih buka, kendaraan umum, transportasi umum masih tetap berjalan seperti biasanya," kata Benni saat diwawancara CNNIndonesia.com, Selasa (15/2).
Meski demikian, Benni masih tetap bersikap waspada. Benni juga menceritakan bahwa ia telah mendapatkan peta terkait lokasi bunker seandainya hal yang tak diinginkan terjadi.
Ungkap Kabar Semua WNI di Kiev
Foto: Istimewa
Saat ditanya kondisi WNI lain yang kini berada di Ukraina, Benni mengatakan semuanya dalam kondisi aman.
"Kalau keadaan kita, warga Indonesia yang tinggal di Ukraina itu, semuanya baik-baik saja, sehat-sehat saja," ujar Benni.
"Kita selalu komunikasi karena kita punya grup warga negara Indonesia di Ukraina, dan di grup itu juga kita tersambung dengan konsuler KBRI dan semua staf KBRI juga. Jadi selalu ada informasi update di situ, dan seruan KBRI untuk kita itu adalah tetap tenang, dan memantau perkembangan situasi," lanjutnya.
Sementara itu, Benni mengungkapkan masih belum ada kemungkinan WNI akan dievakuasi.
"Untuk dievakuasi belum ya. Tapi kita itu udah ada persiapan, persiapan dokumen yang dibutuhkan, jika terjadi apa-apa, di satu tas dan juga pakaian tertentu, jadi nanti pas kalau ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita udah siap," ucap Benni.
Walaupun begitu, Benni menuturkan WNI diberikan kebebasan untuk memilih pulang atau tidak.
Kala ditanya konflik yang terjadi di perbatasan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir, Benni menuturkan meski konflik perbatasan ini sudah terjadi sejak ia menempatkan kaki di Ukraina, yakni pada 2014, situasi di wilayah tersebut memanas akhir-akhir ini.
Merespons kabar potensi konflik antara Rusia dan Ukraina, Benni tetap merasa khawatir. Meski demikian, kekhawatirannya ini masih bisa ditangani selama ia masih tetap memperbarui informasi dari berita dan pemerintah. Benni juga mengaku lebih fokus membaca berita lokal Ukraina.