Deret Negara Tampar Rusia dengan Sanksi Gara-gara Invasi Ukraina
CNN Indonesia
Rabu, 23 Feb 2022 19:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah negara beramai-ramai menampar Rusia usai Presiden Vladimir Putin mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina yang dikuasai separatis. (AFP/Alexei Druzhinin)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara menampar Rusia dengan sanksi karena Moskow mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina yang dikuasai separatis. Rusia dianggap melakukan invasi karena mengirim pasukan ke wilayah Ukraina itu.
Sebagai negara rival Rusia, Amerika Serikat langsung menjatuhkan sanksi tak lama setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keputusannya. Negara-negara sekutu AS juga ikut menjatuhkan sanksi.
Berikut daftar negara yang menjatuhkan sanksi atas Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Amerika Serikat
Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa AS menjatuhkan sanksi yang bakal menghalangi Rusia mendapatkan uang dari bank negara-negara Barat dengan cara melarang penjualan surat utang negara Rusia.
Sanksi ini juga mencakup pembekuan aset dua bank Rusia, Vnesheconombank (VEB) dan Promsvyazbank (PSB). Kedua institusi ini disebut merupakan penyokong utama yang mendongkrak ekonomi dan kekuatan militer Rusia.
Kementerian Keuangan AS menyebut dua bank Rusia itu memiliki aset sekitar miliaran dollar AS.
AS juga akan membekukan aset sejumlah elite Rusia di negara itu. Mereka melarang elite-elite tersebut menggunakan layanan perbankan Washington.
2. Australia
Australia menjatuhkan sanksi kepada delapan anggota dewan keamanan Rusia. Kedelapan anggota dewan asal Rusia ini mendapatkan sanksi larangan perjalanan.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menilai para pejabat itu bertanggung jawab atas tindakan Rusia ke Ukraina.
"Mereka bertindak seperti preman dan perundung. Australia akan selalu melawan pengganggu dan kami akan melawan Rusia," ujar Morrison, sebagaimana dikutip AFP, Rabu (23/2).
Canberra juga berencana menjatuhkan sanksi untuk bank-bank Moskow.
3. Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, mengumumkan negaranya akan menjatuhkan sanksi dalam bentuk menghentikan penjualan surat utang Rusia di London.
"Kami jelas mengatakan kami akan membatasi akses Rusia ke pasar Inggris," ujar Truss kepada Sky, seperti dikutip Reuters, Rabu (23/2).
Sebelumnya, Inggris juga bakal menjatuhkan sanksi kepada lima bank dan tiga orang super kaya Rusia. Tiga orang super kaya tersebut adalah Gennady Timchenko, Boris Rotenberg, dan Igor Rotenberg.
Dengan sanksi ini, aset ketiga pebisnis tersebut yang berada di Inggris bakal dibekukan. Timchenko, Boris, dan Igor juga dilarang masuk ke Inggris.
"Ini merupakan langkah pertama dari rentetan awal yang kami siap lakukan, dan kami siap menjatuhkan sanksi lebih jauh bersama Amerika Serikat dan Uni Eropa," kata Perdana Menteri Boris Johnson di hadapan parlemen, Selasa (22/2).
Daftar berlanjut ke halaman berikutnya >>>
4. Jepang
Jepang juga menampar Rusia dengan sanksi. Sanksi itu berupa pemblokiran transaksi bank Rusia dan pembekuan aset tokoh elite Moskow.
"Aksi Rusia nyata sekali merusak kedaulatan Ukraina dan melanggar hukum internasional. Kami mengkritik manuver (Rusia) ini dan mendesak Rusia kembali berunding," ujar Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, seperti dilansir Reuters.
Selain itu, Jepang juga memutus pasokan gas dan bahan bakar minyak dari Rusia. Menurut Kishida, sanksi ini tak akan menjadi bumerang bagi Jepang karena negara itu memiliki cadangan minyak dan gas yang cukup.
5. Kanada
Kanada juga turut melayangkan sanksi bagi Rusia. Pemerintah Kanada melarang warga negaranya bertransaksi dengan orang-orang dari Donetsk dan Luhansk. Kanada juga melarang masyarakatnya terlibat pembelian surat utang negara Rusia.
Kanada juga akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap anggota parlemen Rusia yang mendukung agresi Moskow ke Ukraina. Kanada juga bakal memblokade dua bank Rusia.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, juga menjatuhkan "sanksi" dengan menghentikan proyek pipa gas Rusia sebagai respons atas pengakuan kemerdekaan Donetsk dan Luhansk yang dilakukan Putin.
Scholz menuturkan, ia telah memerintahkan penghentian proses "review" pihak berwenang atas proyek Nord Stream 2, proyek pipa yang ditujukan untuk mengalirkan gas alam dari Rusia ke Jerman.
"Kedengarannya teknis, tapi ini langkah administratif yang diperlukan agar tak ada sertifikasi pipa. Tanpa sertifikasi ini, Nord Stream 2 tak bisa mulai beroperasi," kata Scholz, seperti dikutip AFP, Selasa (22/2).
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara menampar Rusia dengan sanksi karena Moskow mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina yang dikuasai separatis. Rusia dianggap melakukan invasi karena mengirim pasukan ke wilayah Ukraina itu.
Sebagai negara rival Rusia, Amerika Serikat langsung menjatuhkan sanksi tak lama setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keputusannya. Negara-negara sekutu AS juga ikut menjatuhkan sanksi.
Berikut daftar negara yang menjatuhkan sanksi atas Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Amerika Serikat
Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa AS menjatuhkan sanksi yang bakal menghalangi Rusia mendapatkan uang dari bank negara-negara Barat dengan cara melarang penjualan surat utang negara Rusia.
Sanksi ini juga mencakup pembekuan aset dua bank Rusia, Vnesheconombank (VEB) dan Promsvyazbank (PSB). Kedua institusi ini disebut merupakan penyokong utama yang mendongkrak ekonomi dan kekuatan militer Rusia.
Kementerian Keuangan AS menyebut dua bank Rusia itu memiliki aset sekitar miliaran dollar AS.
AS juga akan membekukan aset sejumlah elite Rusia di negara itu. Mereka melarang elite-elite tersebut menggunakan layanan perbankan Washington.
2. Australia
Australia menjatuhkan sanksi kepada delapan anggota dewan keamanan Rusia. Kedelapan anggota dewan asal Rusia ini mendapatkan sanksi larangan perjalanan.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menilai para pejabat itu bertanggung jawab atas tindakan Rusia ke Ukraina.
"Mereka bertindak seperti preman dan perundung. Australia akan selalu melawan pengganggu dan kami akan melawan Rusia," ujar Morrison, sebagaimana dikutip AFP, Rabu (23/2).
Canberra juga berencana menjatuhkan sanksi untuk bank-bank Moskow.
3. Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, mengumumkan negaranya akan menjatuhkan sanksi dalam bentuk menghentikan penjualan surat utang Rusia di London.
"Kami jelas mengatakan kami akan membatasi akses Rusia ke pasar Inggris," ujar Truss kepada Sky, seperti dikutip Reuters, Rabu (23/2).
Sebelumnya, Inggris juga bakal menjatuhkan sanksi kepada lima bank dan tiga orang super kaya Rusia. Tiga orang super kaya tersebut adalah Gennady Timchenko, Boris Rotenberg, dan Igor Rotenberg.
Dengan sanksi ini, aset ketiga pebisnis tersebut yang berada di Inggris bakal dibekukan. Timchenko, Boris, dan Igor juga dilarang masuk ke Inggris.
"Ini merupakan langkah pertama dari rentetan awal yang kami siap lakukan, dan kami siap menjatuhkan sanksi lebih jauh bersama Amerika Serikat dan Uni Eropa," kata Perdana Menteri Boris Johnson di hadapan parlemen, Selasa (22/2).
Daftar berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Deret Negara Tampar Rusia dengan Sanksi Gara-gara Invasi Ukraina
Sejumlah negara beramai-ramai menampar Rusia usai Presiden Vladimir Putin mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina yang dikuasai separatis. (AFP/Alexy Nikolsky)
4. Jepang
Jepang juga menampar Rusia dengan sanksi. Sanksi itu berupa pemblokiran transaksi bank Rusia dan pembekuan aset tokoh elite Moskow.
"Aksi Rusia nyata sekali merusak kedaulatan Ukraina dan melanggar hukum internasional. Kami mengkritik manuver (Rusia) ini dan mendesak Rusia kembali berunding," ujar Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, seperti dilansir Reuters.
Selain itu, Jepang juga memutus pasokan gas dan bahan bakar minyak dari Rusia. Menurut Kishida, sanksi ini tak akan menjadi bumerang bagi Jepang karena negara itu memiliki cadangan minyak dan gas yang cukup.
5. Kanada
Kanada juga turut melayangkan sanksi bagi Rusia. Pemerintah Kanada melarang warga negaranya bertransaksi dengan orang-orang dari Donetsk dan Luhansk. Kanada juga melarang masyarakatnya terlibat pembelian surat utang negara Rusia.
Kanada juga akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap anggota parlemen Rusia yang mendukung agresi Moskow ke Ukraina. Kanada juga bakal memblokade dua bank Rusia.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, juga menjatuhkan "sanksi" dengan menghentikan proyek pipa gas Rusia sebagai respons atas pengakuan kemerdekaan Donetsk dan Luhansk yang dilakukan Putin.
Scholz menuturkan, ia telah memerintahkan penghentian proses "review" pihak berwenang atas proyek Nord Stream 2, proyek pipa yang ditujukan untuk mengalirkan gas alam dari Rusia ke Jerman.
"Kedengarannya teknis, tapi ini langkah administratif yang diperlukan agar tak ada sertifikasi pipa. Tanpa sertifikasi ini, Nord Stream 2 tak bisa mulai beroperasi," kata Scholz, seperti dikutip AFP, Selasa (22/2).