6 Simbol Agresi Rusia di Ukraina dan Artinya, Z hingga V
pwn | CNN Indonesia
Selasa, 29 Mar 2022 14:47 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Simbol Z di tank Rusia. (REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemunculan simbol Z dan V di sejumlah peralatan militer Rusia kala menginvasi Ukraina masih menjadi misteri. Tak hanya simbol Z dan V, ada pula sejumlah simbol lain yang digunakan pasukan Rusia dalam invasi Rusia, yakni O, X, dan A.
Menurut militer Ukraina, simbol-simbol tersebut diduga menunjukkan pasukan tempat para tentara Rusia bekerja, dikutip dari Newsweek.
Mantan direktur lembaga think-tank Rusi, Michael Clarke, mengatakan ada peluang simbol-simbol tersebut digunakan sebagai indikator strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seringnya, simbol seperti ini dapat dimaknai sebagai basis lokasi, yang dapat digunakan untuk menginformasikan kemana sebuah unit pergi," kata Clarke.
"Jika mereka [simbol] hanya digunakan untuk menandai kendaraan milik Rusia, Anda cukup menggunakan satu simbol. Fakta bahwa mereka [simbol] berbeda, memberikan informasi lebih banyak. Mereka mungkin merupakan tanda yang memberitahukan kepada Anda ke mana sejumlah unit pergi, ke wilayah distrik timur laut atau barat laut, misalnya," jelas Clarke lagi.
Berbeda dengan Clarke, sejumlah ahli berpendapat simbol Z berarti "Za pobedy" atau "demi kemenangan" dalam bahasa Rusia. Ada juga yang menilai Z berarti "Zapad" atau "Barat," di mana beberapa ahli percaya Rusia telah memberikan isyarat bakal menargetkan Barat.
Tak hanya itu, ada pakar militer yang menilai simbol Z ini merupakan tanda incaran utama Rusia di invasi Ukraina, yakni Presiden Volodymyr Zelensky, sebagaimana dilansir CNN.
Berikut enam simbol yang digunakan Rusia dalam invasinya di Ukraina.
1. Simbol Z
Simbol Z digunakan untuk mengidentifikasi pasukan Rusia dari distrik militer timur. Rusia juga sempat dikabarkan menarik pasukan militer mereka dari distrik tersebut untuk ditempatkan ke Ukraina.
Kabar ini muncul kala kubu Rusia disebut mengalami kerugian besar dalam pertarungan di Ukraina. Rusia juga dikatakan mengalami kesulitan menjalankan operasi ofensif untuk melawan pertahanan Ukraina.
"Rusia sedang meningkatkan pencarian pasukan tambahan untuk memperkuat dan mengganti kerugian personel mereka," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris dalam laporan penilaian yang dirilis pada Selasa (15/3), dikutip dari CNN.
Awalnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bersikeras tak akan menyerahkan satu pun wilayah negaranya demi perdamaian. Namun, Zelensky mulai membuka opsi untuk membahas status Crimea.
3. Simbol O
Simbol O mengisyaratkan pasukan dari Belarus. Belarus sendiri merupakan salah satu negara bekas Uni Soviet yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia.
Negara Barat juga meyakini Belarus bakal siap membantu Rusia berperang di Ukraina.
"(Presiden Rusia Vladimir) Putin membutuhkan dukungan. Apa pun yang akan membantu," kata seorang pejabat NATO, Senin (21/3) dikutip CNN.
Ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa unit tempur Belarus siap meluncur ke Ukraina secepat mungkin dalam beberapa hari ke depan.
4. Simbol V
Simbol V diduga melambangkan pasukan angkatan laut. Angkatan Laut Rusia kerap meluncurkan serangan rudal dari kapal perang mereka ke Kota Mariupol, Ukraina.
Meski Turki telah menutup sejumlah jalur lautnya demi mencegah eskalasi perang, Rusia masih bisa menyerang Ukraina.
Seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan memiliki 21 kapal perang di Laut Hitam. Keberadaan kapal ini membuat Rusia masih bisa menyerang Ukraina meski Turki telah menutup beberapa selatnya.
Simbol disebut menunjukkan pasukan dari Chechnya. Pasukan dari Chechnya yang membantu Rusia merupakan 'anak buah' dari Ramzan Kadyrov.
Kadyrov adalah pemimpin Chechnya dan merupakan salah satu sekutu Putin. Pasukan Chechen di bawah Kadyrov juga sering 'menemani' Putin meluncurkan operasi militer, salah satunya di Georgia.
6. Simbol A
Simbol A mengisyaratkan unit dari pasukan khusus. Pasukan khusus Rusia sempat dikabarkan sempat diturunkan ke wilayah Donetsk.
Donetsk merupakan salah satu wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia dan diakui kemerdekaannya oleh Putin tak lama sebelum invasi ke Ukraina dilakukan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemunculan simbol Z dan V di sejumlah peralatan militer Rusia kala menginvasi Ukraina masih menjadi misteri. Tak hanya simbol Z dan V, ada pula sejumlah simbol lain yang digunakan pasukan Rusia dalam invasi Rusia, yakni O, X, dan A.
Menurut militer Ukraina, simbol-simbol tersebut diduga menunjukkan pasukan tempat para tentara Rusia bekerja, dikutip dari Newsweek.
Mantan direktur lembaga think-tank Rusi, Michael Clarke, mengatakan ada peluang simbol-simbol tersebut digunakan sebagai indikator strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seringnya, simbol seperti ini dapat dimaknai sebagai basis lokasi, yang dapat digunakan untuk menginformasikan kemana sebuah unit pergi," kata Clarke.
"Jika mereka [simbol] hanya digunakan untuk menandai kendaraan milik Rusia, Anda cukup menggunakan satu simbol. Fakta bahwa mereka [simbol] berbeda, memberikan informasi lebih banyak. Mereka mungkin merupakan tanda yang memberitahukan kepada Anda ke mana sejumlah unit pergi, ke wilayah distrik timur laut atau barat laut, misalnya," jelas Clarke lagi.
Berbeda dengan Clarke, sejumlah ahli berpendapat simbol Z berarti "Za pobedy" atau "demi kemenangan" dalam bahasa Rusia. Ada juga yang menilai Z berarti "Zapad" atau "Barat," di mana beberapa ahli percaya Rusia telah memberikan isyarat bakal menargetkan Barat.
Tak hanya itu, ada pakar militer yang menilai simbol Z ini merupakan tanda incaran utama Rusia di invasi Ukraina, yakni Presiden Volodymyr Zelensky, sebagaimana dilansir CNN.
Berikut enam simbol yang digunakan Rusia dalam invasinya di Ukraina.
1. Simbol Z
Simbol Z digunakan untuk mengidentifikasi pasukan Rusia dari distrik militer timur. Rusia juga sempat dikabarkan menarik pasukan militer mereka dari distrik tersebut untuk ditempatkan ke Ukraina.
Kabar ini muncul kala kubu Rusia disebut mengalami kerugian besar dalam pertarungan di Ukraina. Rusia juga dikatakan mengalami kesulitan menjalankan operasi ofensif untuk melawan pertahanan Ukraina.
"Rusia sedang meningkatkan pencarian pasukan tambahan untuk memperkuat dan mengganti kerugian personel mereka," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris dalam laporan penilaian yang dirilis pada Selasa (15/3), dikutip dari CNN.
Awalnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bersikeras tak akan menyerahkan satu pun wilayah negaranya demi perdamaian. Namun, Zelensky mulai membuka opsi untuk membahas status Crimea.
3. Simbol O
Simbol O mengisyaratkan pasukan dari Belarus. Belarus sendiri merupakan salah satu negara bekas Uni Soviet yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia.
Negara Barat juga meyakini Belarus bakal siap membantu Rusia berperang di Ukraina.
"(Presiden Rusia Vladimir) Putin membutuhkan dukungan. Apa pun yang akan membantu," kata seorang pejabat NATO, Senin (21/3) dikutip CNN.
Ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa unit tempur Belarus siap meluncur ke Ukraina secepat mungkin dalam beberapa hari ke depan.
Simbol O hingga A di Pasukan Rusia
Simbol Z di tank Rusia REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO
4. Simbol V
Simbol V diduga melambangkan pasukan angkatan laut. Angkatan Laut Rusia kerap meluncurkan serangan rudal dari kapal perang mereka ke Kota Mariupol, Ukraina.
Meski Turki telah menutup sejumlah jalur lautnya demi mencegah eskalasi perang, Rusia masih bisa menyerang Ukraina.
Seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan memiliki 21 kapal perang di Laut Hitam. Keberadaan kapal ini membuat Rusia masih bisa menyerang Ukraina meski Turki telah menutup beberapa selatnya.
Simbol disebut menunjukkan pasukan dari Chechnya. Pasukan dari Chechnya yang membantu Rusia merupakan 'anak buah' dari Ramzan Kadyrov.
Kadyrov adalah pemimpin Chechnya dan merupakan salah satu sekutu Putin. Pasukan Chechen di bawah Kadyrov juga sering 'menemani' Putin meluncurkan operasi militer, salah satunya di Georgia.
6. Simbol A
Simbol A mengisyaratkan unit dari pasukan khusus. Pasukan khusus Rusia sempat dikabarkan sempat diturunkan ke wilayah Donetsk.
Donetsk merupakan salah satu wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia dan diakui kemerdekaannya oleh Putin tak lama sebelum invasi ke Ukraina dilakukan.