Libur May Day 5 Hari, Warga China Dilarang ke Tempat Wisata

CNN Indonesia
Senin, 02 Mei 2022 08:39 WIB
Warga China tidak bisa menikmati libur May Day selama lima hari di tempat-tempat wisata. Mereka dikurung karena kebijakan lockdown. Warga China tidak bisa menikmati libur May Day selama lima hari di tempat-tempat wisata. Mereka dikurung karena kebijakan lockdown. (REUTERS/Aly Song).
Jakarta, CNN Indonesia --

Libur hari buruh di China berlangsung selama lima hari, bagi pekerja maupun anak-anak sekolah. Tetapi warga China harus berdiam di rumah karena pemerintah menutup tempat-tempat wisata di tengah kebijakan penguncian wilayah (lockdown).

Warga China dilarang mengunjungi tempat-tempat wisata, termasuk Universal Studios, yang tersohor. Tidak cuma itu, mereka juga dilarang bersantap di restoran.

Hal itu dikarenakan lonjakan kasus covid-19 yang membuat pemerintahnya menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) dan pengetatan mobilitas.


Pemerintah China juga mewajibkan warga menunjukkan hasil tes negatif covid-19 untuk mengakses tempat-tempat umum.

Usai libur hari buruh usai pun, pekerja dan anak-anak sekolah diminta menunjukkan hasil tes negatif covid-19 dengan pengambilan sampel 48 jam sebelumnya. Hasil tes itu akan menjadi syarat pekerja kembali ke kantor dan anak-anak kembali ke sekolah.

Hasil tes juga akan menjadi syarat warga untuk masuk ke semua tempat umum, termasuk transportasi umum. Pejabat setempat berkata semua warga wajib tes covid-19 minimal seminggu sekali.

China memberlakukan lockdown di Shanghai dan memperketat pengawasan di Beijing terutama jelang libur panjang.

Meski lockdown baru diberlakukan di pusat perekonomian China, warga Beijing turut bersiap. Mereka menimbun makanan dan kebutuhan sehari-hari selama seminggu terakhir. Ada kekhawatiran lockdown di Shanghai mengakibatkan Beijing kekurangan logistik.

Pejabat Beijing sudah menggelar tes massal, mengunci mobilitas warga, menutup sekolah dan kebijakan-kebijakan lain yang mungkin makin ketat setelah liburan nanti.

Di China, liburan Hari Buruh biasanya jadi waktu tersibuk, baik untuk perjalanan dan acara kumpul-kumpul. Namun sejak covid-19, liburan menjadi sedikit berbeda.

Banyak pemerintah daerah melarang penduduk untuk meninggalkan kota kecuali benar-benar penting. Karantina panjang diberlakukan buat orang yang datang dari daerah di mana kasus covid-19 dilaporkan.

Kementerian Transportasi China memperkirakan sekitar 100 juta perjalanan akan dilakukan selama liburan atau turun 62 persen dari tahun lalu.

Beijing melaporkan sebanyak 59 infeksi lokal pada Minggu (1/5). Ini jadi jumlah kasus harian tertinggi yang tercatat di sana. Sejak 20 April 2022, kota ini sudah melaporkan lebih dari 300 kasus covid-19.

Sementara itu, Shanghai melaporkan sebanyak 7.872 kasus lokal. Sejak 13 April 2022, kasus harian di Shanghai menunjukkan tren penurunan. Kemudian, terdapat sebanyak 38 kasus kematian baru, sehingga total kasus kematian menjadi 422.

(els/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER