Ketar-ketir Covid, Beijing Tutup 60 Stasiun Kereta Bawah Tanah

Tim | CNN Indonesia
Kamis, 05 Mei 2022 15:46 WIB
China menutup 60 stasiun kereta bawah tanah di Beijing sebagai langkah antisipasi meski tren penularan lokal Covid-19 di Negeri Tirai Bambu mulai turun. China menutup 60 stasiun kereta bawah tanah di Beijing sebagai langkah antisipasi meski tren penularan lokal Covid-19 di Negeri Tirai Bambu mulai turun. (AFP/Jade Gao)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menutup 60 stasiun kereta bawah tanah di Beijing sebagai langkah antisipasi meski tren penularan lokal Covid-19 di Negeri Tirai Bambu mulai turun.

Operator kereta bawah tanah China mengumumkan bahwa mereka menutup sebagian besar stasiun yang terletak di dekat area-area lockdown pada Rabu (5/4).

"Pintu masuk dan keluar stasiun ditutup, tapi transfer [penumpang] di dalam stasiun bisa dilakukan," demikian pengumuman operator kereta bawah tanah Beijing melalui WeChat, sebagaimana dilansir AFP.


Secara keseluruhan, juru bicara pemerintah Beijing, XuHejian, juga mengatakan bahwa mereka akan memperpanjang sejumlah aturan pencegahan Covid-19.

Aturan itu mencakup larangan makan langsung di restoran, penutupan tempat-tempat hiburan, dan penghentian sementara operasional sasana olahraga.

Xu menegaskan bahwa pemberlakuan aturan pencegahan Covid-19 ini bakal diperpanjang setidaknya hingga besok, Kamis (5/5).

"Khsuus distrik Chaoyang dan perusahaan-perusahaan di area di mana transportasi publik beroperasi bakal menerapkan sistem kerja dari rumah mulai 5 Mei," tutur Xu.

Meski demikian, pemerintah China mulai melonggarkan sejumlah aturan, salah satunya karantina pelaku perjalanan internasional.

Pelaku perjalanan internasional yang tiba di Beijing hanya diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari, dilanjutkan isolasi di rumah hingga satu pekan. Sebelumnya, pelaku perjalanan internasional harus menjalani karantina 21 hari.

Seorang warga Beijing mengeluhkan keputusan pemerintah China ini. Menurutnya, aturan ini membuat kehidupannya penuh ketidakpastian.

"Saya rasa, kota ini masuk ke status semi-tertutup. Tak ada waktu pasti kapan lockdown akan dicabut, dan apakah akan ada lagi tempat yang ditutup," tuturnya.

Di sisi lain, ada pula warga yang mendukung penuh keputusan pemerintah China. Salah satu dari mereka mengatakan, ia rela membeli keperluan sehari-hari melalui pasar virtual selama lockdown.

"Tak ada yang tahu aturan ini akan bertahan berapa lama, tapi saya paham alasannya," katanya.

(has/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER