Beberapa negara yang tadinya netral memilih mengirimkan senjata ke Ukraina. Tak hanya itu, negara-negara yang memiliki relasi ekonomi kuat dengan Rusia mulai melepaskan ketergantungan mereka.
Melihat serangan Rusia yang 'kejam' di Ukraina, berbagai negara mulai merapatkan posisi mereka untuk mendapatkan perlindungan Barat. Berikut beberapa negara yang ingin bergabung ke NATO:
1. Finlandia
Pemimpin Finlandia mengumumkan dukungan mereka atas keanggotaan NATO pada Kamis (12/5).
"Finlandia harus mendaftarkan diri sebagai anggota NATO tanpa ditunda. Kami berharap langkah nasional yang diperlukan bakal diproses dengan cepat dalam beberapa hari ke depan," kata Presiden Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin dalam pernyataan bersama hari ini, dikutip dari CNN.
Tak hanya itu, dukungan masyarakat Finlandia atas keanggotaan NATO meningkat dari angka 30 persen ke hampir 80 persen dalam beberapa jajak pendapat.
2. Swedia
Selain Finlandia, Swedia juga dikabarkan bakal menyuarakan keinginan mereka untuk bergabung ke NATO.
Menurut laporan Expressen, pemerintah Swedia berencana mendaftarkan diri sebagai anggota NATO pekan depan, dikutip dari Reuters.
Parlemen Swedia dikabarkan bakal membahas situasi keamanan negara itu pada Senin (16/5). Setelah itu, Perdana Menteri Magdalena Andersson bakal mengadakan rapat kabinet khusus untuk menentukan keputusan resmi.
Sementara itu, sumber Expressen mengatakan aplikasi Swedia bakal dikirim secara langsung setelah proses itu selesai.
Finlandia dan Swedia merupakan dua negara yang digadang-gadang bakal mencari keamanan dengan bergabung ke NATO imbas invasi Rusia di Ukraina.
3. Ukraina
Sebelum Finlandia dan Swedia, Ukraina telah lebih dahulu mengungkapkan niatnya bergabung ke NATO.
Bahkan, NATO sempat menyetujui bahwa Ukraina dapat menjadi anggota blok itu di masa depan pada Konferensi Tingkat-Tinggi Bucharest pada 2008.
Namun, serangan Rusia ke Ukraina membuat pemerintah negara itu mengurungkan niat mereka bergabung ke NATO.
"Saya telah lebih tenang menjawab pertanyaan ini sejak lama, setelah kami mengerti bahwa NATO tidak siap menerima Ukraina. Aliansi tersebut takut dengan hal-hal kontroversial, dan konfrontasi dengan Rusia," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dikutip dari AFP.
Sementara itu, Rusia sempat mengatakan salah satu alasannya menyerang Ukraina adalah karena Kyiv mencoba bergabung ke NATO dan membahayakan keamanan Moskow.
Bosnia dan Herzegovina merupakan negara Balkan yang menyatakan niatnya untuk bergabung ke NATO.
Menurut Menteri Pertahanan Bosnia, Sifet Podzic, negaranya kini berpartisipasi dalam Aksi Rencana Keanggotaan (MAP) yang dinilai merupakan 'langkah terakhir' untuk mendapatkan keanggotaan NATO, seperti dikutip Al Jazeera.
Podzic juga berharap langkah Bosnia masuk NATO bakal bisa dilakukan lebih cepat kala perang di Ukraina berakhir.
"Namun bila kami menunggu demi memenuhi seluruh kriteria [untuk menjadi anggota NATO], sayangnya, itu membutuhkan waktu yang lama, karena kami tidak berinvestasi dalam badan pertahanan, di kapasitas militer. Kami membutuhkan lebih banyak waktu untuk memodernisasi militer kami, untuk membeli senjata modern," kata Podzic.
Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Sarajevo mengatakan bahwa Rusia "harus bertindak dengan aksi agresif ini" bila Bosnia mengambil langkah baru untuk keanggotaan NATO.
5. Kosovo
Kosovo juga menjadi salah satu negara yang ingin bergabung ke NATO.
Bahkan, Presiden Vjosa Osmani sempat meminta Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, untuk menggunakan pengaruh Washington untuk membantu Kosovo masuk NATO.
"Keanggotaan Kosovo di NATO telah menjadi penting. Kami menyuarakan kepercayaan kami dan ekspektasi bahwa AS bakal menggunakan kepemimpinan dan pengaruh mereka untuk secara aktif mendukung dan memajukan proses kompleks keanggotaan NATO untuk Kosovo," ujar Osmani dalam surat yang dikirim ke Biden pada 10 Maret, dikutip dari Reuters.
6. Georgia
Menteri Pertahanan Georgia, Juansher Burchuladze mengatakan bahwa bergabung ke NATO merupakan satu-satunya cara untuk menjaga integritas teritorial negara itu.
Pernyataan tersebut diungkapkan setelah ia bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO di Brussels pada Februari lalu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak invasi Rusia ke Ukraina, dua negara Skandinavia, yakni Finlandia dan Swedia, digadang bakal bergabung ke Pakta Pertahanan Aliansi Utara (NATO).
Sebagaimana diberitakan CNN, keputusan Presiden Vladimir Putin menyerang Ukraina telah membuat pria itu menjadi paria dengan semakin sedikit sekutu.
Beberapa negara yang tadinya netral memilih mengirimkan senjata ke Ukraina. Tak hanya itu, negara-negara yang memiliki relasi ekonomi kuat dengan Rusia mulai melepaskan ketergantungan mereka.
Melihat serangan Rusia yang 'kejam' di Ukraina, berbagai negara mulai merapatkan posisi mereka untuk mendapatkan perlindungan Barat. Berikut beberapa negara yang ingin bergabung ke NATO:
1. Finlandia
Pemimpin Finlandia mengumumkan dukungan mereka atas keanggotaan NATO pada Kamis (12/5).
"Finlandia harus mendaftarkan diri sebagai anggota NATO tanpa ditunda. Kami berharap langkah nasional yang diperlukan bakal diproses dengan cepat dalam beberapa hari ke depan," kata Presiden Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin dalam pernyataan bersama hari ini, dikutip dari CNN.
Tak hanya itu, dukungan masyarakat Finlandia atas keanggotaan NATO meningkat dari angka 30 persen ke hampir 80 persen dalam beberapa jajak pendapat.
2. Swedia
Selain Finlandia, Swedia juga dikabarkan bakal menyuarakan keinginan mereka untuk bergabung ke NATO.
Menurut laporan Expressen, pemerintah Swedia berencana mendaftarkan diri sebagai anggota NATO pekan depan, dikutip dari Reuters.
Parlemen Swedia dikabarkan bakal membahas situasi keamanan negara itu pada Senin (16/5). Setelah itu, Perdana Menteri Magdalena Andersson bakal mengadakan rapat kabinet khusus untuk menentukan keputusan resmi.
Sementara itu, sumber Expressen mengatakan aplikasi Swedia bakal dikirim secara langsung setelah proses itu selesai.
Finlandia dan Swedia merupakan dua negara yang digadang-gadang bakal mencari keamanan dengan bergabung ke NATO imbas invasi Rusia di Ukraina.
3. Ukraina
Sebelum Finlandia dan Swedia, Ukraina telah lebih dahulu mengungkapkan niatnya bergabung ke NATO.
Bahkan, NATO sempat menyetujui bahwa Ukraina dapat menjadi anggota blok itu di masa depan pada Konferensi Tingkat-Tinggi Bucharest pada 2008.
Namun, serangan Rusia ke Ukraina membuat pemerintah negara itu mengurungkan niat mereka bergabung ke NATO.
"Saya telah lebih tenang menjawab pertanyaan ini sejak lama, setelah kami mengerti bahwa NATO tidak siap menerima Ukraina. Aliansi tersebut takut dengan hal-hal kontroversial, dan konfrontasi dengan Rusia," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dikutip dari AFP.
Sementara itu, Rusia sempat mengatakan salah satu alasannya menyerang Ukraina adalah karena Kyiv mencoba bergabung ke NATO dan membahayakan keamanan Moskow.
Keinginan Ukraina masuk NATO berujung amukan dari Rusia. (REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
4. Bosnia dan Herzegovina
Bosnia dan Herzegovina merupakan negara Balkan yang menyatakan niatnya untuk bergabung ke NATO.
Menurut Menteri Pertahanan Bosnia, Sifet Podzic, negaranya kini berpartisipasi dalam Aksi Rencana Keanggotaan (MAP) yang dinilai merupakan 'langkah terakhir' untuk mendapatkan keanggotaan NATO, seperti dikutip Al Jazeera.
Podzic juga berharap langkah Bosnia masuk NATO bakal bisa dilakukan lebih cepat kala perang di Ukraina berakhir.
"Namun bila kami menunggu demi memenuhi seluruh kriteria [untuk menjadi anggota NATO], sayangnya, itu membutuhkan waktu yang lama, karena kami tidak berinvestasi dalam badan pertahanan, di kapasitas militer. Kami membutuhkan lebih banyak waktu untuk memodernisasi militer kami, untuk membeli senjata modern," kata Podzic.
Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Sarajevo mengatakan bahwa Rusia "harus bertindak dengan aksi agresif ini" bila Bosnia mengambil langkah baru untuk keanggotaan NATO.
5. Kosovo
Kosovo juga menjadi salah satu negara yang ingin bergabung ke NATO.
Bahkan, Presiden Vjosa Osmani sempat meminta Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, untuk menggunakan pengaruh Washington untuk membantu Kosovo masuk NATO.
"Keanggotaan Kosovo di NATO telah menjadi penting. Kami menyuarakan kepercayaan kami dan ekspektasi bahwa AS bakal menggunakan kepemimpinan dan pengaruh mereka untuk secara aktif mendukung dan memajukan proses kompleks keanggotaan NATO untuk Kosovo," ujar Osmani dalam surat yang dikirim ke Biden pada 10 Maret, dikutip dari Reuters.
6. Georgia
Menteri Pertahanan Georgia, Juansher Burchuladze mengatakan bahwa bergabung ke NATO merupakan satu-satunya cara untuk menjaga integritas teritorial negara itu.
Pernyataan tersebut diungkapkan setelah ia bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO di Brussels pada Februari lalu.