Ribut soal Keanggotaan NATO, Turki Akan Bertemu Finlandia-Swedia

CNN Indonesia
Minggu, 15 Mei 2022 02:44 WIB
Turki akan bertemu dengan Finlandia dan Swedia untuk meredakan ketegangan ketiga negara terkait rencana keanggotaan NATO. Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, akan bertemu dengan menlu Finlandia dan Swedia untuk membicarakan permasalahan keanggotaan NATO. (AFP/Adem Altan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki akan menggelar pertemuan dengan Finlandia dan Swedia untuk meredakan ketegangan ketiga negara terkait rencana keanggotaan NATO.

Reuters melaporkan bahwa pertemuan menteri luar negeri ketiga negara itu digelar di Berlin, Jerman, pada Sabtu (14/5) malam waktu setempat.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan bahwa negaranya menentang rencana Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan blok NATO.


"Masalahnya adalah kedua negara ini secara terbuka mendukung dan berhubungan dengan PKK dan YPG. Mereka adalah organisasi teroris yang menyerang tentara kami setiap hari," ujar Cavusoglu.

Ia kemudian berkata, "Mayoritas rakyat Turki menentang keanggotaan negara-negara itu dan meminta kami untuk memblokir keanggotaan ini."

Meski demikian, Cavusoglu menekankan bahwa permasalahan ini masih bisa dibicarakan secara baik-baik.

Menteri Luar Negeri Finlandia, Pekka Haavisto, juga mengaku "yakin bahwa pada akhirnya kami akan menemukan solusi, dan Finlandia dan Swedia akan menjadi anggota NATO."

Tak hanya Turki, Rusia juga memprotes rencana Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota NATO. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan langsung protes ini dalam perbincangan dengan Presiden Finlandia, Sauli Niinisto.

"Presiden Putin menekankan bahwa melepaskan kebijakan netralitas militer itu merupakan sebuah kesalahan karena tak ada ancaman terhadap keamanan Finlandia," demikian pernyataan Kremlin yang dikutip Reuters.

Pernyataan itu berlanjut, "Perubahan semacam itu dalam kebijakan luar negeri [Finlandia] dapat berdampak negatif terhadap hubungan Rusia-Finlandia."

[Gambas:Video CNN]

Dalam perbincangan itu, Niinisto secara resmi menyampaikan kepada Putin rencana negaranya untuk mendaftarkan diri menjadi anggota NATO.

"Presiden Niinisto mengumumkan bahwa Finlandia mendaftarkan diri jadi anggota NATO dalam beberapa hari ke depan," demikian kutipan pernyataan yang diunggah di situs Kantor Kepresidenan Finlandia, seperti dikutip AFP.

Niinisto mengatakan kepada Putin, ia memahami betapa penting permintaan Rusia pada 2021 lalu agar negaranya tak bergabung dengan NATO. Namun, "Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 mengubah situasi keamanan Finlandia."

[Gambas:Video CNN]

(has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER