Media Asing Soroti UAS Tegaskan Ogah Kapok Datang ke Singapura

CNN Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 11:20 WIB
Media asing menyoroti Ustaz Abdul Somad yang disebut tidak akan kapok untuk coba datang lagi usai 'didepak' Singapura. Media asing soroti UAS tak akan kapok datang ke Singapura meski sudah ditendang. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media asing menyoroti Ustaz Abdul Somad (UAS) yang disebut tidak akan kapok untuk coba datang lagi usai 'didepak' Singapura.

Pemerintah Singapura menilai UAS sebagai tokoh ekstremis dan melakukan segregasi atau memecah belah masyarakat.


Melansir Channel News Asia, UAS menyatakan bahwa dirinya tak pernah bosan pergi ke Singapura lantaran negara itu merupakan tanah Melayu yang menurutnya mirip dengan daerah asalnya, Riau dan merupakan bagian dari kerajaan Tumasik Melayu.

Kerajaan Melayu yang dimaksud ialah Kesultanan Johor dan Kesultanan Johor-Riau. Secara rinci, Kesultanan Johor menguasai Tumasik atau Singapura sepanjang tahun 1511-1699 dan Kesultanan Johor-Riau sepanjang 1699-1818. Sebelum akhirnya dikuasai oleh perusahaan dagang Inggris di bawah pemerintahan Thomas Stamford Raffles sejak 19 Januari 1819 M.

"Saya bosan pergi ke Singapura sama dengan mengatakan saya bosan pergi ke Minangkabau. Ini karena Singapura adalah tanah Melayu. Nenek saya punya saudara, anak, dan cucu yang tinggal di Singapura," kata UAS, Channel News Asia mengutip komentar UAS dalam video di Youtube.

UAS melanjutkan, niatnya berkunjung ke Singapura baru-baru ini agar istri dan anak-anaknya mengenal leluhur mereka. Namun dirinya ditolak masuk oleh imigrasi Pemerintah Singapura di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura. Ia mengaku petugas memisahkan dirinya dengan rombongan di suatu ruangan.

Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) kemudian membenarkan bahwa mereka mendeportasi UAS lantaran UAS dianggap sebagai sosok penyiar agama yang pro ekstremisme dan bom bunuh diri. Mengutip situs resmi Kemendagri Singapura, UAS dianggap tidak bisa diterima oleh masyarakat Singapura yang cenderung multiras dan multiagama.

Pemerintah Singapura pun menyebut UAS pernah melontarkan komentar yang merendahkan agama lain seperti Kristen. UAS juga disebut pernah mengatakan salib sebagai tempat tinggal jin kafir.

Selain itu, UAS juga pernah menyatakan di hadapan publik bahwa penganut agama selain Islam adalah kafir. Pernyataan itu sangat serius bagi Pemerintah Singapura yang penduduknya terdiri dari beragam penganut agama.

[Gambas:Video CNN]



(khr/bac)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER