ANALISIS

Kasus UAS, Kenapa Singapura Amat Sensitif Isu Agama-Etnis?

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mei 2022 12:01 WIB
Berkaca dari kasus Ustaz Abduk Somad, mengapa Singapura sensitif akan isu agama hingga etnis? UAS ditolak Singapura karena dinilai menyebarkan ajaran ekstrem. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi perhatian usai mengklaim dideportasi dari Singapura.

Berita UAS ditolak masuk Singapura, mengemuka usai dirinya mengunggah ke media sosial Instagram.

"UAS di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapura," tulisnya di Instagram.


Ia mengaku pergi ke Singapura untuk berlibur bersama keluarga dan sahabatnya.

Setiba di Singapura, keluarga dan sahabatnya diperkenankan masuk. Namun, seorang petugas menarik UAS. Padahal, kata dia, mereka sudah melengkapi seluruh dokumen.

Kementerian Dalam Negeri Singapura lalu angkat suara. Mereka mengatakan UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstrimis dan segregasi yang tak bisa diterima di masyarakat multi-ras dan multi agama di Singapura.

"UAS pernah mengatakan bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi syahid," jelas pernyataan tersebut.

Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen. UAS mengatakan salib sebagai tempat tinggal jin kafir.

Berkaca dari kasus UAS, mengapa Singapura sensitif akan isu agama hingga etnis?

Menurut pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia Yon Machmudi menilai, Singapura memang sangat ketat dalam urusan pandangan agama yang dianggap berpotensi mengundang polemik baik bagi pendatang maupun penduduk lokal.

"Termasuk juga membatasi potensi isu-isu politik. Dalam hal ini otoritas Singapura melihat sosok UAS berpotensi menimbulkan pro kontra dan polemik," kata Yon saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (17/5).

Ia kemudian berujar, "Nah ini yang coba dihindari Singapura dengan melarang masuk UAS. Ini berkaitan pandangan UAS yang menyinggung masalah etnis pribumi dan non pribumi."

Yon menduga pemerintah Singapura memperhatikan polemik yang terjadi di Indonesia sehingga memasukkan UAS dalam daftar yang ditolak masuk ke negara itu dengan alasan tertentu.

"Salah satunya tidak ingin ada polemik di kalangan muslim di Singapura," tutur dia.

Sikap Singapura menolak UAS bukan muncul begitu saja. Negara-kota ini memiliki sejarah kelam soal kerusuhan rasial dan etnis pada 1964 dan 1969.

Singapura pernah mengalami kerusuhan besar antar-etnis dan agama, baca di halaman berikutnya...

[Gambas:Video CNN]



Kerusuhan Antar-Etnis pada 1964 di Singapura

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER