Sebelum menyerang, Ramos terlebih dahulu menembak seorang nenek. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit dan pada akhirnya tewas.
Berikut deret korban yang meninggal akibat serangan di SD Robb dan cerita serta kenangan dari para kerabat.
1. Amerie Jo Garza
Amerie Jo Garza, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 10 pada Mei lalu. Ia adalah gadis muda dengan senyum yang cemerlang.
Selama berjam-jam, ayah Amarie, Angel Garza tidak mendapat kabar terkait kondisi anaknya. Ia lalu menceritakan perasaan gelisah itu di Facebook dengan mengunggah foto bersama anaknya.
"Saya tak minta banyak atau bahkan hampir tidak mengunggah apa-apa di sini, tapi tolong sudah tujuh jam dan saya masih belum mendengar kabar tentang [anak] kesayangan saya," tulis dia, dikutip AFP pada Kamis (26/5).
Beberapa jam kemudian, dia mengunggah lagi.
"Terima kasih semuanya atas doa dan bantuannya yang sudah berusaha menemukan anak saya. Peri kecilku sekarang terbang tinggi dengan para malaikat di atas."
"Aku mencintaimu Amerie Jo. Jaga adikmu untukku," tutur sang ayah.
"Ellie kami adalah boneka dan yang paling bahagia yang pernah ada," ucap ayah Ellie Garcia, Steven Garcia, di Facebook.
Steven Garcia lalu menyampaikan rasa sayang yang mendalam itu ke buah hatinya. Ia berujar, "Ibu and bapak menyayangimu, kami tidak pernah melupakan itu dan tolong tetap di sisi kami."
Ibu Ellie, Jennifer Lugo juga mengunggah banyak foto putrinya di media sosial.
"Hatiku hancur," tulisnya di samping foto Ellie pada komuni pertamanya pada tahun 2021, berpakaian putih dan berseri-seri di depan kamera.
"Aku merasa sangat mati rasa. Aku merindukanmu sayang!!!!!"
3. Eva Mireles
Eva Mireles adalah salah satu dari dua guru yang tewas. Dia telah mengajar selama 17 tahun di usianya yang sudah kepala empat.
Mireles gemar berlari dan hiking, menurut biografi singkatnya yang diunggah di situs web sekolah.
Mireles meninggalkan seorang suami, seorang putri dan tiga hewan peliharaan.
Berlanjut ke halaman selanjutnya..
4. Irma Garcia
Irma Garcia telah mengajar selama 23 tahun di SD Robb, sekolah yang menjadi sasaran penyerangan. Dia telah menjadi rekan Mireles selama lima tahun.
Garcia merupakan seorang ibu dari empat anak yang telah menikah selama 24 tahun.
Putra sulungnya berada di Marinir AS, sementara yang lain kuliah di Texas State University. Putri sulungnya duduk di bangku kelas dua SMA, dan putri bungsunya duduk di kelas tujuh.
Menurut paman Lopez, Benito martinez, keponakannya gemar menari.
"Ya ampun, dia akan menari bahkan ketika dia berkeringat tetapi dia tidak peduli," kata Martinez tentang keponakannya yang masih muda dan berambut gelap.
Ia lalu berujar, "Minggu lalu dia menghadiri pesta ulang tahun putri saya. Dia menari."
6. Jose Flores
Paman Jose Flores, Christopher Salazar, mengungkapkan keponakannya itu adalah salah satu murid yang baik. Usianya baru menginjak 10 tahun.
"Dia adalah anak kecil yang sangat bahagia. Dia mencintai kedua orang tuanya dan suka tertawa dan bersenang-senang. Dia sangat cerdas,"kata Salazar.
Beberapa jam sebelum penembakan, Flores menerima penghargaan sebagai murid terbaik.
Tragedi penembakan itu membuat Presiden AS, Joe Biden, menggedor-gedor Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang keamanan senjata.
"Kami tahu secara logika undang-undang senjata tidak dapat dan tidak akan mencegah semua tragedi. Namun, kami tahu, itu bekerja dan memiliki dampak positif," kata Biden di Twitter, Rabu (25/5).
Ia kemudian berujar, "Kami meloloskan larangan senjata serbu, penembakan massal turun. Ketika Undang-Undang itu berakhir, penembakan massal jadi tiga kali lipat."
Jakarta, CNN Indonesia --
Penembakandi sebuah sekolah dasar (SD) Robb kota Uvalde, Texas Selatan, Amerika Serikat pada Selasa (24/5) menewaskan total 21 jiwa.
Insiden ini menambah daftar tragedi mengerikan dalam sejarah kekerasan penembakan di Negeri Paman Sam.
Terduga pelaku penembakan itu yakni Salvador Ramos, remaja berusia 18 tahun yang merupakan murid SMA Ulvade.
Sebelum menyerang, Ramos terlebih dahulu menembak seorang nenek. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit dan pada akhirnya tewas.
Berikut deret korban yang meninggal akibat serangan di SD Robb dan cerita serta kenangan dari para kerabat.
1. Amerie Jo Garza
Amerie Jo Garza, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 10 pada Mei lalu. Ia adalah gadis muda dengan senyum yang cemerlang.
Selama berjam-jam, ayah Amarie, Angel Garza tidak mendapat kabar terkait kondisi anaknya. Ia lalu menceritakan perasaan gelisah itu di Facebook dengan mengunggah foto bersama anaknya.
"Saya tak minta banyak atau bahkan hampir tidak mengunggah apa-apa di sini, tapi tolong sudah tujuh jam dan saya masih belum mendengar kabar tentang [anak] kesayangan saya," tulis dia, dikutip AFP pada Kamis (26/5).
Beberapa jam kemudian, dia mengunggah lagi.
"Terima kasih semuanya atas doa dan bantuannya yang sudah berusaha menemukan anak saya. Peri kecilku sekarang terbang tinggi dengan para malaikat di atas."
"Aku mencintaimu Amerie Jo. Jaga adikmu untukku," tutur sang ayah.
"Ellie kami adalah boneka dan yang paling bahagia yang pernah ada," ucap ayah Ellie Garcia, Steven Garcia, di Facebook.
Steven Garcia lalu menyampaikan rasa sayang yang mendalam itu ke buah hatinya. Ia berujar, "Ibu and bapak menyayangimu, kami tidak pernah melupakan itu dan tolong tetap di sisi kami."
Ibu Ellie, Jennifer Lugo juga mengunggah banyak foto putrinya di media sosial.
"Hatiku hancur," tulisnya di samping foto Ellie pada komuni pertamanya pada tahun 2021, berpakaian putih dan berseri-seri di depan kamera.
"Aku merasa sangat mati rasa. Aku merindukanmu sayang!!!!!"
3. Eva Mireles
Eva Mireles adalah salah satu dari dua guru yang tewas. Dia telah mengajar selama 17 tahun di usianya yang sudah kepala empat.
Mireles gemar berlari dan hiking, menurut biografi singkatnya yang diunggah di situs web sekolah.
Mireles meninggalkan seorang suami, seorang putri dan tiga hewan peliharaan.
Berlanjut ke halaman selanjutnya..
Kenangan Pilu Kerabat Korban Penembakan Texas
Ilustrasi. Sejumlah kerabat mengenang korban penembakan di Texas, AS dengan cerita-cerita pilunya. (Getty Images via AFP/JORDAN VONDERHAAR)
4. Irma Garcia
Irma Garcia telah mengajar selama 23 tahun di SD Robb, sekolah yang menjadi sasaran penyerangan. Dia telah menjadi rekan Mireles selama lima tahun.
Garcia merupakan seorang ibu dari empat anak yang telah menikah selama 24 tahun.
Putra sulungnya berada di Marinir AS, sementara yang lain kuliah di Texas State University. Putri sulungnya duduk di bangku kelas dua SMA, dan putri bungsunya duduk di kelas tujuh.
Menurut paman Lopez, Benito martinez, keponakannya gemar menari.
"Ya ampun, dia akan menari bahkan ketika dia berkeringat tetapi dia tidak peduli," kata Martinez tentang keponakannya yang masih muda dan berambut gelap.
Ia lalu berujar, "Minggu lalu dia menghadiri pesta ulang tahun putri saya. Dia menari."
6. Jose Flores
Paman Jose Flores, Christopher Salazar, mengungkapkan keponakannya itu adalah salah satu murid yang baik. Usianya baru menginjak 10 tahun.
"Dia adalah anak kecil yang sangat bahagia. Dia mencintai kedua orang tuanya dan suka tertawa dan bersenang-senang. Dia sangat cerdas,"kata Salazar.
Beberapa jam sebelum penembakan, Flores menerima penghargaan sebagai murid terbaik.
Tragedi penembakan itu membuat Presiden AS, Joe Biden, menggedor-gedor Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang keamanan senjata.
"Kami tahu secara logika undang-undang senjata tidak dapat dan tidak akan mencegah semua tragedi. Namun, kami tahu, itu bekerja dan memiliki dampak positif," kata Biden di Twitter, Rabu (25/5).
Ia kemudian berujar, "Kami meloloskan larangan senjata serbu, penembakan massal turun. Ketika Undang-Undang itu berakhir, penembakan massal jadi tiga kali lipat."