KILAS INTERNASIONAL

Kehancuran Ukraina usai 100 Hari Invasi Rusia hingga AS Beri Amunisi

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jun 2022 06:40 WIB
Ukraina mengalami kehancuran yang cukup parah terutama di wilayah timur dan selatan usai 100 hari agresi Rusia di negara itu. Kilas internasional. (REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ukraina mengalami kehancuran yang cukup parah terutama di wilayah timur dan selatan usai 100 hari agresi Rusia di negara itu.

Berita lainnya adalah Amerika Serikat beri penambahan perbantuan senjata dan peralatan militer senilai US$700 juta ke Ukraina untuk menghadapi gempuran Rusia.

Berikut berita 24 jam terakhir yang dirangkum dalam Kilas Internasional CNNIndonesia.com pagi ini:

Kehancuran Ukraina Setelah 100 Hari Agresi Rusia

Setidaknya sudah seratus hari pasukan Rusia menginvasi wilayah negara pecahan Uni Soviet, Ukraina.

Selama itu, berbagai fasilitas umum bahkan beberapa kota di Ukraina berhasil dikuasai Kremlin--pusat rezim Rusia.

Meski pasukan Rusia dikabarkan sejauh ini tak berhasil menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv, mereka mengubah strategi dan berupaya menguasai wilayah Donbas.

Ukraina Sebut Soveredonetsk-Luhansk 80 Persen Dikuasai Rusia

Kepala administrasi militer regional Luhansk, Serhiy Hayday mengatakan pertempuran masih berlanjut di kota timur Severodonetsk. Hayday menyebut pasukan Rusia sekarang menduduki sekitar 80% kota.

"Di beberapa jalan, para pejuang kami berhasil," kata Hayday.

Dalam perang tersebut, Hayday mengatakan enam tentara Rusia telah ditangkap.

Hayday mengatakan bagian-bagian yang tersisa dari wilayah Luhansk yang masih di bawah kendali Ukraina berada di bawah pengeboman terus-menerus oleh Rusia.

AS Beri Amunisi Tambahan Lagi ke Ukraina US$ 700 Juta Hadapi Rusia

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan penambahan perbantuan senjata dan peralatan militer senilai US$700 juta ke Ukraina untuk menghadapi gempuran Rusia.

Ini merupakan aliran bantuan ke-11 untuk Ukraina dari alokasi tambahan senilai $40 miliar.

"Bantuan militer AS akan memperkuat posisi Ukraina untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya, mengamankan kemenangan di medan perang, dan pada akhirnya memperkuat posisi Ukraina di meja perundingan," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Rabu (1/6).

[Gambas:Video CNN]



(tim/bac)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER