Rusia ke Ukraina: Setop Perlawanan Tak Masuk Akal, Nyerah Saja

rds | CNN Indonesia
Selasa, 14 Jun 2022 23:54 WIB
Rusia menggempur habis-habisan Severodonetsk, wilayah yang menjadi episentrum perang di Donbas, Ukraina. Rusia menggempur habis-habisan Severodonetsk, wilayah yang menjadi episentrum perang di Donbas, Ukraina. (Foto: AFP/ARIS MESSINIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia mendesak pasukan Ukraina di Severodonetsk untuk meletakkan senjata mereka menyusul pertempuran yang kian sengit di kota tersebut.

Melalui pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mendesak para prajurit hingga relawan pasukan Ukraina menyerah "seperti yang telah terjadi pada rekan-rekan Anda sebelumnya yang menyerah di Mariupol."

"Kami meminta otoritas resmi di Kyiv untuk menunjukkan kehati-hatian dan memberikan instruksi yang tepat kepada para pasukan untuk menghentikan perlawanan mereka yang tidak masuk akal dan menarik diri dari wilayah pabrik Azot," kata Kemhan Rusia pada Selasa (14/6).

"Menyerah akan menjamin perlindungan terhadap nyawa dan kepatuhan terhadap semua norma Konvensi Jenewa untuk perlakuan terhadap tawanan perang, seperti yang terjadi pada rekan-rekan Anda yang sebelumnya menyerah di Mariupol," ucap Kemhan Rusia.

Rusia menggempur habis-habisan Severodonetsk, wilayah yang menjadi episentrum perang di Donbas, Ukraina.
Sejak akhir Mei lalu, Severodonetsk menjadi arena pertempuran sengit antara pasukan Rusia vs Ukraina.

Hingga kini, Rusia mengklaim berhasil mengendalikan kota itu. Beberapa waktu berselang, Ukraina mengklaim sukses merebut kembali sebagian wilayah di kota itu.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga mengatakan Severodonetsk menjadi episentrum peperangan di Donbas.

"[Severodonestk masih menjadi] pusaran peperangan di Donbas," kata dia.

Ia juga menegaskan nasib Donbas ditentukan pertempuran Rusia vs Ukraina di Severodonetsk.

"Ini adalah pertempuran yang sangat sengit, sangat sulit. Mungkin salah satu yang paling sulit sepanjang peperangan ini. Saya berterima kasih kepada semua orang yang membela kami," ujar Zelensky lagi.

Ia kemudian berkata, "Dalam banyak hal, nasib Donbas kita ditentukan di sana [Severodonetsk]."

Sementara itu, pasukan Rusia mengatakan siap melakukan "operasi kemanusiaan" mulai Rabu (15/6) untuk mengevakuasi warga sipil dari pabrik kimia Azot yang dikuasai Ukraina ke wilayah yang dikuasai Rusia di utara.

"Militer Rusia mengumumkan kesiapan mereka untuk melakukan operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dari Azot ke arah utara, menuju kota Svatove, di wilayah yang diduduki Rusia," kata Kemhan Rusia seperti dikutip CNN.

Rusia juga menyatakan akan membuka koridor evakuasi bagi warga sipil pada Rabu antara pukul 08.00-20.00 waktu Moskow.

Kepala administrasi militer Severodonetsk Ukraina mengatakan Selasa bahwa lebih dari 500 warga sipil terus berlindung di pabrik kimia Azot, yang masih di bawah kendali Ukraina, dan yang menurut pihak berwenang telah menjadi sasaran penembakan intensif oleh pasukan Rusia.

Serhiy Haidai, kepala administrasi militer wilayah Luhansk Ukraina, mengatakan perjalanan antara Severodonetsk dan Lysychansk sekarang "sulit, tetapi bukan tidak mungkin." Ia mengatakan pihak berwenang Ukraina evakuasi terus berjalan meski lambat karena bombardir Rusia yang terus-menerus.



(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER