Mahasiswi Mesir Dibunuh Gara-gara Tolak Lamaran Cowok

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 09:35 WIB
Seorang mahasiswi Mesir, Naiyer Ashraf, diduga dibunuh di depan universitas oleh seorang pria yang lamarannya sempat ditolak. Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang mahasiswi Mesir, Naiyer Ashraf, diduga dibunuh di depan universitas oleh seorang pria yang lamarannya sempat ditolak.

Al Arabiya melaporkan bahwa Ashraf dibunuh di depan pintu masuk Universitas Mansoura pada Senin (20/6) lalu. Kantor jaksa penuntut Mesir menyatakan bahwa tersangka atas nama Mohamed Adel sudah ditangkap.

Dalam proses penyelidikan, Adel mengaku membunuh Ashraf karena perselisihan, juga penolakan Ashraf atas lamarannya.


Penangkapan Adel bermula dari laporan beberapa saksi di lokasi kejadian. Kejaksaan kemudian memeriksa jasad korban dan meminta keterangan personel keamanan di universitas itu.

Dari pemeriksaan ini, jaksa menemukan luka di leher dan dada Ashraf. Al Jazeera memberitakan, jaksa juga berhasil mengonfirmasi identitas tersangka.

Video yang muncul di media sosial memperlihatkan tersangka membunuh Ashraf dengan menusuknya berkali-kali. Pelaku lalu tampak dipukuli, kemudian ditangkap oleh beberapa pejalan kaki.

Kejaksaan meminta publik tak menyebarkan video kejahatan tersebut. Mereka juga mendesak warga tak berspekulasi atas motif pelaku.

Menurut jaksa, tindakan tersebut dapat berdampak pada "integritas pencarian," mengganggu ketertiban umum, merusak barang bukti, dan menyakiti keluarga korban.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, pengadilan Mesir mengungkapkan bahwa tersangka berkali-kali mencoba mendekati korban. Keluarga korban bahkan sempat meminta bantuan polisi untuk menahan tersangka.

Insiden ini pun menuai respons di media sosial Mesir. Seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia, Nehad Abo el-Komsan, menekankan betapa penting menanggapi secara serius kejahatan berbasis gender semacam ini.

"Selama kita tidak menanggapi secara serius keluhan dari perempuan muda, dan selama kita terus mengatakan orang-orang yang berjuang untuk hak perempuan sedang 'membesarkan hati perempuan dan menyebabkan masalah,' ini hasilnya," ujar el-Komsan di Instagram.

Seorang selebritas YouTube, Khalid Gas, juga menanggapi serius kabar kematian Ashraf ini. Menurutnya, tak ada yang dapat membenarkan pembunuhan.

"Saya tidak dapat memproses apa yang terjadi, pun membayangkan alasan atau pembenaran karena tidak ada satu alasan pun yang dapat membenarkan seseorang melakukan kejahatan seperti itu, kecuali karena sakit," katanya melalui Twitter.

Ia juga berkata, "Apa yang ada di pikiran saya sekarang adalah keluarga korban, bagaimana mereka menerima berita tersebut, dan reaksi mereka."

(pwn/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER