Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merupakan salah satu pemimpin yang lama berkuasa di negara tersebut.
Erdogan menjabat sebagai perdana menteri sejak 2003 hingga 2014, lalu mengemban tanggung jawab sebagai presiden sejak 2014 hingga saat ini.
Ia merupakan pemimpin beragama Muslim yang beraliran Sunni. Ia juga termasuk dalam 500 tokoh muslim yang paling berpengaruh di dunia pada 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan lahir di Istanbul pada 26 Februari 1954, dikutip dari situs resmi pemerintah Turki.
Sebagaimana diberitakan Populism Studies, Erdogan lahir di pemukiman miskin Istanbul, Kasimpasa. Ia dibesarkan oleh keluarga kelas pekerja.
[Gambas:Video CNN]
Erdogan kecil menghabiskan waktunya di Rize, tempat ayahnya bekerja sebagai penjaga pantai. Namun, Erdogan dan keluarganya kembali ke Istanbul saat ia berusia 13 tahun, dikutip dari Biography.
Keluarga Erdogan bukanlah keluarga yang memiliki banyak uang. Erdogan sempat menjual minuman lemon dan roti wijen di jalanan kala remaja.
COMCEC melaporkan, Erdogan menempuh pendidikan SD di Kasimpasa Piyale dan lulus pada tahun 1965.
Sementara itu, karakter religius Erdogan tampak sejak kecil. Saat Erdogan berada di kelas lima SD, ia sempat mengajukan diri untuk melangsungkan salat di kelas agama.
"Saya tak melihat ada murid yang bersedia, jadi saya bilang saya bakal melakukannya," kata Erdogan dalam wawancara bersama The Wall Street Journal.
"Dia [direktur SD kami] meletakkan koran di lantai. Saat saya mengatakan saya tidak bisa melakukannya di atas koran yang bergambar, dia menutupinya dengan taplak meja, dan saya melakukan salat di taplak meja," tuturnya.
"Saya juga mengajarkan murid lain terkait apa yang benar dan apa yang salah [saat melakukan salat]."
Masa remaja Erdogan pernah menjadi pesepak bola di Turki...
Kisah Erdogan Saat Remaja
Recep Tayyip Erdogan bakal maju lagi jadi presiden. (AFP/ADEM ALTAN)
Beranjak remaja, Erdogan sempat tertarik dengan dunia sepak bola pada 1979 sampai 1982.
Erdogan bahkan sempat menjadi anggota tim sepak bola profesional. Namun, minatnya ini tak disetujui oleh ayahnya.
Setelah itu, Erdogan menempuh pendidikan SMA di Sekolah Imam Hatip di Istanbul dan lulus pada 1973. Tak hanya itu, Erdogan juga dipanggil Hoca yang berarti pemimpin atau guru, saat ia berada di SMA Imam Hatip.
Saat menempuh pendidikan di sekolah itu, Erdogan menjadi anggota Asosiasi Mahasiswa Turki.
Sebagaimana dilansir Britannica, Erdogan semasa SMA dikenal sebagai orator yang berapi-api terkait politik Islam.
Tak hanya itu, Erdogan juga sempat diajari oleh pemimpin Partai Keselamatan Nasional (MSP) Necmettin Erbakan. Partai tersebut dikenal dengan sikap nasionalis Islam, anti-Barat, dan anti-Semitisme.
Sebagaimana dikutip Populism Studies, partai tersebut merupakan penerus Partai Ketertiban Nasional milik Erdogan. Partai Ketertiban Nasional sendiri sempat dilarang pada 1971 karena melanggar nilai sekuler dalam konstitusi Turki.
Erdogan bahkan sempat terpilih sebagai Kepala Cabang Pemuda MSP Beyoglu pada 1976.
Pada 1981, Erdogan lulus dari Fakultas Ekonomi dan Administrasi Universitas Marmara. Ia lalu bekerja sebagai akuntan dan manajer di perusahaan swasta.