Cerita WNI soal 'Pasang-Surut' Kerukunan Warga Hindu-Muslim India

CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 11:35 WIB
Warga negara Indonesia (WNI) mengungkapkan cerita tentang 'pasang-surut' kerukunan antara umat Hindu dan Muslim di India. Warga dan turis di India di depan Taj Mahal. (AFP/MONEY SHARMA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga negara Indonesia (WNI) mengungkapkan cerita tentang 'pasang-surut' kerukunan antara umat Hindu dan Muslim di India.

Anggy Eka Pratiwi, salah satu WNI yang kini tinggal di negara bagian Rajasthan, menyampaikan bahwa situasi keagamaan di India sebenarnya rukun-rukun saja.

"Sebenarnya umat Hindu-Muslim di India itu kalau saya sebagai pendatang melihatnya rukun-rukun saja, jika tidak ada isu-isu yang menyebabkan mereka benturan. Jadi akhir-akhir ini marak sekali isu-isu yang beredar. Pasti kita tahu itu ada sebabnya. Tapi untuk yang saya tahu, teman-teman saya di pendidikan, umat Muslim dan Hindu di India itu sangat rukun," kata Anggy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (4/7).

Anggy juga menyampaikan umat Islam dan Hindu di India sebenarnya memiliki rasa toleransi yang tinggi.

"Mereka sangat toleransi, jadi di India ini banyak sekali yang mencerminkan bagaimana mereka mentoleransi sebuah agama yang dianut. Seperti teman-teman saya, di sini hampir semua di kampus saya itu mayoritas orang Hindu tapi mereka tahu di waktu Ramadan saya berpuasa dan mereka ya mengingatkan. Jadi kan panas, 'usahakan kamu jangan keluar-keluar,' begitu," tutur Anggy.

[Gambas:Video CNN]

Walaupun demikian, Anggy menilai kerukunan ini kemudian rusak jika ada masalah terjadi.

"Jadi mereka ada masalah jika ada yang menggeser permasalahan utama istilahnya, mereka baru bentrok. Tapi kalau tidak ada, mereka rukun-rukun saja. Tidak hanya Hindu dengan Muslim, bahkan Muslim dengan Muslim pun, blok A dan blok B. Di sini banyak sektenya seperti muslim syiah dan muslim sunni. Itu juga kita mendapati ada beberapa kasus tentang itu. Sesama umat Hindu juga ada bentroknya juga, tidak melulu tentang muslim dengan umat Hindu," ujarnya.

Anggy juga sedikit menyinggung kasus larangan hijab yang terjadi di India beberapa waktu lalu. Menurutnya, pembuatan seragam yang sama dimaksudkan agar guru di India tak membeda-bedakan agama muridnya.

"Contoh kasus kemarin ribut-ribut tak boleh pakai attire agama. Walaupun kita muslim wajib menggunakan hijab, sebenarnya seragam yang dipermasalahkan itu dibuat untuk biar kalau pergi ke sekolah dilihatnya sama. Jadi guru tidak mengajari dan membeda-bedakan karena kamu agama A, karena kamu agama B," tutur Anggy.

Selain itu, Anggy membandingkan situasi keagamaan antara Indonesia dengan India. Menurutnya, pemerintah India mendukung toleransi, tetapi beberapa oknum kadang menggunakan agama untuk memecah belah masyarakat.

"Kalau pemerintah sendiri sangat mendukung toleransi. Hanya mungkin ada sejumlah orang yang memanfaatkan isu agama untuk memecah belah. Sama seperti di Indonesia," katanya.

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER