Ukraina Pontang-panting Pertahankan Donetsk usai Rusia Rebut Luhansk

rds | CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 20:06 WIB
Ukraina segera mengerahkan strategi baru demi mempertahankan Donetsk setelah Luhansk direbut pasukan Rusia. Ukraina segera mengerahkan strategi baru demi mempertahankan Donetsk setelah Luhansk direbut pasukan Rusia. (Foto: Getty Images/Scott Olson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Ukraina dilaporkan segera mengambil strategi pertahanan baru di Donetsk demi mempertahankan daerah itu dari tentara Rusia pada Selasa (5/7).

Pasukan Rusia menggempur sasaran di seluruh Donetsk demi mempersiapkan jalur logistik dan kendaraan tempur agar bisa masuk dan mencoba mengambil lebih banyak wilayah itu.

Serangan terbaru Rusia ini berlangsung sehari setelah mereka mengklaim menguasai seluruh Luhansk setelah merebut Lysychansk, kota terakhir di daerah itu yang dipegang Ukraina.

Pasukan Ukraina yang mundur dari Lysychansk pada akhir pekan lantas segera mengambil garis pertahanan baru di Donetsk demi membendung gempuran Rusia, menurut Serhiy Gaidai, gubernur Ukraina di Luhansk.

"Sloviansk dan Kramatorsk diserang. Mereka sekarang juga menjadi garis utama serangan musuh dari arah Lyman... tidak ada tempat aman tanpa bombardir di wilayah Donetsk," kata Gaidai.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menggunakan apa yang disebutnya senjata presisi tinggi untuk menghancurkan pusat komando dan artileri di Donetsk, di mana Ukraina masih menguasai kota-kota besar.

[Gambas:Video CNN]

Kedua belah pihak telah menderita banyak korban dalam pertempuran di Luhansk, terutama selama pengepungan kota kembar Lysychansk dan Sievierodonetsk.

Seorang reporter Reuters yang mengunjungi Lysychansk pada hari Senin melihat kehancuran yang meluas.

Per Senin (4/7), Institute for The Study of War melaporkan Rusia menguasai mayoritas wilayah timur Ukraina yang membentang dari selatan Kharkiv Oblast melebar ke Luhansk dan Donetsk hingga Zaporizhzhia Oblast, Kherson Oblast, dan Crimea di selatan dan tenggara Ukraina.

Rusia total menguasai 132.866 km persegi wilayah dari total 603.548 km persegi luas Ukraina. Namun, jika dihitung dengan Crimea yang dicaplok Rusia pada 2014, Moskow total menduduki 158.947 km persegi wilayah Ukraina atau sekitar 26,3 persen dari total wilayah Ukraina.

Saat ini, pertempuran Rusia vs Ukraina juga masih berlanjut. Rusia masih terus menggempur tanpa ampun kota-kota di pinggiran Donetsk dan Luhansk seperti Bakhmut, Spirne, hingga Marinka.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER