Sebagaimana dilansir CNN, Yamagami memiliki 'dendam kesumat' terhadap sebuah kelompok keagamaan yang ia percaya berhubungan dengan Abe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga saya masuk ke organisasi [keagamaan] itu dan hidup kami menjadi semakin sulit setelah mendonasikan uang ke organisasi itu," kata Yamagami kepada pihak kepolisian pada Jumat (8/7), dikutip dari The Asahi Shimbun.
"Saya ingin menargetkan pejabat tinggi organisasi itu, tetapi sulit. Jadi, saya menyasar Abe karena saya percaya dia berhubungan [ke organisasi itu]. Saya ingin membunuhnya," lanjut Yamagami.
Yamagami merupakan pria asal Kota Nara berusia 41 tahun. Ia tinggal di sebuah apartemen yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Stasiun Kereta Kintetsu Yamato-Saidaiji di Nara.
Sementara itu, ibu Yamagami mengambil alih perusahaan. Namun, sang ibu kemudian menjadi anggota kelompok keagamaan dan mendonasikan banyak yang ke organisasi itu.
Melihat kondisi ini, kerabat Yamagami menilai sang ibu mencoba mencari jawaban atas kehidupan lewat organisasi keagamaan.
"Dia adalah janda, dan saya pikir dia merasa tak yakin akan masa depan keluarganya," kata kerabat itu.
Setelah ibu Yamagami fokus pada organisasi keagamaan, kerabat itu mengaku mulai mendapatkan telepon dari Yamagami bersaudara karena "Kami tidak memiliki makanan di rumah."
Pria tersebut kemudian memberikan uang kepada mereka untuk hidup. Kerabat itu juga beberapa kali memberikan makanan kepada mereka.
Beranjak dewasa, Yamagami bersekolah di sebuah SMA 'elite' di Prefektur Nara. Kategori ini disematkan karena kebanyakan lulusan di SMA itu diterima di universitas yang bagus.
Setelah lulus SMA, Yamagami masuk ke sekolah teknik.
Yamagami juga diketahui merupakan anggota Angkatan Laut Jepang selama tiga tahun. Ia masuk ke badan tersebut sejak 2002.
Informasi ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat yang dekat dengan Kementerian Pertahanan.
Yamagami masuk dalam Angkatan Laut pada tahun yang sama perusahaan keluarganya dideklarasikan bangkrut.
Dari pengalamannya di Angkatan Laut Jepang, Yamagami memiliki kemampuan untuk merakit dan menyembunyikan senjata api.
Berdasarkan penggeledahan kepolisian di apartemennya, mereka menemukan dan menyita beberapa senjata api yang mirip dengan yang digunakan Yamagami dalam pembunuhan Abe. Kepolisian juga menemukan beberapa bahan peledak, objek berbentuk tabung, dan komputer pribadi.
Petugas juga menyita beberapa buku dan catatan dari rumah orang tua Yamagami di Nara.
Selain bekerja di Angkatan Laut, Yamagami sempat bekerja di agen kepegawaian di Prefektur Osaka. Ia mengoperasi truk garpu (forklift) di sebuah gudang di Prefektur Kyoto.
Seorang petugas di agen itu mendeskripsikan Yamagami sebagai seseorang yang pendiam.
Sebagaimana dilansir CNN, Yamagami memiliki 'dendam kesumat' terhadap sebuah kelompok keagamaan yang ia percaya berhubungan dengan Abe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga saya masuk ke organisasi [keagamaan] itu dan hidup kami menjadi semakin sulit setelah mendonasikan uang ke organisasi itu," kata Yamagami kepada pihak kepolisian pada Jumat (8/7), dikutip dari The Asahi Shimbun.
"Saya ingin menargetkan pejabat tinggi organisasi itu, tetapi sulit. Jadi, saya menyasar Abe karena saya percaya dia berhubungan [ke organisasi itu]. Saya ingin membunuhnya," lanjut Yamagami.
Yamagami merupakan pria asal Kota Nara berusia 41 tahun. Ia tinggal di sebuah apartemen yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Stasiun Kereta Kintetsu Yamato-Saidaiji di Nara.
Sementara itu, ibu Yamagami mengambil alih perusahaan. Namun, sang ibu kemudian menjadi anggota kelompok keagamaan dan mendonasikan banyak yang ke organisasi itu.
Melihat kondisi ini, kerabat Yamagami menilai sang ibu mencoba mencari jawaban atas kehidupan lewat organisasi keagamaan.
"Dia adalah janda, dan saya pikir dia merasa tak yakin akan masa depan keluarganya," kata kerabat itu.
Setelah ibu Yamagami fokus pada organisasi keagamaan, kerabat itu mengaku mulai mendapatkan telepon dari Yamagami bersaudara karena "Kami tidak memiliki makanan di rumah."
Pria tersebut kemudian memberikan uang kepada mereka untuk hidup. Kerabat itu juga beberapa kali memberikan makanan kepada mereka.
Beranjak dewasa, Yamagami bersekolah di sebuah SMA 'elite' di Prefektur Nara. Kategori ini disematkan karena kebanyakan lulusan di SMA itu diterima di universitas yang bagus.
Setelah lulus SMA, Yamagami masuk ke sekolah teknik.
Yamagami juga diketahui merupakan anggota Angkatan Laut Jepang selama tiga tahun. Ia masuk ke badan tersebut sejak 2002.
Informasi ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat yang dekat dengan Kementerian Pertahanan.
Karier di AL hingga Keluar Dinas
Polisi langsung menjebloskan Tetsuya Yamagami ke Penjara. (via REUTERS/KYODO)
Yamagami masuk dalam Angkatan Laut pada tahun yang sama perusahaan keluarganya dideklarasikan bangkrut.
Dari pengalamannya di Angkatan Laut Jepang, Yamagami memiliki kemampuan untuk merakit dan menyembunyikan senjata api.
Berdasarkan penggeledahan kepolisian di apartemennya, mereka menemukan dan menyita beberapa senjata api yang mirip dengan yang digunakan Yamagami dalam pembunuhan Abe. Kepolisian juga menemukan beberapa bahan peledak, objek berbentuk tabung, dan komputer pribadi.
Petugas juga menyita beberapa buku dan catatan dari rumah orang tua Yamagami di Nara.
Selain bekerja di Angkatan Laut, Yamagami sempat bekerja di agen kepegawaian di Prefektur Osaka. Ia mengoperasi truk garpu (forklift) di sebuah gudang di Prefektur Kyoto.
Seorang petugas di agen itu mendeskripsikan Yamagami sebagai seseorang yang pendiam.