Iran Klaim Mampu Bikin Bom Nuklir dengan Mudah

CNN Indonesia
Senin, 18 Jul 2022 14:55 WIB
Iran mengklaim mampu membuat bom nuklir dengan mudah. Namun, mereka belum memutuskan akan membuat senjata mutakhir itu atau tidak. Ilustrasi fasilitas nuklir Iran. (AFP/Fars News Agency/Hamed Malekpour)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengklaim mampu membuat bom nuklir dengan mudah. Namun, mereka belum memutuskan akan membuat senjata mutakhir itu atau tidak.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Kamal Kharazzi, mengklaim bahwa negaranya suda bisa melakukan pengayaan uranium hingga 60 persen, mendekati batas minimum pembuatan bom nuklir di angka 90 persen.

"Dalam beberapa hari, kami akan bisa melakukan pengayaan uranium hingga 60 persen, dan kami bisa memproduksi secara mudah 90 persen uranium yang telah diperkaya," ujar Kharazzi pada Minggu (17/7), seperti dikutip Reuters.

Ia kemudian berkata, "Iran memiliki pengetahuan teknis untuk memproduksi bom nuklir, tetapi Iran belum memutuskan untuk membangunnya."

Iran memang sudah melakukan pengayaan uranium hingga 60 persen, jauh lebih tinggi dari batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 lalu, yaitu 3,67 persen.

Melalui kesepakatan itu, negara-negara Barat sebenarnya ingin menjaga agar Iran tak membuat senjata nuklir. Sebagai timbal balik, negara Barat mencabut sanksi atas Iran.

Namun, kesepakatan itu hancur ketika Amerika Serikat menarik diri di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump dan mulai menjatuhkan sanksi lagi atas Iran.

Setelah Joe Biden menjabat, AS dan negara lain berupaya menghidupkan kembali kesepakatan itu, tapi belum ada langkah berarti.

Iran pun kembali mengembangkan program nuklirnya. Mereka terus memperkaya uranium, bahkan sampai 60 persen.

[Gambas:Video CNN]

Mereka sebenarnya menyatakan bahwa pengayaan uranium tersebut digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi warga sipil.

Teheran juga membuka opsi untuk kembali ke kesepakatan nuklir jika AS mencabut sanksi dan kembali bergabung ke perjanjian tersebut.

Namun, Biden tak bisa berjanji karena kesepakatan nuklir ini merupakan pemahaman politik yang tak mengikat, bukan perjanjian mengikat secara hukum.

"Amerika Serikat tidak memberikan jaminan untuk menjaga kesepakatan nuklir dan ini merusak kemungkinan kesepakatan apa pun," ujarnya.

Sementara itu, Israel, musuh bebuyutan Iran, mengancam bakal menyerang situs nuklir Teheran jika cara diplomasi gagal menahan ambisi nuklir negara itu.

Namun kini, Kharazzi menegaskan bahwa Iran tak bakal menegosiasikan program rudal balistik dan kebijakan regional mereka.

"Negara tetangga mana pun yang menargetkan keamanan kami bakal mendapatkan respons langsung," katanya.

(pwn/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER