Kenapa China Murka soal Rencana Ketua DPR AS Lawat Taiwan?
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Jul 2022 13:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden China Xi Jinping (kiri) - Presiden Taiwan Tsai Ing Wen (kanan). (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/Ann Wang)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wacana kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan menuai ancaman dari China.
China bersumpah bakal meresponsnya dengan langkah tegas dan keras. Sejumlah sumber pemerintah China bahkan mengklaim Beijing sudah mempersiapkan berbagai langkah, termasuk opsi militer, merespons lawatan Pelosi ke Taiwan jika benar-benar terjadi.
Dalam sambungan telepon dengan Presiden Joe Biden pada Kamis (28/7), Presiden China Xi Jinping melayangkan ultimatum kepada AS agar "tak bermain dengan api" soal Taiwan.
Pelosi sendiri menolak mengonfirmasi kunjungannya ke Taiwan secara publik, tetapi telah mengundang sejumlah politikus untuk menemaninya.
Apa yang menyebabkan China marah dengan rencana kunjungan Pelosi ke Taiwan?
Sebagaimana diberitakan CNN, pemerintah China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah dan kedaulatan mereka. Beijing juga berulang kali menegaskan tak segan menggunakan kekerasan militer untuk menghentikan ambisi Taiwan dan menyatukan kembali wilayah pembangkang itu dengan daratan China.
Untuk memperkuat klaimnya atas Taiwan, Beijing berupaya mengisolasi Taipei dari panggung dunia. China kerap menghalau Taiwan untuk mendapatkan sekutu diplomatik, sampai memblokir Taiwan bergabung ke organisasi internasional.
China menghujani perairan sekitar Taiwan dengan serangan rudal. Krisis ini baru berakhir setelah AS mengirimkan dua kapal induk ke dekat Taiwan untuk menunjukkan dukungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah delegasi AS kerap berkunjung ke Taiwan dan membuat China marah. China kemudian mengirimkan pesawat tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.
Namun, kunjungan Pelosi ke Taiwan, jika terjadi, bakal dinilai sebagai langkah yang lebih provokatif oleh Beijing, mengingat kedudukan Pelosi sebagai ketua DPR AS.
"Pelosi merupakan pejabat publik nomor tiga yang berada di garis penerus pemerintahan setelah presiden dan wakil presiden, saya pikir China menanggapi itu secara serius," ujar Kepala Pusat China Abad-21 di Universitas California San Diego, Susan L. Shirk.
"Dia adalah figur penting dalam politik Amerika. Itu berbeda dengan anggota kongres biasa," lanjut Shirk.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Xi Jinping Amankan Periode Ketiga Jadi Presiden
Tak hanya itu, kunjungan Pelosi, jika terjadi, juga berlangsung dalam waktu yang tidak tepat bagi China.
Shirk menilai kunjungan Pelosi ke Taiwan berlangsung saat situasi domestik China sensitif.
"Ini merupakan waktu yang sangat menegangkan dalam politik domestik China," ujar Shirk.
Ini disebabkan karena militer China bakal merayakan hari jadi mereka pada 1 Agustus mendatang. Sementara Xi Jinping juga tengah bersiap-siap mempertahankan jabatannya agar bisa terpilih lagi sebagai Presiden China untuk ketiga kalinya.
Upaya Xi ini bakal dilakukan Xi di kongres Partai Komunis yang ke-20 pada musim gugur tahun ini. Karena itu, Xi Jinping diprediksi bakal melakukan segala cara dengan tegas untuk menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin China yang kuat, termasuk dalam menangani masalah Taiwan.
"Dia [Xi] dan banyak anggota kelompok elite China bakal melihat kunjungan Pelosi sebagai penghinaan terhadap Xi Jinping dan kepemimpinannya. Dan itu berarti dia akan terdorong untuk mengeluarkan reaksi yang menunjukkan kekuatannya," tuturnya lagi seperti dikutip CNN.
Pelosi sendiri merupakan salah satu pengkritik Partai Komunis China (PKC). Ia mengecam rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia di Negeri Tirai Bambu.
Pelosi bahkan sempat bertemu Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet yang dinilai China menjadi salah satu pengkritik bahkan pemberontak pemerintah.
Di sisi lain, kunjungan Pelosi ke Taiwan juga bakal memperburuk hubungan antara AS dan China. Keberpihakan AS atas kemerdekaan Taiwan bisa membuat China murka.
Sebab, China kerap marah kepada negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing, namun di saat bersamaan juga mendekatkan diri dengan Taiwan. China melihat Taiwan merupakan wilayahnya yang membangkang karena ngotot ingin memerdekakan diri.
"Amerika Serikat sangat menolak upaya unilateral untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan kestabilan di Selat Taiwan," ujar Biden dalam sebuah pernyataan.
Setelah memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan lantaran penetapan hubungan diplomatik dengan China pada 1979, AS tetap menjalin hubungan dekat informal dengan Taipei di bawah undang-undang Taiwan Act.
Dengan dasar itu, AS memiliki komitmen untuk tetap membantu Taiwan terutama dalam bidang militer dan pengadaan senjata untuk pertahanan menghadapi ancaman terutama dari China.
Jakarta, CNN Indonesia --
Wacana kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan menuai ancaman dari China.
China bersumpah bakal meresponsnya dengan langkah tegas dan keras. Sejumlah sumber pemerintah China bahkan mengklaim Beijing sudah mempersiapkan berbagai langkah, termasuk opsi militer, merespons lawatan Pelosi ke Taiwan jika benar-benar terjadi.
Dalam sambungan telepon dengan Presiden Joe Biden pada Kamis (28/7), Presiden China Xi Jinping melayangkan ultimatum kepada AS agar "tak bermain dengan api" soal Taiwan.
Pelosi sendiri menolak mengonfirmasi kunjungannya ke Taiwan secara publik, tetapi telah mengundang sejumlah politikus untuk menemaninya.
Apa yang menyebabkan China marah dengan rencana kunjungan Pelosi ke Taiwan?
Sebagaimana diberitakan CNN, pemerintah China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah dan kedaulatan mereka. Beijing juga berulang kali menegaskan tak segan menggunakan kekerasan militer untuk menghentikan ambisi Taiwan dan menyatukan kembali wilayah pembangkang itu dengan daratan China.
Untuk memperkuat klaimnya atas Taiwan, Beijing berupaya mengisolasi Taipei dari panggung dunia. China kerap menghalau Taiwan untuk mendapatkan sekutu diplomatik, sampai memblokir Taiwan bergabung ke organisasi internasional.
China menghujani perairan sekitar Taiwan dengan serangan rudal. Krisis ini baru berakhir setelah AS mengirimkan dua kapal induk ke dekat Taiwan untuk menunjukkan dukungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah delegasi AS kerap berkunjung ke Taiwan dan membuat China marah. China kemudian mengirimkan pesawat tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.
Namun, kunjungan Pelosi ke Taiwan, jika terjadi, bakal dinilai sebagai langkah yang lebih provokatif oleh Beijing, mengingat kedudukan Pelosi sebagai ketua DPR AS.
"Pelosi merupakan pejabat publik nomor tiga yang berada di garis penerus pemerintahan setelah presiden dan wakil presiden, saya pikir China menanggapi itu secara serius," ujar Kepala Pusat China Abad-21 di Universitas California San Diego, Susan L. Shirk.
"Dia adalah figur penting dalam politik Amerika. Itu berbeda dengan anggota kongres biasa," lanjut Shirk.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Kenapa China Murka soal Rencana Ketua DPR AS Lawat Taiwan?
Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping berdebat soal Taiwan melalui telepon selama 2 jam. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Xi Jinping Amankan Periode Ketiga Jadi Presiden
Tak hanya itu, kunjungan Pelosi, jika terjadi, juga berlangsung dalam waktu yang tidak tepat bagi China.
Shirk menilai kunjungan Pelosi ke Taiwan berlangsung saat situasi domestik China sensitif.
"Ini merupakan waktu yang sangat menegangkan dalam politik domestik China," ujar Shirk.
Ini disebabkan karena militer China bakal merayakan hari jadi mereka pada 1 Agustus mendatang. Sementara Xi Jinping juga tengah bersiap-siap mempertahankan jabatannya agar bisa terpilih lagi sebagai Presiden China untuk ketiga kalinya.
Upaya Xi ini bakal dilakukan Xi di kongres Partai Komunis yang ke-20 pada musim gugur tahun ini. Karena itu, Xi Jinping diprediksi bakal melakukan segala cara dengan tegas untuk menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin China yang kuat, termasuk dalam menangani masalah Taiwan.
"Dia [Xi] dan banyak anggota kelompok elite China bakal melihat kunjungan Pelosi sebagai penghinaan terhadap Xi Jinping dan kepemimpinannya. Dan itu berarti dia akan terdorong untuk mengeluarkan reaksi yang menunjukkan kekuatannya," tuturnya lagi seperti dikutip CNN.
Pelosi sendiri merupakan salah satu pengkritik Partai Komunis China (PKC). Ia mengecam rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia di Negeri Tirai Bambu.
Pelosi bahkan sempat bertemu Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet yang dinilai China menjadi salah satu pengkritik bahkan pemberontak pemerintah.
Di sisi lain, kunjungan Pelosi ke Taiwan juga bakal memperburuk hubungan antara AS dan China. Keberpihakan AS atas kemerdekaan Taiwan bisa membuat China murka.
Sebab, China kerap marah kepada negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing, namun di saat bersamaan juga mendekatkan diri dengan Taiwan. China melihat Taiwan merupakan wilayahnya yang membangkang karena ngotot ingin memerdekakan diri.
"Amerika Serikat sangat menolak upaya unilateral untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan kestabilan di Selat Taiwan," ujar Biden dalam sebuah pernyataan.
Setelah memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan lantaran penetapan hubungan diplomatik dengan China pada 1979, AS tetap menjalin hubungan dekat informal dengan Taipei di bawah undang-undang Taiwan Act.
Dengan dasar itu, AS memiliki komitmen untuk tetap membantu Taiwan terutama dalam bidang militer dan pengadaan senjata untuk pertahanan menghadapi ancaman terutama dari China.