Kenapa Arab Saudi Girang Drone AS Bunuh Pentolan Al Qaeda Zawahiri?

CNN Indonesia
Selasa, 02 Agu 2022 14:07 WIB
Arab Saudi menyambut baik keberhasilan Amerika Serikat dalam membunuh pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, Selasa (2/8). Kenapa Arab Saudi girang AS bunuh pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri? (AL JAZEERA TV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi menyambut baik keberhasilan Amerika Serikat dalam membunuh pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, Selasa (2/8).

Zawahiri sendiri terbunuh dalam serangan drone.

"Kerajaan Arab Saudi menyambut pengumuman Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menargetkan dan menewaskan pemimpin teroris Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi.

Sebagaimana diberitakan AFP, pemerintah Saudi menganggap Zawahiri sebagai salah satu pemimpin teroris yang memimpin dan mengeksekusi operasi terorisme di AS, Arab Saudi, dan sejumlah negara itu.

"Ribuan masyarakat tak bersalah dari berbagai kewarganegaraan dan agama, termasuk masyarakat Saudi, dibunuh," lanjut badan itu.

[Gambas:Video CNN]

Selain menyuarakan respons positif atas terbunuhnya Zawahiri, pemerintah Saudi juga mendesak kerja sama internasional untuk menangkal terorisme.

Pernyataan itu juga berucap, "pemerintah kerajaan menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dan upaya internasional terpadu untuk menangkal dan membasmi terorisme, mengimbau seluruh negara untuk bekerja sama dalam kerangka kerja ini demi melindungi masyarakat tak bersalah dari organisasi teroris."

Sebelumnya, Presiden Joe Biden menuturkan AS telah berhasil membunuh Zawahiri dalam serangan drone di Kabul, Afghanistan.

Seorang pejabat AS menuturkan Zawahiri berada di teras salah satu rumah di Kabul saat serangan terjadi. Lokasi Zawahiri kemudian menjadi sasaran dua rudal Hellfire pada Minggu (31/7).

Zawahiri merupakan salah satu teroris paling dicari di dunia dan dalang dari serangan 11 September 2001.

Zawahiri memimpin Al-Qaeda setelah pendahulunya, Osama bin Laden, terbunuh oleh pasukan khusus AS di Pakistan pada 2011.

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER