Kenapa Ketua DPR AS Pelosi Nekat ke Taiwan sampai Bikin Marah China?
CNN Indonesia
Rabu, 03 Agu 2022 08:26 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, membeberkan sejumlah alasan mengapa dirinya nekat kunjungi Taiwan di tengah ancaman aksi militer China. (Foto: (AFP/PEDRO UGARTE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Dewan Perwakilan (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi, nekat mengunjungi Taiwan terlepas dari berbagai penolakan dan ancaman China.
Pelosi tiba di Bandara Taipei pada Selasa (2/8) malam dan berencana bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing Wen dan timpalannya, Ketua DPR Taiwan, You Si-kun pada Rabu (3/8) pagi.
China mengutuk keras keputusan ngotot Pelosi dan berjanji akan membalas dengan aksi militer lawatannya itu. Beijing mengatakan AS benar-benar bermain api soal isu Taiwan dan Washington akan membayar konsekuensinya.
"AS terus-menerus mendistorsi, mengaburkan, dan melanggar prinsip Satu China. Gerakan ini, sepert bermain api, sangat berbahaya. Mereka yang bermain api akan binasa karenanya," bunyi pernyataan Kemlu China menanggapi kunjungan Pelosi pada Rabu (3/8).
China menganggap kunjungan Pelosi menandakan AS sudah tak lagi mengindahkan prinsip Satu China.
Bagi Beijing setiap negara yang menjalin hubungan diplomatik dengannya harus menerapkan kebijakan Satu China, yang berarti menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan.
Pemerintahan Presiden Xi Jinping menilai kunjungan Pelosi, pejabat tertinggi ketiga di AS, ke Taiwan menandakan dukungan Washington terhadap Taipei yang kekeh ingin merdeka.
Sebetulnya, apa kepentingan Pelosi ke Taiwan sampai-sampai berani bikin China marah?
Pelosi mengaku kehadiran rombongan AS di Taiwan adalah sebagai bentuk dukungan terhadap pulau itu usai serangkaian tindakan intimidasi China.
"[Ini] pernyataan tegas bahwa Amerika mendukung Taiwn, mitra demokratis kami, karena membela diri dan kebebasannya," kata Pelosi seperti dikutipWashington Post.
Menurut dia Beijing menekan Taiwan dari sisi ekonomi, dengan mendesak perusahaan global memutus hubungan dengan pulau tersebut, mengintimidasi negara yang bekerja sama dan menekan Taipei bahkan dari sektor pariwisata
Pelosi menerangkan lebih lanjut bahwa kunjungan dia sama sekali tak bertentangan dengan kebijakan satu China yang sudah berlangsung lama. AS, kata Pelosi, menentang upaya sepihak yang mengubah status quo.
Ia juga menegaskan kunjungan kali ini merupakan bagian tur AS ke Indo-Pasifik yang meliputi Singapura, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan.
Saat bertemu dengan pejabat Taiwan, Pelosi akan membahas penegasan kembali dukungan mereka untuk pulau tersebut, mempromosikan kepentingan bersama dan memajukan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
"Solidaritas Amerika dengan Taiwan lebih penting hari ini daripada sebelumnya. tidak hanya bagi 23 juta orang di pulau itu, tetapi juga bagi jutaan orang lainnya yang tertindas dan terancam oleh RRT [China]," ujar Pelosi.
Ia menegaskan bahwa dengan melakukan perjalanan ke Taiwan, AS menghormati komitmen terhadap demokrasi, dan menegaskan kembali kebebasan Taiwan.
China Rapatkan Militer Siap Tempur Tanggapi Lawatan Pelosi? Baca di halaman selanjutnya >>>
China Marah ke AS soal Kunjungan Pelosi
Kehadiran Pelosi di pulau itu membuat China geram. Pemerintahan Presiden Xi Jinping menganggap kunjungan pejabat AS itu bisa mengganggu kedaulatan dan hubungan diplomatik kedua negara.
Beijing telah berulang kali memperingatkan agar para pejabat AS tak melakukan lawatan ke Taiwan. Jika mereka ngotot, China akan mengambil tindakan keras bahkan militer.
Di hari yang sama dengan kedatangan Pelosi, China mengirim empat pesawat jet tempur ke wilayah udara pertahanan pulau tersebut.
Di sekitar Selat Taiwan, militer China juga dilaporkan siaga tempur.
Beberapa hari jelang kunjungan AS, Komando Pangkalan Timur China merilis video di media sosial China, Weibo, pada Senin (1/8). Hari itu bertepatan dengan peringatan 95 tahun Tentara Pembebasan Rakyat.
"Kami akan mengubur semua musuh yang menyerang wilayah kami," bunyi teks yang menyertai rekaman itu dikutip AFP.
Mereka juga menuliskan, "Kami siap tempur. Maju ke medan perang bersama dan memenangkan pertempuran."
Dalam rekaman itu tampak tentara China yang siap tempur. DI video terlihat seperti peluncuran rudal, pendaratan amfibi dan pertunjukan kekuatan lainnya di udara, darat dan laut.
Persoalan Taiwan kerap menjadi titik nyala perseteruan AS dan China. Presiden Xi Jinping sampai-sampai mengancam Presiden AS Joe Biden agar tak main api soal pulau ini.
China menilai Taiwan bagian dari kedaulatannya. Sementara Taipei bersikeras ingin memerdekakan diri.
AS dalam hal ini mendukung Taiwan meski sering mengklaim pihaknya masih menghargai kebijakan Satu China.
Ketua Dewan Perwakilan (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi, nekat mengunjungi Taiwan terlepas dari berbagai penolakan dan ancaman China.
Pelosi tiba di Bandara Taipei pada Selasa (2/8) malam dan berencana bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing Wen dan timpalannya, Ketua DPR Taiwan, You Si-kun pada Rabu (3/8) pagi.
China mengutuk keras keputusan ngotot Pelosi dan berjanji akan membalas dengan aksi militer lawatannya itu. Beijing mengatakan AS benar-benar bermain api soal isu Taiwan dan Washington akan membayar konsekuensinya.
"AS terus-menerus mendistorsi, mengaburkan, dan melanggar prinsip Satu China. Gerakan ini, sepert bermain api, sangat berbahaya. Mereka yang bermain api akan binasa karenanya," bunyi pernyataan Kemlu China menanggapi kunjungan Pelosi pada Rabu (3/8).
China menganggap kunjungan Pelosi menandakan AS sudah tak lagi mengindahkan prinsip Satu China.
Bagi Beijing setiap negara yang menjalin hubungan diplomatik dengannya harus menerapkan kebijakan Satu China, yang berarti menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan.
Pemerintahan Presiden Xi Jinping menilai kunjungan Pelosi, pejabat tertinggi ketiga di AS, ke Taiwan menandakan dukungan Washington terhadap Taipei yang kekeh ingin merdeka.
Sebetulnya, apa kepentingan Pelosi ke Taiwan sampai-sampai berani bikin China marah?
Pelosi mengaku kehadiran rombongan AS di Taiwan adalah sebagai bentuk dukungan terhadap pulau itu usai serangkaian tindakan intimidasi China.
"[Ini] pernyataan tegas bahwa Amerika mendukung Taiwn, mitra demokratis kami, karena membela diri dan kebebasannya," kata Pelosi seperti dikutipWashington Post.
Menurut dia Beijing menekan Taiwan dari sisi ekonomi, dengan mendesak perusahaan global memutus hubungan dengan pulau tersebut, mengintimidasi negara yang bekerja sama dan menekan Taipei bahkan dari sektor pariwisata
Pelosi menerangkan lebih lanjut bahwa kunjungan dia sama sekali tak bertentangan dengan kebijakan satu China yang sudah berlangsung lama. AS, kata Pelosi, menentang upaya sepihak yang mengubah status quo.
Ia juga menegaskan kunjungan kali ini merupakan bagian tur AS ke Indo-Pasifik yang meliputi Singapura, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan.
Saat bertemu dengan pejabat Taiwan, Pelosi akan membahas penegasan kembali dukungan mereka untuk pulau tersebut, mempromosikan kepentingan bersama dan memajukan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
"Solidaritas Amerika dengan Taiwan lebih penting hari ini daripada sebelumnya. tidak hanya bagi 23 juta orang di pulau itu, tetapi juga bagi jutaan orang lainnya yang tertindas dan terancam oleh RRT [China]," ujar Pelosi.
Ia menegaskan bahwa dengan melakukan perjalanan ke Taiwan, AS menghormati komitmen terhadap demokrasi, dan menegaskan kembali kebebasan Taiwan.
China Rapatkan Militer Siap Tempur Tanggapi Lawatan Pelosi? Baca di halaman selanjutnya >>>
China Marah ke AS soal Kunjungan Pelosi
(Foto: AFP/CHIP SOMODEVILLA)
China Marah ke AS soal Kunjungan Pelosi
Kehadiran Pelosi di pulau itu membuat China geram. Pemerintahan Presiden Xi Jinping menganggap kunjungan pejabat AS itu bisa mengganggu kedaulatan dan hubungan diplomatik kedua negara.
Beijing telah berulang kali memperingatkan agar para pejabat AS tak melakukan lawatan ke Taiwan. Jika mereka ngotot, China akan mengambil tindakan keras bahkan militer.
Di hari yang sama dengan kedatangan Pelosi, China mengirim empat pesawat jet tempur ke wilayah udara pertahanan pulau tersebut.
Di sekitar Selat Taiwan, militer China juga dilaporkan siaga tempur.
Beberapa hari jelang kunjungan AS, Komando Pangkalan Timur China merilis video di media sosial China, Weibo, pada Senin (1/8). Hari itu bertepatan dengan peringatan 95 tahun Tentara Pembebasan Rakyat.
"Kami akan mengubur semua musuh yang menyerang wilayah kami," bunyi teks yang menyertai rekaman itu dikutip AFP.
Mereka juga menuliskan, "Kami siap tempur. Maju ke medan perang bersama dan memenangkan pertempuran."
Dalam rekaman itu tampak tentara China yang siap tempur. DI video terlihat seperti peluncuran rudal, pendaratan amfibi dan pertunjukan kekuatan lainnya di udara, darat dan laut.
Persoalan Taiwan kerap menjadi titik nyala perseteruan AS dan China. Presiden Xi Jinping sampai-sampai mengancam Presiden AS Joe Biden agar tak main api soal pulau ini.
China menilai Taiwan bagian dari kedaulatannya. Sementara Taipei bersikeras ingin memerdekakan diri.
AS dalam hal ini mendukung Taiwan meski sering mengklaim pihaknya masih menghargai kebijakan Satu China.