Tersangka Korupsi Surya Darmadi Tak Berada di Singapura

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 22:25 WIB
Kementerian Luar Negeri Singapura menanggapi pernyataan Kejagung RI yang menyebut Surya Darmadi melarikan diri ke negara tersebut. Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan Surya Darmadi tak berada di negaranya. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan tersangka kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan di Riau, Surya Darmadi, tak berada di negara tersebut.

Hal ini menanggapi pernyataan Kejaksaan Agung RI yang sebelumnya menyebut Surya Darmadi melarikan diri ke Singapura.

"Menurut catatan imigrasi kami, Surya Darmadi saat ini tidak berada di Singapura," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Singapura dalam keterangan tertulis yang diunggah di laman Facebook, Jumat (5/8).

"Jika Indonesia mengajukan permintaan resmi ke Singapura dengan informasi pendukung yang diperlukan, Singapura akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada Indonesia, sesuai dengan hukum dan kewajiban internasional kami," tambahnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyatakan sedang berkoordinasi dengan Singapura untuk memulangkan Surya Darmadi. Pemilik PT Duta Palma Group itu disebut-sebut kabur ke Singapura di tengah pengusutan kasusnya.

"Upaya yang kita lakukan atase Kejaksaan RI di Singapura telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Singapura untuk pemeriksaan sekaligus memulangkan yang bersangkutan," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8).

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan Surya dan mantan Bupati Indragiri Hulu R. Thamsir Rachman sebagai tersangka kasus korupsi penyerobotan lahan kelapa sawit seluas 37.095 hektare di Riau. Selain itu, penyidik juga menetapkan Surya sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Menurut Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Surya melakukan kesepakatan dengan Raja untuk mempermudah izin kegiatan usaha lima perusahaannya di bawah grup Duta Palma.

Kerugian keuangan negara akibat perbuatan Surya diperkirakan mencapai Rp78 triliun. Kasus ini dianggap menjadi kasus korupsi terbesar di Indonesia.

Surya juga pernah tersandung kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan yang turut menyeret nama mantan Gubernur Riau Annas Maamun. KPK telah memasukkan Surya ke daftar pencarian orang (DPO).

Sekretaris National Central Bureau (NCB)-Interpol Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Amur Chandra Juli Buana mengatakan nama Surya sudah tercatat dalam daftar red notice sejak 13 Agustus 2020. Status itu juga dipastikan aktif sampai 2025.

(pmg/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER