Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang atas Covid-19

CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2022 08:30 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mendeklarasikan negaranya meraih kemenangan gemilang atas pandemi Covid-19. Kim Jong Un umumkan Korea Utara menang atas pandemi Covid-19. (AP/朝鮮通信社)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mendeklarasikan negaranya meraih kemenangan gemilang atas pandemi Covid-19.

Informasi ini disampaikan setelah sejumlah pejabat mencatat tidak ditemukannya kasus baru virus tersebut selama hampir dua pekan.

"[Kim mengumumkan] kemenangan dalam perlawanan terhadap penyakit pandemi ganas," demikian laporan dari media pemerintah Korut, KCNA, seperti dikutip AFP.

KCNA juga menyampaikan bahwa Kim, dalam pertemuan dengan para pekerja kesehatan dan ilmuwan, mengatakan, "kemenangan yang didapatkan masyarakat kita merupakan pengalaman sejarah yang sekali lagi menunjukkan kepada dunia bagaimana kehebatan negara kami, kegigihan yang terkalahkan dari masyarakat kami, dan adat istiadat kami yang indah, yang kami banggakan."

[Gambas:Video CNN]

Sebagaimana dilansir KCNA, saat Kim selesai menyampaikan pidato, "para partisipan meneriakkan 'Hore!' berkali-kali, mengenang kembali eksploitasi besar dan pelayanan setia untuk masyarakat, yang telah dia lakukan untuk membawa kemenangan gemilang yang terukir dalam sejarah."

Kim juga dilaporkan menghadiri sesi foto bersama dengan para partisipan dan pejabat senior.

Sejak 29 Juli, Pyongyang melaporkan nol kasus baru terkait 'demam'. Korut sendiri tak benar-benar mengetes masyarakat, membuat data sebenarnya mengenai kasus Covid-19 di negara itu masih abu-abu.

AFP melaporkan Korut masih menghadapi kekurangan kemampuan tes Covid-19.

Kala awal pandemi Covid-19, Korut menerapkan blokade ketat pun mengklaim negaranya tak mendeteksi kasus infeksi virus corona.

Namun, pada Mei, Korut mengakui negaranya berhadapan dengan kasus varian Omicron, pun mengaktifkan sistem pencegahan epidemi di level darurat maksimal.

Di sisi lain, beberapa ahli menilai Korut merupakan salah satu negara dengan sistem kesehatan yang buruk. Rumah sakit di sana kekurangan alat, negara itu hanya sedikit memiliki unit pelayanan intensif (ICU), pun tak memiliki pengobatan dan vaksin Covid-19.

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER