Pelaku Boyong Rp439 Juta, Penyanderaan di Bank Libanon Berakhir

CNN Indonesia
Jumat, 12 Agu 2022 14:02 WIB
Drama penyanderaan sempat menghebohkan bank di Libanon. Penyanderaan berhenti setelah bank sepakat mencairkan US$30 ribu atau Rp439 juta dari rekening pelaku. Drama penyanderaan sempat menghebohkan bank di Libanon. Penyanderaan berhenti setelah bank sepakat mencairkan US$30 ribu atau Rp439 juta dari rekening pelaku. (AP/Hussein Malla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Drama penyanderaan sempat menghebohkan salah satu bank di Libanon. Penyanderaan akhirnya berhenti setelah bank sepakat mencairkan US$30 ribu atau Rp439 juta dari rekening pelaku.

Kesepakatan itu tercapai agar sang pelaku, Bassam al-Sheikh Hussein, membebaskan total enam sandera di bank tersebut.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa insiden ini bermula ketika Hussein mendatangi cabang Bank Federal Libanon pada Kamis (11/8).

Ia ingin mengambil uang dengan jumlah yang melebihi aturan bank. Namun, petugas menolak.

"Dia meminta akses dananya di bank sekitar US$200 ribu [atau Rp2,9 triliun]," kata sumber itu kepada Reuters, Jumat (12/8).

Sumber itu kemudian berujar, "Saat petugas menolak memberikan, dia mulai teriak bahwa kerabatnya ada di rumah sakit. Lalu dia mengeluarkan senjata api."

Hussein lalu menembak pintu dan menyandera orang-orang di dalam bank. Tercatat enam orang disandera, salah satunya sang manajer bank, Hassan Halawi.

"Saya di kantor saya. Dia (penyandera) gelisah, tenang, lalu gelisah lagi," kata Halawi melalui telepon sebelum dibebaskan.

Selama penyanderaan berlangsung, banyak orang berkerumun di luar bank , beberapa menyerukan, "Batalkan aturan bank!"

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, suasana di dalam bank masih mencekam. Pihak berwenang sampai-sampai mengirimkan negosiator untuk berbicara dengan Hussein.

Pihak bank akhirnya sepakat untuk mencairkan US$ 30 ribu dari rekening Hussein.

Sejak Libanon mengalami krisis ekonomi 2019 lalu, banyak bank di Libanon membatasi penarikan uang nasabah.

Bank hanya dapat membuat pengecualian untuk kasus-kasus kemanusiaan, termasuk perawatan di rumah sakit. Namun, beberapa karyawan mengatakan aturan tersebut jarang diterapkan.

(isa/has)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER