Banjir Pakistan, Menteri Salahkan Perubahan Iklim

rds | CNN Indonesia
Senin, 29 Agu 2022 11:34 WIB
Menteri Perubahan Iklim Sherry Rehman mengatakan banjir bandang gegara krisis iklim global ini telah menjadikan 25 persen daratan Pakistan menjadi 'lautan'. Menteri Perubahan Iklim Sherry Rehman mengatakan banjir bandang gegara krisis iklim global ini telah menjadikan 25 persen daratan Pakistan menjadi 'lautan'. (Foto: REUTERS/FAYAZ AZIZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perubahan Iklim Pakistan, Sherry Rehman, mengatakan banjir bandang yang telah merendam seperempat atau 25 persen wilayah negaranya itu karena krisis iklim yang terus memburuk.

Rehman mengatakan banjir bandang ini merupakan masalah iklim serius imbas perubahan iklim dan salah satu yang terburuk di Pakistan dalam satu dekade terakhir.

"[Saat hujan reda] kami akan melihat sepertiga atau seperempat wilayah Pakistan di bawah air," kata Rehman seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (28/8).

"Dan tentu saja kami akan membutuhkan perencanaan yang lebih baik dan pembangunan berkelanjutan di lapangan. Kami perlu memiliki rencana serta struktur yang tahan (perubahan) iklim," ujar dia.

Pakistan, lanjut Rehman, saat ini berada di titik nol dari garis depan peristiwa cuaca ekstrem, di tengah gelombang panas yang tak henti-hentinya, kebakaran hutan, banjir bandang, beberapa ledakan danau glasial, serta peristiwa banjir.

[Gambas:Video CNN]

"Dan sekarang monster musiman dekade ini mendatangkan malapetaka tanpa henti di seluruh negeri, "kata dia.

Pakistan tengah mengalami banjir parah imbas hujan lebat dan curah hujan yang tinggi. Sejauh ini, terdapat beberapa provinsi yang terendam air seperti Provinsi Sindh dan Provinsi Balochistan.

Menanggapi banjir itu, pemerintah kemudian menetapkan status darurat nasional. Mereka juga mengerahkan helikopter untuk membantu menyelamatkan dan mengevakuasi warga.

Imbas bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pakistan (NDMA) mengatakan lebih dari dua juta hektar tanaman budidaya musnah, 3.451 kilometer (2.150 mil) jalan hancur, dan 149 jembatan hanyut.

Sementara itu, para pejabat mengatakan banjir tahun ini berdampak kepada lebih dari 33 juta orang, dan sekitar satu juta rumah hancur.

(rds/bac)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER