Dampak pemadaman listrik itu juga terasa hingga Chongqing dan provinsi timur di sepanjang Sungai Yangtze, demikian dikutip CNN.
Sichuan terkenal dengan sumber daya airnya yang kaya. Sebagian besar wilayah ini bergantung pada pembangkit listrik tenaga air.
Di tengah suhu yang terik dan kekeringan berkepanjangan, waduk di seluruh Sichuan mengering. Sehingga, melumpuhkan PLTA yang menyumbang hampir 80 persen dari kapasitas pembangkit listrik provinsi.
Pada Agustus lalu, Sichuan mengalami penurunan kapasitas pembangkit listrik tenaga air sebesar 50 persen.
Sementara itu, gelombang panas yang tak henti-henti mendorong permintaan listrik ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Keindahan Sichuan
Sichuan berada di lembah atas Sungai Yangtze dan merupakan wilayah terbesar kedua di China.
Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Gansu dan Shaanxi di sebelah utara di sebelah timur berbatasan dengan Chongqing, di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Qinghai.
Sichuan memiliki iklim yang sejuk dan lembab, tanah yang subur dan sumber daya mineral serta kehutanan yang melimpah.
Wilayah ini disebut-sebut menjadi salah satu provinsi yang paling makmur dan mandiri secara ekonomi.
Beberapa orang melihat Sichuan sebagai negara di dalam negara dan China versi kecil.
Salah satu warga juga mengatakan getaran bak tak henti-henti. Insiden ini mengingatkan mereka pada gempa 2008 silam.
Gempa terasa hingga Provinsi Yunna, Shaanxi, dan Guizhou yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.
Sichuan bukan kali pertama dilanda gempa. Pada 2017 lalu, gempa bermagnitudo 6,5 menghantam Provinsi Sichuan. Ketika itu, korban tewas mencapai 19 orang dan 263 terluka.
Gempa terjadi sekitar pukul 09.20 waktu setempat. Berdasarkan Survei Geologi AS, pusat gempa berada 284 kilometer utara Provinsi Chengdu dan mencapai kedalaman 10 kilometer.
Wilayah yang terdampak imbas bencana itu yakni Jiuzhaigou, salah satu taman nasional paling terkenal di China dan masuk warisan dunia UNESCO.
Sebelumnya, wilayah ini juga pernah diguncang gempa parah pada Mei 2008 lalu.
Dampak pemadaman listrik itu juga terasa hingga Chongqing dan provinsi timur di sepanjang Sungai Yangtze, demikian dikutip CNN.
Sichuan terkenal dengan sumber daya airnya yang kaya. Sebagian besar wilayah ini bergantung pada pembangkit listrik tenaga air.
Di tengah suhu yang terik dan kekeringan berkepanjangan, waduk di seluruh Sichuan mengering. Sehingga, melumpuhkan PLTA yang menyumbang hampir 80 persen dari kapasitas pembangkit listrik provinsi.
Pada Agustus lalu, Sichuan mengalami penurunan kapasitas pembangkit listrik tenaga air sebesar 50 persen.
Sementara itu, gelombang panas yang tak henti-henti mendorong permintaan listrik ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Keindahan Sichuan
Sichuan berada di lembah atas Sungai Yangtze dan merupakan wilayah terbesar kedua di China.
Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Gansu dan Shaanxi di sebelah utara di sebelah timur berbatasan dengan Chongqing, di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Qinghai.
Sichuan memiliki iklim yang sejuk dan lembab, tanah yang subur dan sumber daya mineral serta kehutanan yang melimpah.
Wilayah ini disebut-sebut menjadi salah satu provinsi yang paling makmur dan mandiri secara ekonomi.
Beberapa orang melihat Sichuan sebagai negara di dalam negara dan China versi kecil.