Ketika mewarisi takhta, Raja Charles dibayangi 'teror' sederet negara yang ingin keluar dari Persemakmuran Inggris. (Tangkapan layar youtube The Royal Family)
Sebagai raja, kini Charles menjadi kepala negara dan ketua Persemakmuran di 56 negara anggota. Namun, beberapa negara itu kini ingin melepaskan diri dari Persemakmuran.
Sebetulnya, apa keuntungan menjadi anggota Persemakmuran?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Persemakmuran terbagi menjadi dua macam, yakni Negara Persemakmuran (Commonwealth Nation) dan Alam Persemakmuran (Commonwealth Realm).
Alam Persemakmuran adalah negara berdaulat yang mengakui Charles III sebagai raja dan kepala negara. Sejauh ini, ada 15 anggota Alam Persemakmuran, berdasarkan keterangan di situsKerajaan Inggris.
Sementara itu, Negara Persemakmuran hanya mengakui raja atau ratu sebagai ketua Persemakmuran, bukan kepala negara.
Negara yang tergabung dalam Alam Persemakmuran otomatis menjadi Negara Persemakmuran. Namun, Negara Persemakmuran tak otomatis masuk Alam Persemakmuran.
Menurut situsresmi Persemakmuran, setiap anggota Negara Persemakmuran akan mendapat sejumlah manfaat.
Beberapa di antaranya sistem untuk memperkuat tata kelola, membangun institusi inklusif, serta mempromosikan keadilan dan hak asasi manusia.
Selain itu, setiap anggota akan mendapat pelatihan dan bantuan teknis dan mendukung pengambilan keputusan untuk menyusun undang-undang dan menyampaikan kebijakannya.
Asosiasi ini bakal mengerahkan para ahli dan pengamat ke setiap anggota untuk menawarkan saran dan solusi yang tak memihak dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah nasional.
"Kami juga menyediakan sistem, perangkat lunak, dan penelitian untuk mengelola sumber daya," demikian bunyi pernyataan resmi di situs itu.
Dalam konferensi tingkat tinggi Persemakmuran, asosiasi ini bakal menyatukan para pemimpin pemerintah yang keputusannya akan berdampak abadi pada semua warga negara anggota.
"Dengan menyatukan negara-negara anggota kami dengan cara ini, kami membantu memperkuat suara mereka dan mencapai tindakan kolektif dalam menghadapi tantangan global," demikian pernyataan di situs resmi itu.
Tak kalah penting, asosiasi ini juga membantu menumbuhkan ekonomi, meningkatkan perdagangan, memberdayakan kaum muda, dan mengatasi ancaman seperti perubahan iklim, utang, dan ketidaksetaraan.
Manfaat di bidang ekonomi ini dibahas di halaman selanjutnya >>>
Ahli ekonomi di asosiasi ini akan membantu anggota bersaing di kompetisi perdagangan di ranah global.
Merujuk pada informasi di situsCommonwealth, ada 18 proyek ekonomi yang sedang berjalan di sejumlah negara anggota Persemakmuran.
Negara-negara itu mencakup Barbados, Belize, Botswana, Brunei, Kamerun, Grenada, Gambia, Jamaika, Kenya, Malawi, Lesotho, Seychelles, dan Sri Lanka.
Selain itu, ada pula proyek regional di Komunitas Karibia (CARICOM) dan Komunitas Afrika Timur (EAC).
Persemakmuran juga bakal membantu menyediakan dana bagi negara-negara kecil sehingga bisa mengimpor barang dengan harga bersaing.
Dana tersebut akan menjadi jaminan bagi penyedia pinjaman, seperti bank lokal. Dengan jaminan dana itu, penyedia diharapkan lebih mudah meminjamkan uang ke pengusaha kecil dan menengah.
Selain itu, Persemakmuran melakukan penelitian kebijakan untuk mempromosikan perdagangan dan kepentingan pembangunan anggota, terutama di negara-negara kecil dan berkembang.
Asosiasi ini juga membantu melalui program manajemen utang publik. Program tersebut bisa mendukung upaya negara-negara anggota mengelola portfolio utang secara efektif.
Mereka juga memiliki program Konektivitas Persemakmuran. Program ini menjadi wadah bagi negara-negara untuk bertukar praktik dan pengalaman terbaik dalam perdagangan dan investasi, serta melakukan reformasi domestik.
Hal ini akan berkontribusi untuk mengurangi gesekan perdagangan di antara anggota.
Dalam program ini, para pemimpin negara Persemakmuran berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan intra-Persemakmuran menjadi US$2 triliun atau sekitar Rp29 ribu triliun pada 2030.
Mereka juga sepakat untuk memperluas investasi intra-Persemakmuran.
Sebagai raja, kini Charles menjadi kepala negara dan ketua Persemakmuran di 56 negara anggota. Namun, beberapa negara itu kini ingin melepaskan diri dari Persemakmuran.
Sebetulnya, apa keuntungan menjadi anggota Persemakmuran?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Persemakmuran terbagi menjadi dua macam, yakni Negara Persemakmuran (Commonwealth Nation) dan Alam Persemakmuran (Commonwealth Realm).
Alam Persemakmuran adalah negara berdaulat yang mengakui Charles III sebagai raja dan kepala negara. Sejauh ini, ada 15 anggota Alam Persemakmuran, berdasarkan keterangan di situsKerajaan Inggris.
Sementara itu, Negara Persemakmuran hanya mengakui raja atau ratu sebagai ketua Persemakmuran, bukan kepala negara.
Negara yang tergabung dalam Alam Persemakmuran otomatis menjadi Negara Persemakmuran. Namun, Negara Persemakmuran tak otomatis masuk Alam Persemakmuran.
Menurut situsresmi Persemakmuran, setiap anggota Negara Persemakmuran akan mendapat sejumlah manfaat.
Beberapa di antaranya sistem untuk memperkuat tata kelola, membangun institusi inklusif, serta mempromosikan keadilan dan hak asasi manusia.
Selain itu, setiap anggota akan mendapat pelatihan dan bantuan teknis dan mendukung pengambilan keputusan untuk menyusun undang-undang dan menyampaikan kebijakannya.
Asosiasi ini bakal mengerahkan para ahli dan pengamat ke setiap anggota untuk menawarkan saran dan solusi yang tak memihak dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah nasional.
"Kami juga menyediakan sistem, perangkat lunak, dan penelitian untuk mengelola sumber daya," demikian bunyi pernyataan resmi di situs itu.
Dalam konferensi tingkat tinggi Persemakmuran, asosiasi ini bakal menyatukan para pemimpin pemerintah yang keputusannya akan berdampak abadi pada semua warga negara anggota.
"Dengan menyatukan negara-negara anggota kami dengan cara ini, kami membantu memperkuat suara mereka dan mencapai tindakan kolektif dalam menghadapi tantangan global," demikian pernyataan di situs resmi itu.
Tak kalah penting, asosiasi ini juga membantu menumbuhkan ekonomi, meningkatkan perdagangan, memberdayakan kaum muda, dan mengatasi ancaman seperti perubahan iklim, utang, dan ketidaksetaraan.
Manfaat di bidang ekonomi ini dibahas di halaman selanjutnya >>>
Apa Keuntungan Jadi Negara Persemakmuran Inggris?
Ketika mewarisi takhta, Raja Charles dibayangi 'teror' sederet negara yang ingin keluar dari Persemakmuran Inggris. (AP/James Manning)
Ahli ekonomi di asosiasi ini akan membantu anggota bersaing di kompetisi perdagangan di ranah global.
Merujuk pada informasi di situsCommonwealth, ada 18 proyek ekonomi yang sedang berjalan di sejumlah negara anggota Persemakmuran.
Negara-negara itu mencakup Barbados, Belize, Botswana, Brunei, Kamerun, Grenada, Gambia, Jamaika, Kenya, Malawi, Lesotho, Seychelles, dan Sri Lanka.
Selain itu, ada pula proyek regional di Komunitas Karibia (CARICOM) dan Komunitas Afrika Timur (EAC).
Persemakmuran juga bakal membantu menyediakan dana bagi negara-negara kecil sehingga bisa mengimpor barang dengan harga bersaing.
Dana tersebut akan menjadi jaminan bagi penyedia pinjaman, seperti bank lokal. Dengan jaminan dana itu, penyedia diharapkan lebih mudah meminjamkan uang ke pengusaha kecil dan menengah.
Selain itu, Persemakmuran melakukan penelitian kebijakan untuk mempromosikan perdagangan dan kepentingan pembangunan anggota, terutama di negara-negara kecil dan berkembang.
Asosiasi ini juga membantu melalui program manajemen utang publik. Program tersebut bisa mendukung upaya negara-negara anggota mengelola portfolio utang secara efektif.
Mereka juga memiliki program Konektivitas Persemakmuran. Program ini menjadi wadah bagi negara-negara untuk bertukar praktik dan pengalaman terbaik dalam perdagangan dan investasi, serta melakukan reformasi domestik.
Hal ini akan berkontribusi untuk mengurangi gesekan perdagangan di antara anggota.
Dalam program ini, para pemimpin negara Persemakmuran berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan intra-Persemakmuran menjadi US$2 triliun atau sekitar Rp29 ribu triliun pada 2030.
Mereka juga sepakat untuk memperluas investasi intra-Persemakmuran.