Israel Dukung Negara Palestina, Minta Diakui Oleh Negara Islam

CNN Indonesia
Jumat, 23 Sep 2022 15:28 WIB
PM Israel Yair Lapid menyerukan perdamaian dengan negara Arab dan Islam, serta menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara dengan Palestina di sidang PBB. PM Israel Yair Lapid menyerukan perdamaian dengan negara Arab dan Islam, serta menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara dengan Palestina di sidang PBB. (Foto: AFP/Emmanuel Dunand)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk berdamai dan mengakui negaranya.

Pernyataan itu diutarakan Lapid dalam pidatonya di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77 di New York, Kamis (22/9).

"Sejarah ditentukan oleh manusia. Kita perlu memahami sejarah dan menghormatinya dan belajar dari itu, tapi juga bersedia untuk berubah. Demi memilih masa depan daripada masa lalu, memilih perdamaian dari peperangan," kata Lapid seperti dikutip Al Jazeera.

Dalam pidatonya, Lapid juga menyatakan dukungan Israel terhadap solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik dengan Palestina yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

Solusi dua negara merupakan solusi penyelesaian konflik antara Israel-Palestina yang selama ini disepakati komunitas internasional. Dengan solusi ini, Palestina dan Israel masing-masing berdiri sebagai sebuah negara berdaulat dan merdeka yang hidup beriringan.

[Gambas:Video CNN]

"Sebuah kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan solusi dua negara untuk dua bangsa adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak kita," kata Lapid seperti dikutip Reuters.

Israel merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza yang merupakan wilayah Palestina saat perang 1967. Perundingan damai Israel-Palestina yang ditengahi Amerika Serikat gagal disepakati pada 2014.

Upaya untuk mencapai solusi dua negara antara Israel dan Palestina pun telah lama mandek. Palestina dan kelompok pemerhati HAM menuding Israel terus memperluas daerah pendudukannya terutama di Tepi Barat.

Perang singkat juga beberapa kali terjadi antara milisi Palestina di Jalur Gaza dan militer Israel yang memperburuk prospek perdamaian.

Duta Besar AS untuk Israel, Tom Nides, menilai pidato Lapid itu menunjukkan "keberanian" karena secara blak-blakan mendukung solusi dua negara.

Namun, seorang pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina, Wasel Abu Youssef, menganggap bahwa kata-kata Lapid dalam pidatonya itu "tidak berarti apa-apa" pada prospek perdamaian kedua negara.



(rds/bac)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER