Netanyahu Cap PM Israel Lemah karena Dukung Negara Palestina

CNN Indonesia
Jumat, 23 Sep 2022 19:04 WIB
Mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencap PM Isral Yair Lapid lemah karena mendukung Palestina menjadi sebuah negara merdeka. Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu cap PM Israel Yair Lapid lemah karena dukung negara Palestina. (REUTERS/RONEN ZVULUN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencap PM Isral Yair Lapid lemah karena mendukung Palestina menjadi sebuah negara merdeka.

Sebelumnya di Sidang Majelis Umum PBB, Lapid menyatakan dukungan kemerdekaan Palestina dan hidup berdampingan dengan Israel pada pidatonya markas PBB New York, Kamis (22/9) waktu setempat.

Pernyataan Lapid itu pun mengundang amarah sejumlah pihak di Israel, terutama dari oposisi pemerintah saat ini.

Salah satu pemimpin oposisi yang bereaksi keras adalah Benjamin Netanyahu. Ia bahkan menyebut Lapid lemah dan membahayakan masa depan Israel.

[Gambas:Video CNN]

"Lapid membahayakan masa depan dan eksistensi kita untuk isu Palestina dan Iran," kata Lapid seperti dikutip media Israel, i24News.

"Malam ini kita telah mendengar pidato yang penuh kelemahan, kekalahan, dan menyerah. Setelah pemerintahan sayap kanan yang pernah dipimpin saya menghapus negara Palestina dari agenda dunia, setelah saya membawa kesepakatan damai dengan negara-negara Arab yang melangkahi veto orang-orang Palestina, Lapid membawa orang Palestina ke panggung terdepan dunia dan meletakkan Israel di dalam lubang Palestina," kata Netanyahu.

Netanyahu yang merupakan salah satu petinggi partai sayap kanan Likud, menegaskan tidak akan membiarkan Lapid memberikan kemerdekaan kepada Palestina.

Ia juga mengecam posisi Lapid terkait ancaman nuklir Iran dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB.

"Lapid membahayakan masa depan dan eksistensi kita untuk isu Palestina dan Iran. Sementara Israel buru-buru dalam kesepakatan nuklir yang mengancam kita (Israel), Lapid sama sekali tak melakukan apa-apa," ujar Netanyahu.

(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER