NASA Terancam Batalkan Peluncuran Misi ke Bulan karena Badai Ian

Dika Kardi | CNN Indonesia
Minggu, 25 Sep 2022 05:43 WIB
Peluncuran misi ke bulan yang sejatinya dijadwalkan pada Selasa mendatang terpaksa dibatalkan NASA karena ancaman badai di Florida. Roket SLS yang akan membawa misi tanpa awak dalam kapsul Orion ke bulan di lauch pad Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. (REUTERS/STEVE NESIUS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menyatakan membatalkan peluncuran misi bersejarah tanpa awak ke bulan pada pekan depan karena ada ancaman badai di Florida.

"NASA tak jadi melakukan peluncuran... dan bersiap untuk mundur (dari landasan peluncuran), sambil terus mengamati ramalan cuaca terkait Badai Tropis Ian," demikian pernyataan resmi NASA seperti dikutip dari AFP, Sabtu (24/9).

Pusat badai nasional AS menyatakan Ian akan 'meningkat dengan cepat' selama akhir pekan ini saat bergerak menuju Florida. Sebagai informasi, lokasi peluncuran misi menuju bulan yakni Kennedy Space Center berada di negara bagian yang berbatasan dengan Teluk Meksiko tersebut.

Meskipun demikian, NASA menyatakan keputusan apakah peluncuran misi itu dilakukan atau tidak akan diambil tim Artemis 1 pada Minggu (25/9).

Di landasan peluncuran, roket SLS oranye dan putih diketahui dapat menahan hembusan angin hingga 137 kilometer per jam. Tetapi jika harus 'dikandangkan', maka waktu peluncuran saat ini yang berlangsung hanya hingga 4 Oktober mendatang akan terlewatkan.

Masa peluncuran berikutnya yang memungkinkan adalah dari 17 hingga 31 Oktober mendatang.

Misi luar angkasa Artemis 1 bertujuan untuk menguji roket SLS serta kapsul Orion tak berawak yang berada di atasnya sebagai persiapan untuk perjalanan menuju Bulan di masa depan dengan awak manusia di dalamnya.

Misi Artemis 1 yang sukses akan menjadi terobosan besar bagi NASA setelah bertahun-tahun tertunda.

Bila jadwal peluncuran terkini dimundurkan, itu akan menjadi pukulan bagi NASA. Pasalnya, dua upaya peluncuran sebelumnya dibatalkan karena roket mengalami gangguan teknis termasuk kebocoran bahan bakar.

Tim Artemis 1 mengganti dua segel di sekitar pemutusan cepat pada 9 September, kemudian menjadwalkan tes pengisian bahan bakar untuk melihat apakah perbaikan berhasil.

Tes itu berlangsung pada Rabu di Launch Pad 39B di Kennedy Space Center (KSC) NASA di Florida, dan membawa kabar baik untuk misi tersebut.

"Semua tujuan yang kami tetapkan dapat kami capai hari ini," kata direktur peluncuran Artemis Charlie Blackwell-Thompson, dikutip dari Space, 23 September 2022.

Jika semuanya berjalan lancar, Artemis 1 dan Artemis 2 akan meluncurkan astronaut untuk mengelilingi bulan pada 2024, dan Artemis 3 akan meletakkan sepatu bot di dekat kutub selatan bulan satu atau dua tahun kemudian.

Program Artemis pada akhirnya bertujuan untuk membangun kehadiran manusia jangka panjang di sekitar bulan, dan menggunakan keterampilan serta pengetahuan yang diperoleh untuk membawa astronaut ke Mars pada akhir 2030-an atau awal 2040-an.

(AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER