Rumor Kudeta Xi Jinping dan Sosok yang Diisukan Menggantikannya

CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 13:54 WIB
Belakangan beredar kabar Presiden China Xi Jinping berada di tahanan rumah dan tengah berlangsung kudeta militer sebulan jelang Kongres PKC. Xi Jinping sempat dirumorkan dikudeta. (ANTHONY WALLACE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan beredar kabar Presiden China Xi Jinping berada di tahanan rumah dan tengah berlangsung kudeta militer sebulan jelang Kongres Partai Komunis China (PKC).

Di tengah kabar itu, seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Li Qiaoming, diisukan menggantikan Xi.

Li lahir pada 1961. Ia kemudian menjadi jenderal, pangkat tertinggi PLA, pada 2019. Ia juga merupakan anggota komite pusat Partai Komunis China (PKC).

Jenderal militer itu dianggap sebagai lawan dalam melayani sebagai anggota Komisi Militer Pusat China. Badan ini memiliki otoritas atas keputusan militer.

Suatu waktu, Li pernah menyinggung bahwa Xi ingin meningkatkan kontrol partai terhadap tentara.

[Gambas:Video CNN]

"Uni Soviet runtuh karena patai tak punya tentara sendiri," kata Li seperti dikutip Nikkei Asia.

Desas-desus Xi digulingkan ramai jadi perbincangan usai politisi India Subramanian Swamy.

"Saat Xi berada di Samarkand baru-baru ini para pemimpin Partai Komunis China seharusnya telah mencopot Xi dari penanggung jawab Angkatan Darat Partai. Kemudiaan diikuti tahanan rumah. Begitu rumor yang beredar," kata Swamy di Twitter.

Pakar pengamat China, Gordon Chang, turut menanggapi kabar itu. Ia menilai kurangnya berita dari China selama beberapa jam terakhir menunjukkan rumor kudeta tak benar.

"Namun, apa pun yang terjadi di dalam militer China selama tiga hari terakhit memberi tahu kami ada turbulensi di dalam kepemimpinan senior PKC," kata Chang.

Lebih lanjut, ia menerangkan persitwia tak terduga di China muncul tepat setelah Xi kembali dari Uzbekistan. Xi juga menghilang dari pandangan selama berhari-hari.

"Sesuatu yang tak biasa baginya. Sangat sedikit kebetulan dalam politik elit #PKC," ujar dia lagi.

Chang mengatakan ada peristiwa tak biasa dan tak normal yang terjadi di China selama beberapa hari terakhir.

Dalam beberapa hari itu, pihak berwenang membatalkan 60 persen penerbangan, bus, dan kereta api.

Di media sosial juga beredar barisan kendaraan militer sepanjang 80 kilometer menuju Beijing di tengah kudeta militer.

Chang juga mengatakan video yang beredar di media sosial itu tak menunjukkan upaya kudeta.

"Ada banyak asap, yang mengatakan ada kebakaran di suatu tempat. Kami tak berpikir sebenarnya ada kudeta, tetapi pada titik ini ada beberapa perkembangan yang sangat meresahkan di puncak Partai Komunis serta bagian atas Tentara Pembebasan Rakyat, jadi ada sesuatu yang salah," kata Chang.

Newsweek telah menghubungi Kementerian Luar Negeri China untuk memberi komentar, tetapi mereka tak segera memberi komentar.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER