Pro-Rusia Klaim Memenangkan Referendum di 4 Wilayah Ukraina

CNN Indonesia
Rabu, 28 Sep 2022 05:48 WIB
Mayoritas pemilih di empat wilayah yang berada dalam tekanan militer Rusia menyatakan setuju untuk bergabung ke dalam wilayah Negara Beruang Merah itu. Para pejabat pro-Rusia di empat wilayah Ukraina yang berada dalam tekanan militer Rusia mengklaim kemenangan dalam referendum untuk bergabung dengan Negeri Beruang Merah itu. Ilsutrasi (REUTERS/SERGEY PIVOVAROV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pejabat pro-Rusia di empat wilayah Ukraina yang berada dalam tekanan militer Rusia mengklaim kemenangan dalam referendum untuk bergabung dengan Negeri Beruang Merah itu.

Dilansir dari AFP, Rabu (28/9), Badan jajak pendapat lokal di wilayah Zaporizhzhia selatan mengatakan 93,11 persen pemilih memilih aneksasi Rusia setelah semua surat suara dihitung. Namun dikatakan bahwa ini adalah hasil awal.

Di Kherson, juga di selatan, pihak berwenang mengatakan 87,05 persen pemilih memilih aneksasi Rusia setelah penghitungan suara selesai.

Di wilayah Lugansk timur yang dikendalikan oleh separatis pro-Rusia, 98,42 persen memilih aneksasi oleh Rusia, kata kantor berita Rusia, mengutip otoritas setempat.

"Jelas" bahwa Lugansk akan kembali ke Rusia, Leonid Pasechnik, pemimpin Republik Rakyat Lugansk yang memproklamirkan diri, mengatakan di Telegram.

Di wilayah Donetsk di Ukraina timur, badan pemungutan suara mengatakan 99,23 persen pemilih memilih aneksasi Rusia setelah semua surat suara dihitung, menurut kantor berita.

Denis Pushilin, pemimpin separatis yang didukung Kremlin di Donetsk, mengatakan: "Kami semua menginginkan ini untuk waktu yang sangat lama", menurut kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti.

Ia menyambut apa yang dia sebut hasil "kolosal", dengan mengatakan: "Kami bersatu kembali dengan tanah air kami yang hebat, dengan Rusia yang hebat".

Sementara itu, PBB mengatakan pihaknya "berkomitmen" pada "integritas teritorial" Ukraina dalam perbatasan yang "diakui".

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan tengah bersiap untuk secara resmi menganeksasi atau mencaplok 15 persen wilayah Ukraina.

Langkah ini diambil Putin setelah sejumlah referendum penentuan bergabung dengan Rusia digelar di beberapa wilayah Ukraina yang tengah diduduki Moskow saat ini.

Kementerian Pertahanan Inggris memprediksi Putin akan secara resmi mengumumkan aneksasi wilayah Ukraina dalam pidato di depan parlemen Rusia, Duma, pada 30 September mendatang.

"Para pemimpin Rusia hampir pasti berharap bahwa setiap pengumuman aksesi akan dilihat sebagai pembenaran operasi militer khusus [invasi] da akan mengkonsolidasikan dukungan untuk konflik," kata Kemhan Inggris pada Selasa (27/9).

(AFP/fra)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER