Putin Siap-siap Umumkan Rusia Caplok 15% Wilayah Ukraina 30 September

rds | CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 18:20 WIB
Presiden Vladimir Putin diprediksi bakal mengumumkan Rusia resmi merebut 15 persen wilayah Ukraina pada 30 September mendatang saat pidato di parlemen. Presiden Vladimir Putin diprediksi bakal mengumumkan Rusia resmi merebut 15 persen wilayah Ukraina pada 30 September mendatang saat pidato di parlemen. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan tengah bersiap untuk secara resmi menganeksasi atau mencaplok 15 persen wilayah Ukraina.

Langkah ini diambil Putin setelah sejumlah referendum penentuan bergabung dengan Rusia digelar di beberapa wilayah Ukraina yang tengah diduduki Moskow saat ini.

Kementerian Pertahanan Inggris memprediksi Putin akan secara resmi mengumumkan aneksasi wilayah Ukraina dalam pidato di depan parlemen Rusia, Duma, pada 30 September mendatang.

"Para pemimpin Rusia hampir pasti berharap bahwa setiap pengumuman aksesi akan dilihat sebagai pembenaran operasi militer khusus [invasi] da akan mengkonsolidasikan dukungan untuk konflik," kata Kemhan Inggris pada Selasa (27/9).

Rumor peresmian pencaplokan ini muncul ketika Rusia selesai menggelar referendum di sejumlah wilayah yang didudukinya di Ukraina. Padahal, referendum itu dinilai komunitas internasional melanggar hukum internasional dan tidak sah, termasuk oleh sekutunya sendiri seperti Serbia sampai Kazakhstan.

[Gambas:Video CNN]

Rusia berencana mencaplok sekitar 15 persen wilayah Ukraina yang saat ini dikendalikan pasukannya dan sekitar 3 persen wilayah lainnya yang tidak dalam kendalinya, termasuk garis depan pasukan Ukraina seperti Donetsk.

Area-area yang menjadi target pencaplokan Rusia antara lain sebagian besar Ukraina timur yang dikenal sebagai Donbas.
Donbas telah lama menjadi markas kelompok separatis pro-Rusia dan rumah bagi banyak warga etnis Rusia dan warga Ukraina berbahasa Rusia.

Dalam sensus Ukraina pada 2001, 17 persen warga mengidentifikasi mereka sebagai orang Rusia dan 78 persen lainnya menganggap mereka warga Ukraina. Bahasa Rusia memang menjadi bahasa kedua yang paling banyak dipakai warga Ukraina setelah bahasa Ukraina.

Putin sempat mengatakan penyiksaan orang-orang Rusia dan penutur bahasa Rusia di Ukraina menjadi salah satu alasan menginvasi negara eks Uni Soviet itu. Meski begitu, Rusia tidak pernah memberikan bukti terkait klaim penyiksaan dan diskriminasi tersebut.

Melansir Reuters, selain Donbas, Rusia juga ingin mencaplok Zaporizhzhia. Moskow setidaknya ingin menguasai 90 ribu kilometer persegi wilayah tersebut atau seluas Hungaria atau Portugal.

Putin juga diprediksi akan memasukan Semenanjung Crimea dalam peresmian pencaplokan wilayah Ukraina meski Rusia telah menganeksasi wilayah itu sejak 2014.



(rds/rds/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER