Kuba Gelap Gulita Usai Jaringan Listrik Lumpuh Gara-gara Badai Ian

rds | CNN Indonesia
Rabu, 28 Sep 2022 17:04 WIB
Seluruh 11,3 juta penduduk Kuba berada dalam kegelapan akibat Badai Ian melumpuhkan jaringan listrik di seluruh penjuru negara itu. Seluruh 11,3 juta penduduk Kuba berada dalam kegelapan akibat Badai Ian melumpuhkan jaringan listrik di seluruh penjuru negara itu. (Foto: AFP/YAMIL LAGE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaringan listrik seluruh Kuba padam setelah Badai Ian menghantam ujung barat negara pulau di Karibia tersebut pada Selasa (27/9).

Seluruh 11,3 juta penduduk Kuba berada dalam kegelapan akibat Badai Ian melumpuhkan jaringan listrik di seluruh penjuru negara itu.

Sebelum diterpa Badai Ian yang merupakan badai kategori 3, jaringan listrik Kuba memang telah dikenal usang dan sangat membutuhkan modernisasi. Rakyat Kuba hampir setiap hari mengalami pemadaman listrik yang semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

"Sistem (listrik) itu sudah beroperasi di bawah kondisi yang kompleks bahkan sebelum Badai Ian terjadi. Tidak ada layanan listrik di bagian mana pun di negara ini sekarang," kata Direktur Teknis Serikat Listrik Kuba, Lazaro Guerra.

Lazaro memastikan serikat pekerja akan bekerja sepanjang malam hingga Rabu (28/9) untuk memulihkan listrik sesegera mungkin di Kuba.

Meski Havana lolos dari terjangan Badai Ian, hujan lebat dan angin kencang telah merusak beberapa bangunan dan menumbangkan pohon di Ibu Kota sampai membuat jalanan banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan.

[Gambas:Video CNN]

Ibu Kota Havana juga turut terkena pemadaman listrik, di mana sekitar pukul 20.00 waktu lokal listrik di seluruh kota padam. Terlihat hanya beberapa hotel dan gedung besar yang masih diterangi listrik oleh generator.

Badai Ian, yang kini melaju dengan kecepatan angin sampai 195 kilometer per jam ke arah Florida Amerika Serikat, kian membuat masyarakat Kuba terpuruk di tengah krisis ekonomi.

Seorang pedagang kaki lima yang menjual es krim di Kuba, Mayelin Suarez, menyebut malam saat Badi Ian menerjang wilayahnya sebagai "hari paling gelap" dalam hidupnya.

"Kami hampir kehilangan atap rumah kami. Putri saya, suami saya, dan saya mengikatnya dengan tali agar tidak terbang," kata Suarez kepada Reuters.

Badai Ian mendarat di Provinsi Pinar del Rio Kuba pada Selasa pagi. Hal itu memicu pejabat provinsi segera memutus aliran listrik di daerah berpenduduk 850 ribu orang tersebut sebagai pencegahan.

Sebanyak 40 ribu orang dari provinsi itu juga telah dievakuasi, menurut media lokal. badai Ian menewaskan sedikitnya dua orang di barat Kuba sejauh ini.



(rds/rds)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER