Turki: Indonesia Kepincut Beli Drone Bersenjata Kami

CNN Indonesia
Rabu, 28 Sep 2022 13:24 WIB
Turki mengklaim bahwa Indonesia dan Malaysia tertarik membeli drone bersenjata buatan perusahaan pertahanan Ankara, Baykar. Turki mengklaim bahwa Indonesia dan Malaysia tertarik membeli drone bersenjata buatan perusahaan pertahanan Ankara, Baykar. (Reuters/Umit Bektas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki mengklaim bahwa Indonesia dan Malaysia tertarik membeli drone bersenjata buatan perusahaan pertahanan Ankara, Baykar.

"Banyak negara Asia, terutama Malaysia dan Indonesia, menunjukkan ketertarikan yang besar pada produk industri pertahanan kami," ujar Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, saat konferensi pers di Tokyo, Senin (28/9).

Seperti dilansir Reuters, ia kemudian berujar, "Kesepakatan tengah ditandatangani. Kami dengan senang hati [juga] akan memenuhi kebutuhan drone Jepang."

Reuters melaporkan bahwa ketertarikan terhadap drone Turki memang meningkat setelah bukti keberhasilan senjata itu saat dipakai di berbagai tempat konflik, seperti Suriah, Ukraina, dan Libya.

Pada 21 September, Reuters melaporkan Baykar mengirimkan 20 drone bersenjata ke Uni Emirat Arab bulan ini.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi juru bicara Menhan Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, untuk meminta konfirmasi mengenai ketertarikan Indonesia untuk membeli drone Turki. Namun, dia tak segera memberikan respons.

Indonesia sendiri tercatat beberapa kali membeli senjata dari Turki, salah satunya anti-torpedo. Kesepakatan itu terjalin pada 2019 lalu.

Dalam kesepakatan itu, RI membeli sistem anti-torpedo kapal selam, yang mencakup sistem pengacau atau jammer ZOKA dan alat umpan pada 22 Oktober 2019, demikian laporan Janes.com.

Alat pengacau itu bekerja dengan memancarkan suara yang memenuhi frekuensi operasi akustik torpedo, sementara umpannya dapat diprogram untuk mensimulasikan karakteristik akustik dan hidrografik kapal selam induknya.

Alat dan sistem itu akan disematkan di kapal selam Nagapasa Tipe 209/1400.

[Gambas:Video CNN]

(isa/has)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER