5 Fakta Ledakan Hebat Bikin Jembatan Terpanjang Eropa di Crimea Rusak
CNN Indonesia
Senin, 10 Okt 2022 08:27 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Rusia jadi bahan olok-olok Ukraina usai ledakan dahsyat mengguncang Jembatan Kerch di Crimea, menghancurkan dua bagian utama jembatan terpanjang di Eropa itu. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rusia jadi bahan olok-olok Ukraina usai ledakan dahsyat mengguncang Jembatan Kerch Crimea pada akhir pekan lalu, menghancurkan dua bagian utama jembatan terpanjang di Eropa tersebut.
Kehancuran jembatan itu memang dianggap sebagai salah satu pukulan telak bagi Rusia. Jembatan yang membentang di Selat Kerch itu selama ini merupakan jalur utama pasokan untuk pasukan Rusia di selatan Ukraina.
Lebih jauh, jembatan ini juga dianggap sebagai simbol kegagahan Rusia karena berdiri di Crimea, wilayah yang mereka caplok dari Ukraina pada 2014 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan ini pun sudah menjadi incaran Ukraina sejak lama. Namun kini, Ukraina tak mengakui sebagai dalang di balik ledakan tersebut.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menuding pasukan khusus Ukraina lah pelakunya.
Terlepas dari klaim-klaim Rusia dan Ukraina, berikut fakta-fakta mengenai ledakan di Jembatan Kerch tersebut.
1. Penyebab belum diketahui
CNN melaporkan bahwa belum ada keterangan pasti mengenai penyebab ledakan tersebut. Namun, sejumlah pejabat Rusia mengatakan bahwa insiden ini terjadi karena sebuah truk yang melintasi jembatan meledak.
Jembatan ini sendiri terbagi dua, yaitu untuk kendaraan biasa, sementara bagian kedua untuk jalur rel kereta api. Api akibat ledakan itu juga membakar satu kereta pembawa bahan bakar di sebelahnya.
Bukan hanya kehancuran jembatan dan reputasi Rusia, tiga orang juga tewas akibat ledakan ini.
"Mereka [korban meninggal] diyakini penumpang mobil yang berada di dekat truk yang meledak," demikian pernyataan Komite Investigasi Rusia yang dikutip Reuters.
4. Putin bentuk komite penyelidikan khusus
Presiden Vladimir Putin langsung membentuk komite khusus untuk menyelidiki ledakan di jembatan terpanjang di Eropa tersebut.
Komite tersebut menyatakan bahwa mereka menduga insiden ini berkaitan dengan tindakan pidana.
Siapa dalang di balik ledakan ini? Baca di halaman berikutnya >>>
5. Dalang belum diketahui
Putin menuding Ukraina merupakan dalang di balik serangan ini. Sementara itu, Ukraina sendiri tak pernah mengakui bahwa mereka sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan di jembatan tersebut.
Namun, Ukraina sendiri sebenarnya sudah beberapa kali dilaporkan menyusun rencana untuk menghancurkan jembatan itu.
Kini, sejumlah lembaga Ukraina hanya merilis pernyataan untuk mengolok-olok Rusia atas kehancuran jembatan lambang kegagahan Negeri Beruang Merah tersebut.
"Pertahanan udara Federasi Rusia, apakah kalian tidur," demikian pernyataan Angkatan Laut Ukraina melalui Facebook.
Kementerian Pertahanan Ukraina juga ikut mengejek Rusia, apalagi karena ledakan di jembatan Crimea itu terjadi tak lama setelah kapal Moskva dilaporkan hancur usai diserang.
"Kapal rudal Mosva dan Jembatan Kerch yang merupakan simbol kekuatan Rusia di Crimea Ukraina hancur. Selanjutnya apa, Russkies?" demikian pernyataan Kemhan Ukraina yang dikutip AFP, Minggu (9/10).
Rusia jadi bahan olok-olok Ukraina usai ledakan dahsyat mengguncang Jembatan Kerch Crimea pada akhir pekan lalu, menghancurkan dua bagian utama jembatan terpanjang di Eropa tersebut.
Kehancuran jembatan itu memang dianggap sebagai salah satu pukulan telak bagi Rusia. Jembatan yang membentang di Selat Kerch itu selama ini merupakan jalur utama pasokan untuk pasukan Rusia di selatan Ukraina.
Lebih jauh, jembatan ini juga dianggap sebagai simbol kegagahan Rusia karena berdiri di Crimea, wilayah yang mereka caplok dari Ukraina pada 2014 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan ini pun sudah menjadi incaran Ukraina sejak lama. Namun kini, Ukraina tak mengakui sebagai dalang di balik ledakan tersebut.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menuding pasukan khusus Ukraina lah pelakunya.
Terlepas dari klaim-klaim Rusia dan Ukraina, berikut fakta-fakta mengenai ledakan di Jembatan Kerch tersebut.
1. Penyebab belum diketahui
CNN melaporkan bahwa belum ada keterangan pasti mengenai penyebab ledakan tersebut. Namun, sejumlah pejabat Rusia mengatakan bahwa insiden ini terjadi karena sebuah truk yang melintasi jembatan meledak.
Jembatan ini sendiri terbagi dua, yaitu untuk kendaraan biasa, sementara bagian kedua untuk jalur rel kereta api. Api akibat ledakan itu juga membakar satu kereta pembawa bahan bakar di sebelahnya.
Bukan hanya kehancuran jembatan dan reputasi Rusia, tiga orang juga tewas akibat ledakan ini.
"Mereka [korban meninggal] diyakini penumpang mobil yang berada di dekat truk yang meledak," demikian pernyataan Komite Investigasi Rusia yang dikutip Reuters.
4. Putin bentuk komite penyelidikan khusus
Presiden Vladimir Putin langsung membentuk komite khusus untuk menyelidiki ledakan di jembatan terpanjang di Eropa tersebut.
Komite tersebut menyatakan bahwa mereka menduga insiden ini berkaitan dengan tindakan pidana.
Siapa dalang di balik ledakan ini? Baca di halaman berikutnya >>>
5 Fakta Ledakan Hebat Bikin Jembatan Terpanjang Eropa di Crimea Rusak
Rusia jadi bahan olok-olok Ukraina usai ledakan dahsyat mengguncang Jembatan Kerch di Crimea, menghancurkan dua bagian utama jembatan terpanjang di Eropa itu. (Reuters/Stringer)
5. Dalang belum diketahui
Putin menuding Ukraina merupakan dalang di balik serangan ini. Sementara itu, Ukraina sendiri tak pernah mengakui bahwa mereka sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan di jembatan tersebut.
Namun, Ukraina sendiri sebenarnya sudah beberapa kali dilaporkan menyusun rencana untuk menghancurkan jembatan itu.
Kini, sejumlah lembaga Ukraina hanya merilis pernyataan untuk mengolok-olok Rusia atas kehancuran jembatan lambang kegagahan Negeri Beruang Merah tersebut.
"Pertahanan udara Federasi Rusia, apakah kalian tidur," demikian pernyataan Angkatan Laut Ukraina melalui Facebook.
Kementerian Pertahanan Ukraina juga ikut mengejek Rusia, apalagi karena ledakan di jembatan Crimea itu terjadi tak lama setelah kapal Moskva dilaporkan hancur usai diserang.
"Kapal rudal Mosva dan Jembatan Kerch yang merupakan simbol kekuatan Rusia di Crimea Ukraina hancur. Selanjutnya apa, Russkies?" demikian pernyataan Kemhan Ukraina yang dikutip AFP, Minggu (9/10).