Valentine-Halloween, 5 Tradisi Asing Kini Diizinkan Arab Saudi Era MbS
CNN Indonesia
Selasa, 01 Nov 2022 10:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
(Foto: REUTERS/AHMED YOSRI)
3. Malam Tahun Baru Masehi
Detik-detik pergantian 2021 ke 2022, Arab Saudi turut menyambut tahun baru iru.
Di salah satu tempat rekreasi di Riyadh, warga ramai-ramai menghitung mundur untuk menyalakan kembang api. Mereka berkumpul, merekam pergantian tahun, beberapa ada yang mengenakan jilbab, beberapa tanpa jilbab.
Banyak warga yang antusias dan mengaku senang bisa merayakan tahun baru di kerajaan.
Di bulan yang sama, Arab Saudi juga merayakan peringatan hari kasih sayang atau Valentine's Day meski dalam situasi Covid-19.
Sejumlah toko bunga, toko coklat dan restoran yang hanya menyediakan pesan antar mengalami peningkatan penjualan di tengah perayaan hari penuh cinta itu.
Salah satu tempat makan, Casper and Gambini's menyediakan kue berbentuk hati rasa coklat dan red velvet.
Di hari valentine itu warga Saudi juga saling memberi hadiah. Beberapa di antara mereka membeberkan kado terbaik versinya.
Namun, dilansir Arab News, salah satu warga asing yang tinggal di Saudi mengatakan perayaan itu tak secara resmi. Jadi siapa saja yang ingin memberi coklat tak ada larangan. Di Saudi juga tak ada tulisan "Happy Valentine's Day," seperti di sebagian negara saat merasakan hari kasih sayang.
Festival Halloween menjadi sorotan usaiArab Saudidisebut mengizinkan perayaan ini. Biasanya pemerintah melarang acara yang dianggap tak sesuai dengan ajaran Islam.
Namun, sejak pangeranMohammed bin Salman (MbS) diangkat menjadi putra mahkota atau pemimpin de facto Saudi, banyak terobosan dan gebrakan yang diterapkan negara kerajaan Islam itu menuju ke arah lebih moderat.
Beberapa di antaranya mengizinkan konser, festival budaya, pembukaan bioskop, arena olahraga, dan pelonggaran terhadap hak perempuan.
Gebrakan itu sesuai visi 2030 yang merupakan kerangka strategi dan misi Saudi mengurangi ketergantungan negara pada minyak sebagai sumber utama pemasukan.
Berikut lima tradisi baru yang diizinkan Saudi di era MbS:
1. Halloween
Arab Saudi dilaporkan menggelar festival Halloween pada pekan lalu. Perayaan ini diberi nama "Scary Weekend" yang berlangsung di Boulevard Riyadh pekan lalu.
Scary Weekend adalah acara bertema kostum kedua di Riyadh. Acara serupa, berlangsung pada awal tahun ini di Riyadh Boulevard city pada 17-18 Maret.
Orang-orang mendatangi lokasi itu mengenakan kostum bertema hantu, beberapa mengenakan kostum mewah.
Arab Newsmelaporkan, festival Halloween ini merupakan rangkaian dari acara Riyadh Season yang berlangsung di ibu kota Saudi.
Sementara itu, New York Timesmenuliskan acara ini didanai pemerintah Saudi. Mereka sengaja menggelar festival tepat sebelum Halloween agar tak terlihat langsung memperingati festival itu.
2. Natal
Beberapa warga asing yang tinggal di Arab Saudi mengaku perayaan natal semakin meriah di negara itu.
Saat Natal pada Desember 2021 lalu, tampak kafe hingga restoran berubah salju berhiaskan berlian, dekorasi, dan ornamen bak merayakan natal.
Menurut pengakuan salah satu warga asing di Saudi kepada Arab News, di tahun-tahun sebelumnya perayaan natal senyap, ketat dan tertutup.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Valentine-Halloween, 5 Tradisi Asing Kini Diizinkan Arab Saudi Era MbS
(Foto: REUTERS/AHMED YOSRI)
3. Malam Tahun Baru Masehi
Detik-detik pergantian 2021 ke 2022, Arab Saudi turut menyambut tahun baru iru.
Di salah satu tempat rekreasi di Riyadh, warga ramai-ramai menghitung mundur untuk menyalakan kembang api. Mereka berkumpul, merekam pergantian tahun, beberapa ada yang mengenakan jilbab, beberapa tanpa jilbab.
Banyak warga yang antusias dan mengaku senang bisa merayakan tahun baru di kerajaan.
Di bulan yang sama, Arab Saudi juga merayakan peringatan hari kasih sayang atau Valentine's Day meski dalam situasi Covid-19.
Sejumlah toko bunga, toko coklat dan restoran yang hanya menyediakan pesan antar mengalami peningkatan penjualan di tengah perayaan hari penuh cinta itu.
Salah satu tempat makan, Casper and Gambini's menyediakan kue berbentuk hati rasa coklat dan red velvet.
Di hari valentine itu warga Saudi juga saling memberi hadiah. Beberapa di antara mereka membeberkan kado terbaik versinya.
Namun, dilansir Arab News, salah satu warga asing yang tinggal di Saudi mengatakan perayaan itu tak secara resmi. Jadi siapa saja yang ingin memberi coklat tak ada larangan. Di Saudi juga tak ada tulisan "Happy Valentine's Day," seperti di sebagian negara saat merasakan hari kasih sayang.