Kenapa Rudal Hantam Polandia Bikin Geger Dunia sampai KTT G20 di Bali?
CNN Indonesia
Kamis, 17 Nov 2022 08:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Serangan rudal ke Polandia menjadi sorotan dunia bahkan sampai menjadi perhatian pemimpin negara G20 yang tengah menggelar KTT di Nusa Dua, Bali. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan rudal buatan Rusia yang menghantam salah satu desa Polandia di perbatasan dekat Ukraina pada Selasa (15/11) menarik perhatian pemimpin di dunia. Insiden ini menewaskan setidaknya dua orang.
Insiden ini terjadi ketika Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung di Nusa Dua, Bali. Para pemimpin negara G7 yang hadir seperti Presiden Amerika Serikat Joe Biden sampai Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, langsung 'gerak cepat' menggelar rapat darurat di Nusa Dua guna membahas serangan rudal ke negara anggota Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) tersebut.
Beredar narasi bahwa rudal itu diduga berasal dari Rusia. Kendati demikian, Kementerian Pertahanan Rusia membantah keras tudingan itu. Moskow mengatakan tudingan tersebut provokasi untuk meningkatkan eskalasi invasi Rusia ke Ukraina.
Presiden Polandia Andrzej Duda menegaskan pihaknya belum mengantongi bukti kuat terkait pihak yang menembakkan rudal tersebut ke wilayah mereka.
"Hingga saat ini, kami tak punya bukti jelas mengenai siapa yang menembakkan rudal itu. Penyelidikan masih berlangsung. Kemungkinan rudal itu buatan Rusia," ujar Duda, seperti dikutip AFP.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan penyelidikan awal memaparkan serangan rudal itu kemungkinan tidak ditembakkan dari wilayah Rusia.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga meyakini serangan itu tidak dilakukan oleh Rusia. Lebih lanjut, Erdogan pun menyerukan penyelidikan lebih lanjut.
Indonesia, sebagai presiden KTT G20 tahun ini, bahkan ikut buka suara soal serangan rudal ke Polandia. Dalam pembukaan sesi ketiga KTT G20 hari ini, Presiden Joko Widodo mendesak menghentikan peperangan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah.
Mengapa insiden rudal menghantam Polandia bikin geger sedunia?
Polandia merupakan salah satu anggota Aliansi pertahanan Organisasi Traktat Negara Atlantik Utara (NATO). Karenanya, Polandia dapat mendapat dukungan penuh dari NATO, dalam hal persenjataan hingga pasukan apabila diserang.
Setiap anggota NATO juga terikat dengan Pasal 5 traktat tersebut yang berisikan soal payung pertahanan bersama. Artinya, setiap serangan militer yang menerjang salah satu anggota juga diartikan menyerang seluruh anggota.
Dengan begitu, Rusia bisa terlibat konflik yang lebih luas bahkan risiko perang terbuka dengan NATO jika serangan rudal yang menghantam Polandia terbukti berasal dari mereka.
Pasal 5 NATO menetapkan bahwa "seluruh anggota setuju bahwa serangan bersenjata terhadap satu anggota atau lebih di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua."
"Mereka setuju bahwa akan membantu pihak atau setiap pihak yang diserang jika ada serangan bersenjata semacam itu terjadi dengan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu, baik individu dan bersama dengan para pihak lainnya, termasuk penggunaan kekuatan bersenjata demi memulihkan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara," bunyi pasal NATO tersebut seperti dikutip dari Reuters.
Hak membela diri individu atau kolektif memang diakui oleh Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Apabila skenario itu terjadi, maka perang bisa meluas. Seluruh anggota NATO bisa 'ikut berpartisipasi' dalam perang guna membela sekutunya, yakni Polandia. Skala perang yang makin membesar dapat memicu potensi perang dunia 3.
G7 sampai NATO gelar rapat darurat, baca di halaman berikutnya >>>
Melansir Reuters, beberapa jam setelah insiden, diplomat Eropa mengatakan Polandia meminta pertemuan darurat NATO untuk membahas serangan rudal tersebut.
Permintaan ini sesuai dengan Pasal 4 NATO, di mana negara anggota bisa mengusulkan pertemuan darurat guna merespons suatu insiden atau ancaman guna menentukan langkah yang bakal diambil selanjutnya.
Pasal 4 NATO berbunyi, "Anggota NATO akan berkonsultasi bersama setiap kali, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik atau keamanan salah satu Pihak terancam."
NATO berencana menggelar rapat darurat soal hantaman rudal Rusia ke salah satu anggotanya, Polandia pada Selasa (15/11). Pejabat NATO mengatakan pihaknya tengah menyelidiki laporan serangan rudal itu.
"Kami sedang menyelidiki berbagai laporan ini dan secara ketat berkoordinasi dengan sekutu kami Polandia," kata seorang pejabat NATO kepada AFP.
Sementara itu, juru bicara NATO Oana Lungescu mengatakan Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg akan menggelar rapat darurat pada Rabu dengan para duta besar negara anggota untuk aliansi itu di Belgia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan rudal buatan Rusia yang menghantam salah satu desa Polandia di perbatasan dekat Ukraina pada Selasa (15/11) menarik perhatian pemimpin di dunia. Insiden ini menewaskan setidaknya dua orang.
Insiden ini terjadi ketika Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung di Nusa Dua, Bali. Para pemimpin negara G7 yang hadir seperti Presiden Amerika Serikat Joe Biden sampai Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, langsung 'gerak cepat' menggelar rapat darurat di Nusa Dua guna membahas serangan rudal ke negara anggota Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) tersebut.
Beredar narasi bahwa rudal itu diduga berasal dari Rusia. Kendati demikian, Kementerian Pertahanan Rusia membantah keras tudingan itu. Moskow mengatakan tudingan tersebut provokasi untuk meningkatkan eskalasi invasi Rusia ke Ukraina.
Presiden Polandia Andrzej Duda menegaskan pihaknya belum mengantongi bukti kuat terkait pihak yang menembakkan rudal tersebut ke wilayah mereka.
"Hingga saat ini, kami tak punya bukti jelas mengenai siapa yang menembakkan rudal itu. Penyelidikan masih berlangsung. Kemungkinan rudal itu buatan Rusia," ujar Duda, seperti dikutip AFP.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan penyelidikan awal memaparkan serangan rudal itu kemungkinan tidak ditembakkan dari wilayah Rusia.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga meyakini serangan itu tidak dilakukan oleh Rusia. Lebih lanjut, Erdogan pun menyerukan penyelidikan lebih lanjut.
Indonesia, sebagai presiden KTT G20 tahun ini, bahkan ikut buka suara soal serangan rudal ke Polandia. Dalam pembukaan sesi ketiga KTT G20 hari ini, Presiden Joko Widodo mendesak menghentikan peperangan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah.
Mengapa insiden rudal menghantam Polandia bikin geger sedunia?
Polandia merupakan salah satu anggota Aliansi pertahanan Organisasi Traktat Negara Atlantik Utara (NATO). Karenanya, Polandia dapat mendapat dukungan penuh dari NATO, dalam hal persenjataan hingga pasukan apabila diserang.
Setiap anggota NATO juga terikat dengan Pasal 5 traktat tersebut yang berisikan soal payung pertahanan bersama. Artinya, setiap serangan militer yang menerjang salah satu anggota juga diartikan menyerang seluruh anggota.
Dengan begitu, Rusia bisa terlibat konflik yang lebih luas bahkan risiko perang terbuka dengan NATO jika serangan rudal yang menghantam Polandia terbukti berasal dari mereka.
Pasal 5 NATO menetapkan bahwa "seluruh anggota setuju bahwa serangan bersenjata terhadap satu anggota atau lebih di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua."
"Mereka setuju bahwa akan membantu pihak atau setiap pihak yang diserang jika ada serangan bersenjata semacam itu terjadi dengan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu, baik individu dan bersama dengan para pihak lainnya, termasuk penggunaan kekuatan bersenjata demi memulihkan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara," bunyi pasal NATO tersebut seperti dikutip dari Reuters.
Hak membela diri individu atau kolektif memang diakui oleh Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Apabila skenario itu terjadi, maka perang bisa meluas. Seluruh anggota NATO bisa 'ikut berpartisipasi' dalam perang guna membela sekutunya, yakni Polandia. Skala perang yang makin membesar dapat memicu potensi perang dunia 3.
G7 sampai NATO gelar rapat darurat, baca di halaman berikutnya >>>
Kenapa Rudal Hantam Polandia Bikin Geger Dunia sampai KTT G20 di Bali?
Negara G7, Uni Eropa, dan NATO menggelar rapat darurat di Nusa Dua, Bali, guna membahas serangan rudal ke Polandia. (Foto: REUTERS/KEVIN LAMARQUE)
Melansir Reuters, beberapa jam setelah insiden, diplomat Eropa mengatakan Polandia meminta pertemuan darurat NATO untuk membahas serangan rudal tersebut.
Permintaan ini sesuai dengan Pasal 4 NATO, di mana negara anggota bisa mengusulkan pertemuan darurat guna merespons suatu insiden atau ancaman guna menentukan langkah yang bakal diambil selanjutnya.
Pasal 4 NATO berbunyi, "Anggota NATO akan berkonsultasi bersama setiap kali, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik atau keamanan salah satu Pihak terancam."
NATO berencana menggelar rapat darurat soal hantaman rudal Rusia ke salah satu anggotanya, Polandia pada Selasa (15/11). Pejabat NATO mengatakan pihaknya tengah menyelidiki laporan serangan rudal itu.
"Kami sedang menyelidiki berbagai laporan ini dan secara ketat berkoordinasi dengan sekutu kami Polandia," kata seorang pejabat NATO kepada AFP.
Sementara itu, juru bicara NATO Oana Lungescu mengatakan Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg akan menggelar rapat darurat pada Rabu dengan para duta besar negara anggota untuk aliansi itu di Belgia.
Kenapa Rudal Hantam Polandia Bikin Geger Dunia sampai KTT G20 di Bali? BACA HALAMAN BERIKUTNYA