Jakarta, CNN Indonesia -- Republik Polandia merupakan salah satu negara di Eropa Tengah yang berbatasan langsung dengan Ukraina dan Rusia di bagian timurnya.
Polandia merupakan salah satu negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu, Polandia secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Kyiv.
Sejumlah upaya telah dilakukan Polandia demi mendukung Ukraina. Dukungan itu berupa bantuan persenjataan hingga dukungan saat Kyiv ingin kembali gabung NATO.
Polandia adalah negara pertama yang mengakui secara resmi telah mengirim bantuan militer ke Ukraina. Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Błaszczak menyampaikan negaranya telah mengirimkan satu konvoi amunisi ke Ukraina.
"Satu konvoi amunisi yang kami berikan ke Ukraina telah sampai ke tetangga kami. Kami mendukung Ukraina, dan menunjukkan solidaritas terhadap agresi Rusia," cuit Błaszczak di akun Twitter-nya, Sabtu (26/2), dilansir CNN.
Selain itu, Polandia juga pernah mengusir 45 diplomat Rusia yang diduga bekerja sebagai mata-mata untuk intelijen Moskow pada Rabu (23/3).
"Secara total, 45 diplomat dengan posisi yang berbeda-beda diperintahkan meninggalkan wilayah Republik Polandia dalam waktu 5 hari," jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Lukasz Jasina pada Rabu (23/3), dikutip dari Reuters.
Setiap diplomat, kata Jasina, diberi waktu hingga 48 jam untuk angkat kaki dari negara tersebut. Tak hanya itu Jasina juga menyinggung perihal invasi Moskow ke Kyiv.
"Rusia adalah tetangga kami, tak akan hilang dari peta Eropa, tetapi agresi Rusia ke Ukraina membuktikan bahwa mereka adalah negara yang tak ramah, dan bahkan memusuhi Polandia," imbuh Jasina.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki bersama pemimpin Republik Ceko dan Slovenia juga pernah berkunjung ke Kyiv pada Maret lalu. Mereka bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal.
Kunjungan itu dilakukan untuk menunjukkan dukungan solidaritas Uni Eropa terhadap Ukraina di tengah serangan Rusia ke negara itu, seperti diberitakan DW.
"Di sini, di Kyiv yang hancur karena perang, sejarah dibuat. Di sini, terjadi perjuangan untuk bebas dari tirani. Di sini, masa depan kita semua bergantung pada keseimbangan. Uni Eropa mendukung Ukraina, yang dapat mengandalkan dukungan teman-temannya, kami membawa pesan ini ke Kyiv," ujar Morawiecki dalam pernyataan Twitter.
Dukungan secara politik juga diberikan Polandia kepada Ukraina. Contohnya, Polandia menjadi salah satu dari sembilan negara anggota yang mendukung Ukraina ketika ingin kembali gabung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Minggu (2/10).
Sembilan negara yang mendukung Ukraina adalah Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Makedonia Utara, Montenegro, Polandia, Slovakia, dan Rumania. Mereka juga menyatakan dukungannya atas kedaulatan di Ukraina.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Polandia Diserang Rudal
Kepulan asap rudal yang menghantam wilayah Polandia. (VIA REUTERS/STOWARZYSZENIE MOJE NOWOSIOLKI)
Polandia Diserang Rudal
Salah satu desa Polandia yang berada di perbatasan dekat Ukraina diserang rudal pada Selasa (15/11). Setidaknya dua orang tewas akibat insiden tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah tudingan yang menyebut rudak itu dilancarkan oleh pihaknya. Moskow mengatakan tudingan itu adalah provokasi untuk meningkatkan ketegangan.
"Media massa dan pejabat Polandia melakukan provokasi yang disengaja untuk meningkatkan situasi dengan pernyataan mereka tentang dugaan dampak roket Rusia di Przewodow (dekat perbatasan Ukraina)," ujar Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan yang diunggah secara daring.
"Tenaga senjata Rusia tidak melancarkan serangan di daerah antara perbatasan Ukraina dan Polandia," tambahnya, sebagaimana diberitakan AFP, Selasa (15/11).
Di sisi lain, Presiden Polandia Andrzej Duda menyebut pihaknya belum mengantongi bukti kuat terkait pihak yang menembakkan rudal tersebut ke wilayah mereka.
"Hingga saat ini, kami tak punya bukti jelas mengenai siapa yang menembakkan rudal itu. Penyelidikan masih berlangsung. Kemungkinan rudal itu buatan Rusia," ujar Duda, seperti dikutip AFP.