Alasan Kim Jong Un Pamer Anak Perempuan saat Sidak Uji Rudal Korut
CNN Indonesia
Senin, 21 Nov 2022 19:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kim Jong Un kembali menjadi sorotan usai memamerkan putrinya, Ju Ae, untuk pertama kali ke publik saat memantau peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. (Foto: KCNA via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Korea UtaraKim Jong Un menuai sorotan setelah mengajak anak perempuannya, Ju Ae, saat memantau peluncuran rudal balistik antarbenua, Hwasong-17, pada pekan lalu.
Ini merupakan pertama kalinya Kim Jong Un memamerkan anak perempuannya ke dunia. Dari beberapa foto yang beredar di media sosial, anak Kim mengenakan jaket putih, celana hitam, dan flat shoes warna merah. Di beberapa gambar, Kim juga tampak menggandeng Ju Ae.
Di foto yang lain, Ju Ae tampak berdiri di sebelah ayah dan ibunya, Ri Sol Ju memantau peluncuran rudal ICBM itu.
Sejauh ini, hanya ada sedikit informasi soal kehidupan personal Kim, termasuk keluarganya. Namun, Ju Ae menjadi perhatian di Korea Selatan dan media global.
Lalu, apa alasan Kim Jong Un memamerkan sang putri ke publik terutama di saat tengah memantau peluncuran rudal Korut?
Profesor di Universitas Yonsei, Korea Selatan, John Delury, mengatakan momen tersebut jelas dipersiapkan oleh Kim Jong Un dengan niat tertentu. Menurutnya, momen itu bisa jadi "pengumuman" Kim Jong Un kepada dunia soal isyarat suksesi kepemimpinannya kelak.
"Tak diragukan lagi, itu menyatakan sesuatu soal suksesi. Apa masalahnya," kaya Delury kepada Voice of America (VOA), pada Jumat.
Meski demikian, Delury juga tak sepenuhnya bisa menjelaskan momen itu sebagai isyarat suksesi kepemimpinan rezim Korut. Ia memprediksi kehadiran Ju Ae juga mungkin saja sebagai upaya Kim Jong Un meningkatkan citra di kalangan warganya dan juga memicu semangat kebangsaan di antara warga Korut supaya masyarakat menilainya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
"Implikasinya adalah bahwa Kim bukanlah penghasut perang, tapi seorang ayah normal yang peduli pada anak-anaknya seperti orang lain," imbuh Dulery.
Kepala di Universitas Kajian Korea Utara di Seoul, Yang Moo Jin, juga menyatakan hal serupa.
"Dengan menunjukkan waktu bersama putrinya, sepertinya dia [Kim] ingin menunjukkan keluarganya sebagai keluarga yang baik dan stabil, dan menunjukkan dirinya sebagai pemimpin bagi orang normal," kata Yang.
Foto-foto tersebut juga menunjukkan bahwa gadis itu merupakan anggota kunci keturunan Kim.
Kim dan sang istri, Ri Sol Ju, disebut memiliki tiga anak yang terdiri dari satu laki-laki dan dua perempuan. Anak pertama Kim disebut laki-laki, sementara itu Ju Ae merupakan anak keduanya.
Kim Jong Un sendiri telah memimpin Korea Utara sejak 2011 ketika menggantikan sang ayah, Kim Jong Il yang meninggal dunia. Belakangan, semakin banyak desas-desus yang memberitakan bahwa kesehatan Kim Jong Un yang menurun.
Jika Kim meninggal, tak jelas siapa yang akan menggantikan dirinya. Putra sulung Kim masih terlalu muda untuk memimpin Korut.
Para pengamat tak punya jawaban pasti alasan Kim membawa putrinya sebelum menunjukkan anak sulung dia, yang mungkin lebih dekat dalam rencana suksesi.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Mendekatkan Generasi Muda Korut dengan Ambisi Rudal
Beberapa analis mengatakan salah satu alasan lainnya Kim Jong Un memamerkan putrinya saat uji coba Hwasong-17, mungkin sebagai upaya rezimnya mendekatkan diri dengan generasi muda Korut dengan ambisi negara, salah satunya perkembangan nuklir Korut untuk jangka panjang.
"Ini bisa menjadi cara menunjukkan dia mengharapkan perusahaan pencegahan nuklir menjadi urusan multigenerasi bagi Korea Utara" kata peneliti senior di Program Kebijakan Nuklir Carnegie Endowment untuk Perdamaian Internasional.
Pengamat lain dari Stimson Center yang fokus pada kepemimpinan Korut dan Amerika Serikat, Michael Madden, menilai Kim Jong Un juga mungkin mencoba mengirim pesan kepada dunia luar bahwa keluarganya tetap akan menjadi penguasa Korut.
"Dia menunjukkan kepada putrinya warisan keluarga, yang mana Kim Jong Un memberikan kontribusi besar. Ini juga merupakan cara untuk meredam ambisi jangka panjang dari elit DPRK [Republik Rakyat Demokratik Korea] lain soal jabatan politik," kata Madden.
Foto-foto yang dirilis media pemerintah, terutama yang menunjukkan Kim dan putrinya menyaksikan ICBM melambung ke langit, memiliki optik yang mencolok dan disengaja, demikian menurut kata Jenny Town, yang juga bekerja di Stimson Center.
"[Gambar] memiliki semacam makna, bahwa ini [peluncuran rudal] sekarang menjadi warisan dia juga. [Kim juga] menggarisbawahi ini akan tetap ada,bukan sesuatu yang mereka rencanakan untuk menyerah kapan saja dalam waktu dekat," jelas Town.
Sementara itu, profesor kajian internasional dari Universitas Womans Ewha di Korea Selatan, Leif Eric Easley, menilai kehadiran Ju ae harus dilihat dari kaca mata domestik.
Di luar Korut, mungkin tampak gila berpose di depan kamera bergandengan tangan dengan seorang anak di depan rudal balistik jarak jauh.
"Namun, di dalam Korea Utara, peluncuran ICBM terbesar di dunia yang konon sukses adalah alasan untuk perayaan nasional," kata Easley, dikutip CNN.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Korea UtaraKim Jong Un menuai sorotan setelah mengajak anak perempuannya, Ju Ae, saat memantau peluncuran rudal balistik antarbenua, Hwasong-17, pada pekan lalu.
Ini merupakan pertama kalinya Kim Jong Un memamerkan anak perempuannya ke dunia. Dari beberapa foto yang beredar di media sosial, anak Kim mengenakan jaket putih, celana hitam, dan flat shoes warna merah. Di beberapa gambar, Kim juga tampak menggandeng Ju Ae.
Di foto yang lain, Ju Ae tampak berdiri di sebelah ayah dan ibunya, Ri Sol Ju memantau peluncuran rudal ICBM itu.
Sejauh ini, hanya ada sedikit informasi soal kehidupan personal Kim, termasuk keluarganya. Namun, Ju Ae menjadi perhatian di Korea Selatan dan media global.
Lalu, apa alasan Kim Jong Un memamerkan sang putri ke publik terutama di saat tengah memantau peluncuran rudal Korut?
Profesor di Universitas Yonsei, Korea Selatan, John Delury, mengatakan momen tersebut jelas dipersiapkan oleh Kim Jong Un dengan niat tertentu. Menurutnya, momen itu bisa jadi "pengumuman" Kim Jong Un kepada dunia soal isyarat suksesi kepemimpinannya kelak.
"Tak diragukan lagi, itu menyatakan sesuatu soal suksesi. Apa masalahnya," kaya Delury kepada Voice of America (VOA), pada Jumat.
Meski demikian, Delury juga tak sepenuhnya bisa menjelaskan momen itu sebagai isyarat suksesi kepemimpinan rezim Korut. Ia memprediksi kehadiran Ju Ae juga mungkin saja sebagai upaya Kim Jong Un meningkatkan citra di kalangan warganya dan juga memicu semangat kebangsaan di antara warga Korut supaya masyarakat menilainya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
"Implikasinya adalah bahwa Kim bukanlah penghasut perang, tapi seorang ayah normal yang peduli pada anak-anaknya seperti orang lain," imbuh Dulery.
Kepala di Universitas Kajian Korea Utara di Seoul, Yang Moo Jin, juga menyatakan hal serupa.
"Dengan menunjukkan waktu bersama putrinya, sepertinya dia [Kim] ingin menunjukkan keluarganya sebagai keluarga yang baik dan stabil, dan menunjukkan dirinya sebagai pemimpin bagi orang normal," kata Yang.
Foto-foto tersebut juga menunjukkan bahwa gadis itu merupakan anggota kunci keturunan Kim.
Kim dan sang istri, Ri Sol Ju, disebut memiliki tiga anak yang terdiri dari satu laki-laki dan dua perempuan. Anak pertama Kim disebut laki-laki, sementara itu Ju Ae merupakan anak keduanya.
Kim Jong Un sendiri telah memimpin Korea Utara sejak 2011 ketika menggantikan sang ayah, Kim Jong Il yang meninggal dunia. Belakangan, semakin banyak desas-desus yang memberitakan bahwa kesehatan Kim Jong Un yang menurun.
Jika Kim meninggal, tak jelas siapa yang akan menggantikan dirinya. Putra sulung Kim masih terlalu muda untuk memimpin Korut.
Para pengamat tak punya jawaban pasti alasan Kim membawa putrinya sebelum menunjukkan anak sulung dia, yang mungkin lebih dekat dalam rencana suksesi.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Alasan Kim Jong Un Pamer Anak Perempuan saat Sidak Uji Rudal Korut
(Foto: KCNA via REUTERS)
Mendekatkan Generasi Muda Korut dengan Ambisi Rudal
Beberapa analis mengatakan salah satu alasan lainnya Kim Jong Un memamerkan putrinya saat uji coba Hwasong-17, mungkin sebagai upaya rezimnya mendekatkan diri dengan generasi muda Korut dengan ambisi negara, salah satunya perkembangan nuklir Korut untuk jangka panjang.
"Ini bisa menjadi cara menunjukkan dia mengharapkan perusahaan pencegahan nuklir menjadi urusan multigenerasi bagi Korea Utara" kata peneliti senior di Program Kebijakan Nuklir Carnegie Endowment untuk Perdamaian Internasional.
Pengamat lain dari Stimson Center yang fokus pada kepemimpinan Korut dan Amerika Serikat, Michael Madden, menilai Kim Jong Un juga mungkin mencoba mengirim pesan kepada dunia luar bahwa keluarganya tetap akan menjadi penguasa Korut.
"Dia menunjukkan kepada putrinya warisan keluarga, yang mana Kim Jong Un memberikan kontribusi besar. Ini juga merupakan cara untuk meredam ambisi jangka panjang dari elit DPRK [Republik Rakyat Demokratik Korea] lain soal jabatan politik," kata Madden.
Foto-foto yang dirilis media pemerintah, terutama yang menunjukkan Kim dan putrinya menyaksikan ICBM melambung ke langit, memiliki optik yang mencolok dan disengaja, demikian menurut kata Jenny Town, yang juga bekerja di Stimson Center.
"[Gambar] memiliki semacam makna, bahwa ini [peluncuran rudal] sekarang menjadi warisan dia juga. [Kim juga] menggarisbawahi ini akan tetap ada,bukan sesuatu yang mereka rencanakan untuk menyerah kapan saja dalam waktu dekat," jelas Town.
Sementara itu, profesor kajian internasional dari Universitas Womans Ewha di Korea Selatan, Leif Eric Easley, menilai kehadiran Ju ae harus dilihat dari kaca mata domestik.
Di luar Korut, mungkin tampak gila berpose di depan kamera bergandengan tangan dengan seorang anak di depan rudal balistik jarak jauh.
"Namun, di dalam Korea Utara, peluncuran ICBM terbesar di dunia yang konon sukses adalah alasan untuk perayaan nasional," kata Easley, dikutip CNN.