Putri Anwar Ibrahim Bangga Ayah Jadi PM Malaysia: I Love You, Papa

CNN Indonesia
Jumat, 25 Nov 2022 12:50 WIB
Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, mengungkapkan kebanggannya karena sang ayah akhirnya resmi menjadi perdana menteri Malaysia pada hari ini, Kamis (24/11). Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, mengungkapkan kebanggannya karena sang ayah akhirnya resmi menjadi perdana menteri Malaysia pada hari ini, Kamis (24/11). (AFP/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, mengungkapkan kebanggannya karena sang ayah akhirnya resmi menjadi perdana menteri Malaysia pada hari ini, Kamis (24/11).

Kebanggaan itu tertuang dalam unggahan Nurul di Instagram. Dalam unggahan itu, Nurul memamerkan foto lama sang ayah ketika sedang melambaikan tangan.

"I love you, Papa. Saya selalu bangga padamu, bahkan ketika papa dipenjara sebagai tahanan politik," tulis Nurul di kolom keterangan fotonya.

Nurul kemudian membahas sekilas perjuangan sang ayah sebagai tokoh reformasi yang sempat dipenjara hingga tiga kali sejak 1998 silam.

"Yang pasti, sejak 1998 hingga saat ini, adalah kewajiban untuk berpegang terus pada perjuangan, menuntut keadilan bukan untuk diri sendiri, tetapi sebagai pembawa perubahan untuk semua," tulisNurul.

Tak mau berlarut dalam kegembiraan, Nurul mengingatkan bahwa tantangan sudah menanti Anwar setelah mengucap sumpah jabatan hari ini.

"Setelah angkat sumpah, usaha untuk menyatukan negara, mengatasi masalah ekonomi yang membelenggu, menarik investasi demi merangsang ekonomi, dan membina bangsa berdasarkan keadilan sosial dan kenegaraan yang jitu."

Nurul berharap kepemimpinan ayahnya dapat meninggalkan warisan bagi generasi mendatang Negeri Jiran.

"Legasi yang kita tinggalkan untuk anak-anak dan generasi masa depan bukan harta, pangkat, mau pun uang ringgit, tetapi idealisme dan prinsip perjuangan yang tidak bisa dijual beli," kata Nurul.

[Gambas:Instagram]

Para warganet langsung membanjiri unggahan itu dengan ucapan selamat. Mereka turut bahagia karena Anwar akhirnya menjadi PM setelah drama dan berbagai intrik politik.

Anwar saja dapat dilantik menjadi PM setelah drama pemilu akhir pekan lalu. Karena tak ada pemenang mutlak, Anwar sempat berebut klaim kemenangan dengan rival terberatnya, Muhyiddin Yassin.

Setelah berbagai gejolak, Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, akhirnya menunjuk Anwar menjadi PM baru.

Anwar pun resmi menjadi PM Malaysia setelah penantian dua dekade, tepatnya sejak pertengahan medio 1990-an.

Nama Anwar mulai santer digaungkan menjadi perdana menteri sejak ia menjadi wakil PM di era pertama Mahathir Mohamad memimpin Negeri Jiran.

Namun karena berbagai intrik politik, Anwar malah harus mendekam di penjara hingga dua kali.

Meski demikian, Anwar tetap berjuang. Dari balik jeruji besi, ia membentuk partai dan mengonsolidasi pembentukan koalisi Pakatan Harapan.

Pada 2018, ia menyatukan kekuatan dengan Mahathir untuk menumbangkan rezim Najib. Saat itu, Mahathir dan Anwar menyepakati perjanjian politik.

Mahathir akan menjadi PM terlebih dulu. Setelah dua tahun, Mahathir bakal menyerahkan jabatannya kepada Anwar.

Namun, Mahathir tak kunjung menyerahkan kursinya kepada Anwar, menimbulkan gonjang-ganjing politik. Mahathir akhirnya mundur pada 2020, membuat Anwar kembali tak berdaya.

Tak patah arang, Anwar kembali mengikuti pemilu tahun ini. Meski sempat terjerumus dalam drama, Anwar akhirnya dilantik menjadi PM Malaysia.

(has)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER