Putin Kehilangan 160 Jenderal-Kolonel sejak 9 Bulan Invasi di Ukraina

rds | CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 18:05 WIB
Rusia disebut telah kehilangan lebih dari 150 kolonel, letnan kolonel, 205 mayor, 296 kapten, dan hampir 500 letnan senior yang gugur selama invasi ke Ukraina. Rusia disebut telah kehilangan lebih dari 150 kolonel, letnan kolonel, 205 mayor, 296 kapten, dan hampir 500 letnan senior yang gugur selama invasi ke Ukraina. (Foto: via REUTERS/SPUTNIK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah kehilangan sekitar 1.500 prajurit termasuk 160 jenderal sejak melancarkan invasi ke Ukraina sembilan bulan lalu.

Hal itu terungkap melalui penghitungan data dari berbagai sumber terbuka yang dilakukan oleh akun Twitter kelompok pemantau @KilledInUkraine.

Dalam penghitungannya, kelompok tersebut memaparkan Rusia telah kehilangan lebih dari 150 kolonel, letnan kolonel, 205 mayor, 296 kapten, dan hampir 500 letnan senior.

Rusia juga tercatat kehilangan delapan mayor jenderal dan dua letnan jenderal.

KilledInUkraine mendapat angka itu melalui pemantauan artikel dan unggahan media sosial terkait perkembangan militer Rusia di Ukraina.

Laporan KilledInUkraine itu mirip dengan penyelidikan independen yang diterbitkan pekan lalu oleh BBC Rusia dan media Negeri Beruang Merah, Mediazona.

[Gambas:Video CNN]

Kedua media itu memaparkan Rusia kehilangan sekitar 9.311 tentara selama invasi berlangsung. Sebanyak 1.449 tentara yang gugur itu adalah perwira.

Investigasi mengungkap fakta bahwa sebagian besar perwira senior Rusia itu gugur dalam dua bulan pertama invasi berlangsung. Saat itu, pasukan Rusia memang dilaporkan sangat menderita karena komunikasi dan logistik yang buruk.

Meski begitu, sampai saat ini Rusia tidak pernah terang-terangan soal berapa besar kerugiaan yang dialami negara sejak menyulut api perang.

Pada September lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu untuk pertama kalinya mengakui bahwa negaranya telah kehilangan 5.397 personel sejak invasi berlangsung. Namun, negara Barat menganggap jumlah korban jauh lebih besar dari yang diungkap Moskow.

Awal bulan ini, jenderal militer AS Mark Milley bahkan memprediksi Rusia telah kehilangan lebih dari 100 ribu personel sejak Februari lalu.

"Anda melihat lebih dari 100.000 tentara Rusia tewas dan terluka. Hal yang sama mungkin terjadi pada pihak Ukraina. Banyak penderitaan manusia," kata Milley seperti dikutip The Independent.

Milley memperkirakan sekitar 40.000 warga sipil Ukraina juga tewas akibat peperangan, dan 15 hingga 30 juta orang mengungsi.



(rds/rds/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER