Iran Bantah Kerahkan Mata-Mata di Piala Dunia Qatar 2022

CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 20:44 WIB
Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Azad membantah pemerintah Teheran mengerahkan pasukan menjadi mata-mata di Piala Dunia Qatar 2022. Foto ilustras. Skuad Iran di Piala Dunia 2022. (REUTERS/MARKO DJURICA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad membantah pemerintah Teheran mengerahkan pasukan menjadi mata-mata di Piala Dunia Qatar 2022.

"Saya dengan tegas membantah hal ini. Berita miring ini merupakan langkah lanjutan dari kelompok separatis dan teroris yang didukung oleh negara-negara Barat dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah," kata Azad kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/11).

Lebih lanjut, Azad mengatakan negara Barat dan sekutunya merupakan musuh masyarakat Iran dan berencana menghalangi keberhasilan tim nasional Teheran.

"Mereka ingin menghalangi kesuksesan bagi Timnas Iran yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat Iran yang cinta bola," imbuh dia lagi.

Sebelumnya, salah satu sumber mengatakan selama bertanding di Piala Dunia, Angkatan Bersenjata Iran (IRGC) disebut terus memantau Timnas Iran secara ketat dalam Piala Dunia Qatar 2022.

[Gambas:Video CNN]

Pasukan militer menyusup di antara para suporter demi bisa mengawasi pemain secara dekat.

"Ada sejumlah besar petugas keamanan Iran di Qatar yang mengumpulkan informasi dan memantau para pemain," kata seorang sumber, seperti dikutip CNN.

Dalam pertandingan terakhir melawan Wales, Iran dilaporkan mengirim lebih dari ratusan 'orang' untuk memberi dukungan dan bantuan palsu di antara para penggemar.

Lebih lanjut, sumber itu menerangkan Iran bakal mengirim ribuan orang untuk mematai-matai timnas dalam laga melawan AS.

"Dalam laga selanjutnya melawan AS, rezim berencana menambah jumlah aktor itu menjadi ribuan," ujar sumber itu.

Selain itu, pemain timnas disebut tak boleh berinteraksi dengan pemain dari skuad lain. Mereka juga tak diizinkan bertemu dengan warga asing lain di luar urusan Piala Dunia.

Militer Iran memperketat pantauan mereka usai timnas tak mau menyanyikan lagu kebangsaan di laga perdana Piala Dunia pekan lalu.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER